Tuesday, July 22

Puisi

GURU<br>buat Ustadz Abdul Somad
Puisi

GURU
buat Ustadz Abdul Somad

GURUbuat Ustadz Abdul Somad amirfath.com, Puisi (23), Januari 2023 GURUbuat Ustadz Abdul Somad Matahari itu berteduh di hatiMengirimkan cahaya tanpa tepiDalam gelap bumiMengucapkan shalawatKepada sang nabiMenggetarkan kemunafikanMeruntuhkan kekufuranMenghanguskan kesombonganMelantunkan peradabanTentang imanTentang takwaTentang ketundukan jiwa Seketika hujan meretas sunyiMelambaikan hari-hariMerintihkan rinduDalam keabadianTak terhingga basah mengalirPada bebatuanPada gersang persawahanPada rapuh pohonanSemua merasakan ketenanganKarena zikirKarema keikhlasanKarema ketawadhuan GuruDoa-doamu selalu aku dambakanDoa untuk negeriDoa untuk umat dan bangsaDoa untuk para santriDoa untukku dan anak-anakkuSemoga kelak kita dikumpulkanDi surgaNyaBersama sang Rasul tercintaAmiin. ...
SENYUM MATAHARI Untuk Guruku Ustadz Marzuki
Puisi

SENYUM MATAHARI Untuk Guruku Ustadz Marzuki

SENYUM MATAHARI Untuk Guruku Ustadz Marzuki amirfath.com, Puisi (22), Januari 2023 Masih jelas di matakuPandanganmu yang suciTanpa dibuat-buatTanpa dipaksakanSenyummu mengalirBagai cahaya matahariMembuat kehidupanDalam jiwaAku duduk menatap sunyiPada pelipismu yang beningMelukiskan iman dalam dadakuSemua ilmu yang kau berikanAdalah lentra perjalanankuSemua kebaikan yang aku lakukanAdalah amal jariahmuKata demi kataYang engkau ajarkanTumpah dalam pikirankuMembentuk jalan ke surgaMemanjang dalam lorong sepiMengucapkan salamMelantunkan ayat-ayat doaPenuh air mata Tak terhingga kebaikanmuMenyelinap pada setiap lembaranHari-hari merintihkan kesabaranMenghapus setiap perih lukaMelukiskan keikhlasan cintaSungguh langkahmu abadiDi atas tanah ladang keimananMembisikkan dzikirTentang ...
Puisi

Aku Palestina

Aku Palestina amirfath.com, Puisi (21), Mei 2021 - Silahkan kau tumpahkan kebencianmuAku akan balas dengan semyumkuKarena aku tahu membenci kemanusiaan adalah dosaSilahkan kau nodai kesuciankuAku akan tetap teguh berdiriKarena ini negerikuDan kau adalah penjajahSilahkan kau renggut nyawakuAku tidak akan pernah mundurSelangkahpunKarena di sini sejarahkuSilahkan kau rebut kemuliaankuAku akan tetap berdiri di siniKarena ini akidahkuSilahkan kau buat konspirasiAku akan tetap di siniKarena aku tahu engkau penipuSilahkan kau hancurkan rumah-rumahkuAku akan tetap berjaga di siniKarena ini kebahagiaankuSilahkan kau buat fatwa abal-abalAku akan tetap melawanKarena penjajah harus dilawanSilahkan kau sebut aku terorisAku akan tetap seperti iniKarena penipulah teroris yang sebenarnyaSilahkan l...
Puisi

Gaza Bercahaya

Gaza Bercahaya amirfath.com, Puisi (20), Mei 2021 - Tak pernah menyerahDi hadapan mesiuTak pernah gentarDalam dentumanTak pernah goyahKarena janji perdamaianTak pernah lemahDalam penderitaanGaza oh GazaKau tetap bercahayaPancarkan cahaya Al QuranDalam lorong sempit terowonganSiramkan imanDalam gulita kezaliamAlirkan semangat zaitunDalam relung hati zamanGaza oh GazaLangitmu masih bercahayaDarahmu tetap bersinarFajarmu tak pernah gentarTulang-tulangmu masih tetap tegakBertahan dalam ancamanTak sedikitpun pucat wajahmuTak nampak putus asaSemua penuh harapanMenggerakkan semesta jiwaAgar mengerti jati diriSebagai hamba sejati..Hamba yang kesatriaSelamatkan Al-AqshaBebaskan Palestina.Allahu Akbar Kalibata Pulo 27 Mei 2021
ALLAH MENCINTAIMU (Untuk Syeikh Ali)
Puisi

ALLAH MENCINTAIMU (Untuk Syeikh Ali)

ALLAH MENCINTAIMU (Untuk Syeikh Ali) amirfath.com, Puisi (19), Jan 2021 - Syeikh, Allah mencintaimuDunia banyak masalahSemakin diurus semakin bertambah masalahnyaAllah segera memanggilmuAgar engkau istirahatDi sisiNya Syeikh, Allah mencintaimuDunia penuh hiruk pikukTidak pernah selesaiDi jalanmu selalu ada duriTetapi engkau sabar melaluinyaDengan senyum dan lapang dadaEngkau telah lulus ujianKarena itu Allah mengambilmuSelamanya Syeikh, Allah mencintaimuKau tidak pernah lelahMenjemput hidayahMeniti di atas batu-batuHanya untuk berbagi cahayaDi tengah kegelapan ruhani Syeikh, Allah mencintaimuCita-citamu telah terwujudMenjadi sejuta penghafal Al QuranDi saat orang-orang berbondongMemilih ketaatanMenirukan jejakmuMelantunkan ayat-ayat peradaban Syeikh, Allah mencintaimuSe...
Kumpulan Puisi Horison
Puisi

Kumpulan Puisi Horison

Kumpulan Puisi Horison amirfath.com, Puisi (18), Jan 2021 - PUISI DIBAWAH INI TELAH DI MUAT DI HORISON Cemara di Pelipis Margala Amir Faishol Fath Seperti biasanya, suara adzan itu hinggap pada dedaunan, membangunkan angin yang lepas dari rintihan musim. Cemara melambaikan tangis, meraih matahari yang baru terbit, orang-orang berdatangan bagai menyambut seorang tamu, tapi ternayat tak ada yang memberikan apa-apa. Seketika dari atas margala memancarkan pecahan cahaya, mengucap salam. Aku berteriak, tapi tak ada seorangpun yang mendengar, terlintas pada rerumoutan bacaan yang diruntuhkan peradaban. Aku mencoba membaca huruf-huruf yang masih tersisa, semuanya melukiskan baying-bayang cemara yang tak pernah letih menuliskan makna keimanan. Islamabad, 1991 *Margala nama se...
Puisi

Kumpulan Puisi Jurnal Cipta

Kumpulan Puisi Jurnal Cipta amirfath.com, Puisi (17), Jan 2021 - PUISI DIBAWAH INI TELAH DI MUAT DI JURNAL CIPTA Waktu Jam itu masih saja menunjukkan angka-angka yang gugur Bersama perih di telingaku Dan aku belum mengerti bahwa itu isyarat turunnya Burung-burung dari sudut langit yang pecah, juga isyarat Singgahnya para nelayan dari timangan gelombang air mata Darah pun terus meleleh memenuhi ladang-ladang diatas Hamburan perasaanku, dan sekarang aku baru tersadar dari Lamunanku yang bergantung di atas ayunan lampu-lampu jalanan. Bahwa waktu adalah hakekat diriku sendiri. Fajar Bangunlah sayang, sebelum fajar menjemputmu dengan tangisan waktu Dan menaburkan debu, pada dinding rumahmu Bagunlah segera, lalu ikutilah basah pertobatan Yang mene...
Puisi

Kerikil Bicara

Kerikil Bicara amirfath.com, Puisi (16), Jan 2021 - Di PalestinaKerikil bicaraMeneriakkan imanMenolak penjajahanMelawan kazalimanMenghadang peluruTanpa ragu Di PalestinaKerikil bicaraMengucapkan aksaraMenyalakan baraMerontokkan kekejamanMeneriakkan harapanBahwa kemenanganSetelah perlawanan Di PalestianKerikil bicaraMerintihkan kemanusiaanMenjaga kesucianMempertahankan kemerdekaanMenegakkan peradaban Memang tidak berimbangKerikil hadapi desingan mesiuAnak kecil lawan tank-tank bajaIbu-ibu hadang pasukanHanya dengan kerikilBenar hanya dengan kerikilTetapj meraka yakinTidak ada jalan kecuali melawanDalam hati tetap bergelora"Hidup mulia atau mati syahid" Di PalestinaKerikil bicaraMenuliskan suara hatiTentang jalan ke surgaYang penuh darahBanyak syuhadaMenyambut dengan seny...
Puisi

Gugur Angin

Gugur Angin amirfath.com, Puisi (15), Jan 2021 - Angin tetap berhembusMenyapu langitMenerpa bebatuanTanpa lelahSampai jauhTerus berderaiDi atas pohonanDi atas saharaDi atas senjaDi atas rumputanDi atas sunyiDi atas baraMerajut imanDalam doaDalam gelisahDalam rinduDalam teduhDalam perihDalam.lukaDalam air mataSemua masih berpaduMerebut cintaCinta AllahCinta NabiCinta ruhaniCinta damaiCinta tanah airMengapa gaduh itu belum selesaiAda apa di balik gelap ituSemua bertanyaSemua merabaTidak ada jawaban pastiBanyak yang raguSebab sudah terlalu dalamKezaliman ini mencekamOrang-orang bingungMengapa matahari itu dipadamkanSampai kapan kita hidupDalam kegelapanBukankah harus lahir keadilanTangan masih gemetarMenengadahMengharap solusi langitSujud masih bertahanEntah sampai kapanSemoga di hari...
Puisi

Sampai Kapan

Sampai Kapan amirfath.com, Puisi (14), Jan 2021 - Sampai kapan badai ini meradangMenghancurkan perahuMemecahkan arah anginMerusak jalur gelombangMeretas sungaiMeruntuhkana harapanMeremukkan jalanMelemahkan iman Sampai kapanGelombang ini menghantamMemupuskan masa depanMematikan lampu jalananMembuat gelap perkampunganMembingungkan cita-citaMembuat perih mata Sampai kapanKekejaman ini melandaMenghanguskan kemanusiaanMerintihkan darah di mana-manaMembungkam puisiMenekan perasaanMenjanjikan kematianMemancangkan ketakutanMenggelar ancamanMengumumkan kesombongan TerakhirHanya pasrahKepada AllahHanya doa melangitHanya rintih meraungHanya sunyi merambatTidak ada lagiJalan ke luarSemua jadi perih tak terhinggaDalam dadaDalam getirDalam luka. Amir Faishol FathKalibatapulo1 Januari...