Thursday, August 21

Ujung Akhir Perjalanan Manusia

amirfath.com, Artikel (225), Mar 2023 Alquran banyak berbicara tentang masa depan kehidupan manusia. Apakah dunia ini akan abadi atau berakhir?

Kalau memang abadi mengapa ada kematian? Sebaliknya, jika dunia ini berakhir kapan itu akan terjadi? Lalu ke mana setelah dunia ini berakhir?

Apakah ada pelanet lain yang akan menjadi tempat pelarian bagi manusia? Atau ternyata semua planet akan mengalami kahancuran yang sama?

Bagi mereka yang tidak beriman, banyak membuat spekulasi dan ramalan tentang apa yang akan terjadi di kemudian hari.

Inilah perbincangan yang tidak pernah selesai. Bagi mereka yang tidak beriman, banyak membuat spekulasi dan ramalan tentang apa yang akan terjadi di kemudian hari. Itu mereka lakukan karena kebingungannya.

Alquran hadir untuk memberikan jawaban atas kebingungan tersebut. Tetapi karena mereka tidak mau beriman kepada Alquran, akibatnya semua ramalan yang mereka buat hanyalah kesemuan.

Ronald Reagen pada saat menjabat sebagai peresiden Amerika Serikat, pernah mengumpulkan sejumlah paranormal dengan biaya mahal untuk memprediksi kehidupan yang akan datang. Jawabannya nol karena tidak ada seorang pun yang tahu pasti tentang masa depan kecuali Allah SWT.

Alvin Toffeler sempat menulis buku dengan judul Future Shock. Buku ini sempat menghebohkan dunia karena seakan memberikan jawaban atas apa yang selama ini mereka cari.

Berbagai penelitian dilakukan untuk menemukan planet alteratif, jika kelak bumi mengalami kehancurannya. Tetapi hasilnya belum pasti, karena mereka hanya bersandar kepada perkiraan (wa maa lahum min ‘ilmin iy yattabi’uuna illazh zhanna).

Apapun yang hanya disandarkan kepada akal semata pasti hasilnya tidak akan pernah mencapai kebenaran hakiki (wa innazh zhanna laa yughnii minal haqqi syaiaa) (QS an-Najm [53]: 28).

Hari kiamat adalah masa depan yang pasti bagi manusia. Alquran banyak sekali membicarakan hakikat tersebut. Beberapa surah telah diberi nama hari Kiamat (Hari Kebangkitan selatah mati) dengan beragam istilah sesuai dengan sisi yang akan dialaminya nanti.

Nama “al-Ghasyiah” satu akar dengan kata ghasyia yaghsya (tertutup). Orang Arab kadang menggunakannya untuk orang pingsan dengan istilah saqatha maghsyian. Artinya kejadian kiamat tersebut akan membuat siapa pun yang menyaksikannya jatuh pingsan karena kerasnya benturan antar planet yang sangat menggetarkan.

Surah an-Naba’ (berita besar) memberikan makna penting bahwa berita tentang hari kiamat harus diketahui semua manusia agar mempersiapkannya dengan amal saleh.

Nama al-Waqiah dari kata waqa’a (pasti terjadi) memberikan pesan bahwa datangnya hari kiamat adalah keniscayaan. Sekalipun tidak ada seorang pun manusia yang percaya kepadanya, kiamat pasti akan datang.

Nama surah al-Qaariah satu akar dengan kata qara’a (menggetarkan) maksudnya menggetarkan hati (tuqri’ul quluub). Siapa pun yang menyaksikannya pasti akan tergetar hatinya penuh ketakutan.

Bukan getaran biasa tetapi getaran luar biasa. Sebab, itu belum pernah terjadi sebelumnya. Surah al-Qariah mengulang penegasannya sampai tiga kali. 

Pertama, redaksi mubtada’ berupa deklarasi al-qaariah untuk memberikan aba-aba bahwa hari yang dahsyat itu pasti datang. Lalu redaksi istifham berupa pertanyaan mal qaari’ah (apa itu al-qaariah?) untuk menunjukkan bahwa hari kiamat tersebut adalah kejadian luar biasa.

Setelah itu istifham lain lagi, wa maa adraaka mal qaari’ah (tahukan kamu apa itu al-qaariah) (QS al-Qari’ah [101]: 1-3) untuk menggambarkan bahwa kajadiannya sangat dahsyat.

Lebih dalam, surah al-Qariah menyebutkan kondisi manusia bagaikan laron yang beterbangan kal faraasyil mabtsuts (QS al-Qariah [101]:4). Lihatlah laron agar Anda tahu bagaimana nasib Anda kelak jika kiamat terjadi, terbang ke sana ke mari tanpa arah, kadang meninggalkan sayapnya, membentur cahaya dan sebagainya.

Sungguh seandainya tidak ada laron niscaya kita tidak akan penah mengerti ayat ini.

sumber : https://www.republika.id/posts/38461/ujung-akhir-perjalanan-manusia

About Post Author