Thursday, July 17

Author: Dr. Amir Faishol Fath

Fiqih

HUKUM BERMADZHAB

HUKUM BERMADZHAB amirfath.com, Fiqih (22), Juni 2025 - Pertanyaan:Sebagian orang menolak bermadzhab dengan alasan bahwa kita cukup langsung merujuk kepada Al-Qur’an dan Sunnah tanpa melalui pendapat para ulama mazhab. Bagaimana kita menyikapi perndapat ini? Jawaban:Pernyataan ini tampak benar secara lahiriah, namun keliru secara metodologi, historis, dan keilmuan. Berikut ini jawaban atas penolakan tersebut: (1). Bermadzhab bukan berarti mendewakan ulama. Bermadzhab adalah mengikuti metode dan ijtihad ulama mujtahid, bukan menganggap mereka maksum. Imam Syafi’i sendiri berkata: qawlii shawab yahtamilul khatha’wa qawlu ghairii hkatha’yahtamilish shawab (Pendapatku benar namun mungkin salah, dan pendapat orang lain salah namun mungkin benar). (2). Bermadzhab adalah kebutuhan, ...
Fiqih

MASALAH WANITA HAIDH MEMBACA AL-QURAN

MASALAH WANITA HAIDH MEMBACA AL-QURAN amirfath.com, Fiqih (21), Juni 2025 - Pertanyaan: Apa hukum membaca Al-Qur’an bagi wanita haidh dan orang junub?Jawaban: Diharamkan membaca Al-Qur;an bagi orang yang junub. Mayoritas ulama (jumhūr al-ulamā’) dari mazhab Hanafī, Mālikī, Syāfi’ī, dan Hanbalī sepakat bahwa orang yang junub tidak diperbolehkan membaca Al-Qur’an sampai ia mandi janabah. Ini berdasrkan dalil-dalil berikut: Pertama, hadis dari Ali bin Abi Thalib ra., bahwa Nabi saw. tidak terhalangi dari Al-Quran kecuali dalam keadaan Junub (kanan nabiyyu shallahu alaihi wa sallama laa yahjubuhuu ánil quran syaiun illal janaabatu) (HR. Abu Dawud no. 229, Ibnu Majah, Ahmad; hadits hasan menurut sebagian ulama). Kedua, kaidah umum yang mengatakan: Orang junub adalah dalam keadaan hadas be...
Fiqih

MASALAH ISTIWA

MASALAH ISTIWA amirfath.com, Fiqih (20), Juni 2025 - Pertanyaan:Apa maksud itiwa-Nya Allah di atas Arsy ? Bagaimana cara memahamninya ?Jawaban:Ayat yang sering dijadikan dasar oleh sebagian kalangan untuk menetapkan sifat “bertempat” bagi Allah adalah ayat-ayat seperti firman Allah : Ar Rahmanu álal arsyis tawa (Allah Ar-Rahman beristiwa di atas ‘Arsy (QS. Taha: 5). Kaum mujassimah atau mereka yang memahami teks ini secara harfiah menganggap bahwa Allah benar-benar bersemayam secara fisik di atas ‘Arsy. Di sini ketika mereka ditanya apakag arsy itu mahluk ataubukan? Mereka menjawab Allahun a’lam (Alah yang tahu). Padahal dalam definisi kemakhlukan dikatakan bahwa kullu majuudin siwallahi fahuwa makhluuqun (semua yang ada selain Allah itu adalah makhluk). Maka jika dikatkan bahwa Al...
Fiqih

APA HUKUM MELAFALKAN NIAT ?

APA HUKUM MELAFALKAN NIAT ? amirfath.com, Fiqih (19), Juni 2025 - Pertanyaan:Pak Ustdaz, apa hukum melafalkan niat dalam ibadah seperti shalat, puasa, dan ibadah lainnya?Jawaban :Niat merupakan syarat sah dalam banyak ibadah, termasuk shalat, puasa, zakat, haji, dan sebagainya. Dalinya adalah hadits nabi saw. innamal a’maallu bin niyyati wa innamaa likullimriin maa nawaa (sesungguhnya setiap amal harus disertai dengan niat, dan setiap orang akan mendaptakan balasan atas amalnya sesuai dengan niatnya) (HR. Bukhari Muslim). Semua ulama sepakat bahwa niat tempatnya di hati. Tetapi pertanyannya apakah boleh melafalkannya? Sebagian ulama membolehkan melafalkan niat dengan lisan sebagai alat bantu hati untuk lebih menghadirkan maksud ibadah. Ini disarkan atas kaidah: maa yuíinu ilal mathluu...
Jangan Terkecoh Dosa
Artikel

Jangan Terkecoh Dosa

Jangan Terkecoh Dosa amirfath.com, Artikel (286),Mei 2025 Banyak orang menyangka ketika dimudahkan urusan dunianya, ia telah mencapai sukses. Padahal dalam hidupnya sehari-hari masih lebih menyukai dosa daripada ketaatan kepada Allah SWT. Ada seorang wanita yang baru saja insaf dan telah mulai memakai jilbab. Tidak lama setelah itu, usahanya bangkrut dan di saat yang sama ikatan rumah tangganya hancur. Dengan kejadian tersebut, ia mengambil kesimpulan bahwa jilbab yang dikenakan telah membawa bencana bagi usahanya. Akibatnya, ia kembali ke masa lalunya, bebas membuka aurat dan hidup dalam kemasiatan tanpa batas. Teman-temannya segera memberikan nasihat agar tetap bertahan dalam ketaatan. Bahwa apa yang ia alami hanyalah ujian, bukan karena hijrahnya ke jalan yang benar. Nam...
Fondasi Mendidik Anak pada Era Digital Ala Ustaz Amir Faishol Fath
Artikel

Fondasi Mendidik Anak pada Era Digital Ala Ustaz Amir Faishol Fath

Fondasi Mendidik Anak pada Era Digital Ala Ustaz Amir Faishol Fath amirfath.com, Artikel (284),November 2023 Bagi banyak orang tua, mendidik anak pada era digital, terasa lebih menantang dibanding pada era sebelumnya. Namun, menurut Juri Hafidz Indonesia Ustaz Dr Amir Faishol Fath, sejatinya cara mendidik anak pada zaman digital sama saja dengan cara mendidik anak pada zaman jahiliyah. Menurut dia, tidak ada yang berubah. “Manusianya sama, itu-itu juga. Tidak ada yang berubah,” ujar Ustaz Amir dalam acara talkshow keluarga Barakah Parenthood in Digital Era, Islamic Book Fair 2023, di Jakarta, Ahad (24/9/2023).  Fondasi utama dalam mendidik anak, Ustaz Amir mengungkapkan, adalah membangun tauhid. Orang tua mengajarkan anak bergantung kepada Allah, men...
Ustaz Amir Faishol Fath, Raih Berkah Bulan Alquran
Artikel

Ustaz Amir Faishol Fath, Raih Berkah Bulan Alquran

Ustaz Amir Faishol Fath, Raih Berkah Bulan Alquran amirfath.com, Artikel (283),November 2023 Para ulama menggelari Ramadhan sebagai Syahr al-Qur’an. Predikat tersebut tidak hanya berarti bahwa Alquran diturunkan pada bulan nan suci ini. Dengan sebutan itu, mereka mengajak umat Islam untuk sebaik mungkin meningkatkan interaksi dengan Kitabullah. Pengasuh Pondok Pesantren Fath Sukawangi, Bogor, Jawa Barat, Ustaz Amir Faishol Fath, mengatakan, kemuliaan Ramadhan tidak terlepas dari Alquran. Ia pun mengimbau kaum Muslimin untuk berlomba-lomba membaca, mengkhatamkan, menghafal, serta merenungi ayat-ayat suci. “Disebut Syahr al-Qur’an karena Allah berfirman dalam surah al-Baqarah ayat 185, yang menegaskan bahwa bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Alquran,” ujar ahli ilm...
Visi Risalah Kenabian dan Palestina
Artikel

Visi Risalah Kenabian dan Palestina

Visi Risalah Kenabian dan Palestina amirfath.com, Artikel (282),November 2023 Tampak sekali bahwa visi risalah kenabian ada hubungannya dengan Palestina dan Masjid al-Aqsha yang ada di dalamnya. Dalam surah al-Isra ayat 1, Allah SWT menggandeng antara Masjid al-Haram di Makkah dengan Masjid al-Aqsha dalam satu ayat. "Subhaanallazdii asraa bi’abidhii lailan minal misjidil haram ilal masjidil aqshalladzii baaraknaa haulahu". Ayat ini menggambarkan tentang peristiwa agung, yaitu Isra dan Miraj Rasulullah SAW. Allah SWT memberangkatkan Rasul-Nya dari Masjid al-Haram di Makkah ke Masjid al-Aqsha di Palestina. Lalu setelah itu, Allah SWT menaikkannya ke langit lapis ke tujuh, kemudian ke Sidratil Muntahaa, suatu tempat tertinggi yang tidak ada seorang pun sampai ke sana,...
Hakikat Rezeki dan Ridha
Artikel

Hakikat Rezeki dan Ridha

Hakikat Rezeki dan Ridha amirfath.com, Artikel (281),September 2023 Setiap orang harus mempunyai kepribadian yang sudah Allah SWT titipkan kepadanya. Dari kepribadian tersebut, Allah SWT sediakan rezekinya. Karena itu, janganlah seseorang ikut-ikutan kepribadian orang lain. Jadilah Anda sebagai pribadi yang sebenarnya. Tidak perlu Anda meniru pribadi orang lain. Sebab, masing-masing orang membawa nasibnya sendiri-sendiri. Tidak semua nasib orang lain bisa dipaksakan menjadi nasib Anda. Orang yang suka meniru orang lain, ia tidak akan pernah menemukan dirinya sendiri. Tidak semua nasib orang lain bisa dipaksakan menjadi nasib Anda. Orang yang suka meniru orang lain, ia tidak akan pernah menemukan dirinya sendiri. Ingat bahwa Allah SWT telah menyiapkan rezeki bagi masi...
Dari Mana Datangnya Rezeki
Artikel

Dari Mana Datangnya Rezeki

Dari Mana Datangnya Rezeki amirfath.com, Artikel (280),September 2023 Surah adz-Dzariyat dibuka dengan sumpah yang di dalamnya menegaskan bahwa hanya Allah SWT yang memberikan rezeki dan mencegahnya. Para ulama tafsir ketika menerangkan tentang sumpah-sumpah Allah SWT dalam Alquran itu untuk menunjukkan keagungan-Nya. Maka ketika Allah SWT bersumpah angin dan awan itu membuktikan bahwa sesuatu tersebut sangat agung bagi-Nya. Perhatikan Allah SWT membuka sumpah-Nya dengan angin yang membuyarkan awan sehingga tidak terjadi hujan (Wadzdzaariyaati dzarwaa). Lalu dilanjutkan dengan sumpah berikutnya, yaitu awan yang menggumpal yang datang darinya hujan (Falhaamilaati wiqraa) (QS adz-Dzariyat: 1-2). Maka ketika Allah SWT bersumpah angin dan awan itu membuktikan bahwa sesua...