Monday, September 1

Artikel

Bahaya Terang-terangan Berbuat Dosa
Artikel

Bahaya Terang-terangan Berbuat Dosa

Bahaya Terang-terangan Berbuat Dosa amirfath.com, Artikel (227), Mar 2023 Tidak pantas seorang manusia yang lemah berlagak sombong di hadapan Allah SWT. Di antara ciri kesombongan adalah terang-terangan berbuat dosa. Misalnya dengan tanpa merasa malu seseorang mempertontonkan auratnya di hadapan khalayak. Padahal Allah SWT membekali manusia agar mempunyai rasa malu. Nabi SAW bersabda, “al hayaau minal iimaan” (rasa malu itu bagian daripada iman) (HR Bukhari). Maka seorang yang dengan sengaja membuka auratnya di alam terbuka bisa dipastikan tidak saja ia telah kehilangan rasa malunya, tetapi juga kemanusiannya. Lebih dari itu, ia kehilangan imannya. Allah SWT menjaga manusia agar tetap terhormat, karena itu diajarkan cara berpakaian. Allah SWT menjaga manusia agar tetap terhor...
Dua Macam Manusia di Akhirat
Artikel

Dua Macam Manusia di Akhirat

Dua Macam Manusia di Akhirat amirfath.com, Artikel (226), Mar 2023 Pertanyaan yang selalu muncul dalam benak orang-orang yang tidak beriman sepanjang masa adalah apa yang akan terjadi kelak kepada manusia di kemudian hari? Apakah dengan kematian segalanya sudah selesai? Atau jangan-jangan ada kehidupan lagi setelah mati? Orang-orang kafir Makkah selalu menolak adanya berita kehidupan sesudah mati. Orang-orang kafir Makkah selalu menolak adanya berita kehidupan sesudah mati. Abu Lahab ketika mendengar Nabi SAW menyampaikan hakikat tersebut langsung mengancam dengan mengatakan: “Tabban laka yaa Muhammad” (celakalah kamu Muhammad). Allah SWT membalas dengan surah al-Lahab bahwa yang celaka justru Abu Lahab karena telah mendustakan hari kebangkitan yang Allah SWT tetapkan (ta...
Ujung Akhir Perjalanan Manusia
Artikel

Ujung Akhir Perjalanan Manusia

Ujung Akhir Perjalanan Manusia amirfath.com, Artikel (225), Mar 2023 Alquran banyak berbicara tentang masa depan kehidupan manusia. Apakah dunia ini akan abadi atau berakhir? Kalau memang abadi mengapa ada kematian? Sebaliknya, jika dunia ini berakhir kapan itu akan terjadi? Lalu ke mana setelah dunia ini berakhir? Apakah ada pelanet lain yang akan menjadi tempat pelarian bagi manusia? Atau ternyata semua planet akan mengalami kahancuran yang sama? Bagi mereka yang tidak beriman, banyak membuat spekulasi dan ramalan tentang apa yang akan terjadi di kemudian hari. Inilah perbincangan yang tidak pernah selesai. Bagi mereka yang tidak beriman, banyak membuat spekulasi dan ramalan tentang apa yang akan terjadi di kemudian hari. Itu mereka lakukan karena kebingungannya. Alq...
Keutamaan Majelis Ilmu dan Perintah Iqra’
Artikel

Keutamaan Majelis Ilmu dan Perintah Iqra’

Keutamaan Majelis Ilmu dan Perintah Iqra' amirfath.com, Artikel (224), Mar 2023 Tidak ada majelis di muka bumi yang lebih Allah SWT sukai daripada majelis ilmu. Sungguh celaka orang yang menghina para pencinta majelis ilmu. Surah al-Alaq diturunkan pertama-tama kepada Rasulullah SAW adalah untuk menunjukkan hakikat ini. Perintah iqra' (membaca) dalam ayat "iqra’ bismi rabiikal ladzii khalaq" (QS al-Alaq [96]: 1) menjadi bukti bahwa ilmu akan didapat melalui membaca. Bahwa semua kegiatan membaca akan menjadi ilmu ketika dilakukan dengan kesadaran "bismi rabbika" (dengan nama Allah Tuhamu). Sebab dari sini akan muncul kesadaran tauhid "laailaaha illallah" (tiada tuhan selain Allah). Karena itu, bedakan antara pengetahuan dan ilmu. Pengetahuan didapat m...
Keistimewaan Alquran
Artikel

Keistimewaan Alquran

Keistimewaan Alquran amirfath.com, Artikel (223), Mar 2023 Alquran sangat istimewa, karena isinya firman Allah SWT, pemilik alam semesta. Tidak ada keraguan di dalamnya (laa raiba fiihi) sebagai petunjuk yang harus diikuti untuk mencapai takwa (hudal lilmuttaqiin) (QS al-Baqarah [2]: 2). Tidak ada seorang hamba bertakwa tanpa Alquran. Surah al-Isra’ mengungkap beberapa keistimewaan Alquran. Di antaranya bagi ahlul Quran akan mendapatkan penjagaan, "Wa idzaa qara’tal qur’aana ja’alnaa bainaka wa bainalladziina laa yu’minuuna bil aakhirati hijaabam mastuuraa" (Apabila engkau Nabi Muhammad, membaca Alquran, Kami adakan suatu tabir yang menutup antara kamu dan orang-orang yang tidak beriman pada alam akhirat) (QS al-Isra’ [17]: 45). Kata hijabam mastura ma...
Surah al-Isra’ dan Alquran
Artikel

Surah al-Isra’ dan Alquran

Surah al-Isra' dan Alquran amirfath.com, Artikel (222), Mar 2023 Surah al-Isra’ selain mempromosikan keagungan Alquran juga meringkas beberapa pesan pokok yang terkandung di dalamnya. Di antara pesan yang selalu Alquran tekankan adalah tentang tauhid. Sebab, tujuan diturunkannya Alquran adalah untuk mendeklarasikan kalimah “laa ilaaha illallah” (tiada tuhan selain Allah). Dalam surah al-Isra', deklarasi tauhid ini disandingkan dengan berbakti kepada kedua orang tua (wa qadhaa rabbuka allaa ta’buduu illaa iyaahu wa bi waalidaini ihsaana). Ini untuk menunjukkan bahwa memuliakan kedua orang tua adalah bagian dari pembuktian tauhid. Dalam surah al-Isra', deklarasi tauhid ini disandingkan dengan berbakti kepada kedua orang tua. Di sini tampak kesinambungan antara Alquran dan kita...
Kitab yang Pasti Terjaga
Artikel

Kitab yang Pasti Terjaga

Kitab yang Pasti Terjaga amirfath.com, Artikel (221), Mar 2023 Pembahasan tentang Alquran adalah tema pokok surah al-Isra’, yaitu sebagai kitab yang dititipkan kepada Umat akhir zaman agar dijaga. Sekalipun secara kualitatif Allah SWT menjamin untuk menjaganya (inna nahnu nazzalnadz dzikra wa innaa lahuu lahaafizhuun) (QS al-Hijr [15]:9), tetapi dengan turunnya surah al-Isra’ yang diberi nama juga surah Bani Israil ada isyarat. Hal ini seakan dikatakan kepada umat Islam: "Janganlah sekali-kali wahai umat Islam kamu berbuat seperti Bani Israil terhadap kitab sucinya di mana mereka mengubah-ubah isinya dan menghilangkan sebagian kandungannya." Surah al-Isra’ memberikan pesan tersebut dengan memaparkan ayat tentang kitab yang diturunkan kepada Nabi Musa langsung pada ayat ke...
Keagungan Peristiwa Isra
Artikel

Keagungan Peristiwa Isra

Keagungan Peristiwa Isra amirfath.com, Artikel (220), Mar 2023 Untuk memahamai tema pokok surah al-Isra’ pertama kali harus memahami pristiwa isra’-nya Rasulullah SAW. Karena itu, ayat pembuka yang kiba baca dalam surah ini adalah tentang peritiwa isra’. Adapun pristiwa mi’raj-nya dibahas dalam surah an-Najm. Kata isra’ artinya perjalanan di waktu malam dari Masjid al-Haram di Makkah ke Masjid al-Aqsha di Palestina (subhanalladzii asraa bi’abdihii lailan minal masjidil haraami ilal masjidil aqshalladzii baaraknaa haulahu) (QS al-Isra’ [17]: 1). Kata subhaana (Mahasuci Allah) sebuah ungkapan untuk menunjukkan keagungan setiap peristiwa yang terjadi. Ini bukti bahwa peristiwa isra sangatlah luar biasa (mukjizat). Tidak ada yang bisa melakukannya kecuali All...
Musibah Adalah Sunnatullah
Artikel

Musibah Adalah Sunnatullah

Musibah Adalah Sunnatullah amirfath.com, Artikel (219), Mar 2023 Surah al-Baqarah (QS al-Baqarah [2]: 155) menegaskan bahwa siapa pun makhluk tidak akan bisa menghindari musibah. Allah SWT telah menegaskan bahwa musibah itu sebuah keniscayaan (wa lanabluannakum bisyaiin minal khaufi wal juu’i wa naqshim minal amwaali wal anfusi watstsamarati wa basysyirish shaabiriin). Huruf taukid (penegasan) dalam ayat ini diulang dua kali berupa huruf lam dan nun tasydid (lanabluanna). Hal ini menguatkan bahwa musibah itu adalah ujian yang pasti terjadi. Kata lanabluanna satu akar dengan kata ibtila' (ujian). Bahwa tabiat hidup di dunia ini adalah ujian. Dengan kata lain sejatinya tidak ada orang sukses di dunia. Sebab, semua apa yang...
Bersikap Ridha Dalam Musibah
Artikel

Bersikap Ridha Dalam Musibah

Bersikap Ridha Dalam Musibah amirfath.com, Artikel (218), Feb 2023 Dalam surah al-Baqarah ada ayat tentang musibah, yang intinya berpesan agar mengakui bahwa semua milik Allah SWT (alladziina idzaa ashaabathum mushiibatun qaaluu innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun). Kata "ashaaba" (menimpa) menunjukkan bahwa musibah itu terjadi karena kehendak Allah SWT. Tidak ada makhluk yang bisa menghindarinya. Sebab, memang hanya Allah SWT yang bisa mengendalikan segalanya. Allah-lah yang memberikan kuasa kepada seseorang dan mencabut darinya, juga Allah-lah yang mengangkat seseorang kepada derajat yang tinggi atau menjatuhkannya (tu’til mulka man tasyaa’ wa tanzi’ul mulka mimmna tasyaa). Dalam kondisi ini tidak ada pilihan bagi makhluk kecuali hanya mengatakan "innaa lillaah...