Thursday, November 27

Tag: bulan

Angan-Angan Palsu
Artikel

Angan-Angan Palsu

Angan-Angan Palsu amirfath.com, Artikel (206), Jan 2023 Di bagian akhir surah al-Ma'arij [70] ayat: 36-44, Allah SWT merekam perilaku orang-orang kafir Makkah yang pura-pura berkumpul di majelis Rasulullah SAW, tetapi bukan untuk mendengarkan apa yang Nabi SAW sampaikan. Mereka berkumpul di majelis Rasulullah SAW untuk mengganggu, dengan cara membuat halaqah-halaqah lain, berkelompok-kelompok, sebagian menghadap ke kanan dan sebagian yang lain menghadap ke kiri (famaa lilladziina kafaruu qibalaka muhthi’iin, ‘anil yamiini wa ‘anisysyimaali ‘iziin). Kata muhthi’iin (bersegera) maksudnya bersegera menghindari majelis taklim Nabi SAW. Makna ‘iziin adalah berpencar-pencar membuat pertemuan-pertemuan lain dengan obrolan yang isinya untuk menghina Nabi SAW....
Shalat dan Kebahagiaan Hakiki
Artikel

Shalat dan Kebahagiaan Hakiki

Shalat dan Kebahagiaan Hakiki amirfath.com, Artikel (205), Jan 2023 Dalam surah al-Maarij [70] ayat: 19-35, Allah SWT menggambarkan tentang sifat manusia yang tidak stabil. Di satu sisi mudah berkeluh kesah dalam kondisi sulit (idzaa massahusy syarru jazuu’aa), di sisi lain ia mudah bersikap bakhil dalam kondisi lapang (wa idzaa massahul khairu manuu’aa). Kata jazuu’aa (berkeluh kesah) atau manuu’aa (bakhil) keduanya berbentuk superlatif yang menunjukkan makna berlebihan. Artinya, dalam dua kondisi tersebut manusia secara umum mudah berlebihan bersedih atau kikir. Untuk keluar dari kondisi tersebut, Allah SWT memberikan solusi, yaitu dengan menegakkan shalat (illal mushalliin, alladziina hum ‘alaa shalaatihim daaimuun). Kata daaimuun&nb...
Neraka yang Sangat Mengerikan
Artikel

Neraka yang Sangat Mengerikan

Neraka yang Sangat Mengerikan amirfath.com, Artikel (204), Jan 2023 Setelah menggambarkan tentang para pendosa yang berangan-angan kelak di akhirat bisa membayar denda agar selamat dari azab, dalam surah al-Ma'arij, Allah SWT memastikan bagi mereka adalah neraka “kallaa innahaa lazhaa” (QS al-Ma'arij [70]: 15). Kata “kallaa” mengandung makna penolakan bahwa angan-angan tersebut tidak akan pernah bisa mereka dapatkan. Imam Ar Razi mengatakan, denda sebesar apapun yang mereka persiapkan tidak akan mampu menyelamatkan mereka dari siksa neraka. Dalam surah Ali Imran ditegaskan, orang-orang kafir yang mati dalam keaadan tidak beriman maka tidak akan diterima tebusan sebesar apa pun, sekalipun berupa emas sepenuh dunia dan seisinya (QS Ali-Imran [3]: 91). Azab Allah SW...
Penyesalan Terbesar di Akhirat
Artikel

Penyesalan Terbesar di Akhirat

Penyesalan Terbesar di Akhirat amirfath.com, Artikel (203), Jan 2023 Masih banyak orang yang hanya memikirkan kehidupan dunia. Padahal dunia ini hanyalah sementara. Semua makhluk di dunia ini akan berakhir. Karena itu, Alquran tidak pernah memuji dunia. Kadang disebutkan sebagai kenikmatan yang menipu “mataa’ul ghuruur” (QS Ali Imran [3]: 185), senda gurau dan permainan “la’ibuw walahwun” (QS al-An'am [6]: 32). Bagi yang bernegah-megahan dengannya dianggap lalai “alhaakumut takatsur” (QS a-Takatsur [102]: 1). Itu pun masih banyak orang yang tertipu oleh dunia. Bahkan, mereka beranggapan bahwa orang yang terkaya itu adalah yang paling sukses.  Di sisi lain, Alquran banyak mengagungkan kehidupan akhirat sebagai tujuan yang hakiki. “Wa innad daaral akhirat...
Memaknai Hijrah
Artikel

Memaknai Hijrah

Memaknai Hijrah amirfath.com, Artikel (202), Jan 2023 Sebuah ayat dalam surah al-Muzzammil menyebutkan tentang perintah berhijrah, "Washbir ‘alaa maa yaquuluuna wahjurhum hajran jamiilaa" (Bersabarlah atas apa yang mereka katakan dan berhijrahlah dari mereka dengan baik) (QS al-Muzzammil [73]: 10). Ayat ini sejatinya adalah pesan untuk Nabi SAW setelah mendapatkan cercaan dan ancaman dari orang-orang kafir Makkah karena dakwahnya mengajak kepada tauhid. Yaitu agar Nabi SAW tetap bersabar dan melakukan hijrah. Kata "Uhjurhum" maknanya perintah untuk meninggalkan sesuatu ke sesuatu yang lain. Maksudnya adalah agar Nabi SAW meninggalkan kaumnya yang telah menyakitinya. Tentu ini tindakan yang sangat berat karena harus memutuskan tali kekerabatan dan silaturah...
Waktu Terbaik untuk Ibadah
Artikel

Waktu Terbaik untuk Ibadah

Waktu Terbaik untuk Ibadah amirfath.com, Artikel (201), Jan 2023 Dalam surah al-Muzzammil, Allah SWT menunjukkan bahwa ada waktu siang dan malam yang silih berganti. Di waktu malam sebaiknya diisi dengan perbanyak shalat malam dan membaca Alquran dengan tartil, “Wa rattilil quraana tartiilaa” (QS al-Muzzammil [73]: 4). Sebab, pada saat itu hati masih terbuka dan siap menerima pesan-pesan iman, “Inna naasyiatallaili hiya asyaddu wathaw wa aqwamu qiilaa” (QS al-Muzzammil [73]: 6). Kata “nasyiah” dari kata “nasyaa” (bangkit) maksudnya bangun untuk menegakkan ibadah. Di dalamnya ada makna perjuangan, sebab untuk bangun malam harus melawan kantuk dan kenyamanan tidur yang sangat berat. Apalagi sedang berada dalam selimut. Karena itu, cara melawannya harus disingkirkan lebi...
Agar Tetap Kuat Menaati Allah
Artikel

Agar Tetap Kuat Menaati Allah

Agar Tetap Kuat Menaati Allah amirfath.com, Artikel (200), Jan 2023 Tabiat hidup harus ada aturan. Allah SWT yang menciptakan langit dan bumi serta seluruh kehidupan di dalamnya telah meletakkan aturan yang jelas. Bahwa tidak ada sekecil apa pun di alam semesta ini kecuali ada pertanggungjwabannya. “Famay ya’mal mitsqaala dzarratin khairay yarah, wamay ya’mal mitsqaala dzarratin syarray yarahu” (QS al-Zalzalah [99]: 78). Bahwa siapa pun yang berbuat kebaikan atau keburukan sebesar zarrah, masing-masing ada perhitungannya. Para ulama meringkas aturan tersebut dengan dua istilah: “halalun wa haramun” (halal dan haram). Apa yang diperintahkan dan dibolehkan oleh Allah disebut halal dan apa yang dilarang oleh-Nya disebut haram. Untuk mengikuti aturan tersebut sangatlah b...
Indahnya Shalat Malam
Artikel

Indahnya Shalat Malam

Indahnya Shalat Malam amirfath.com, Artikel (199), Jan 2023 Allah SWT sangat sayang kepada hamba-Nya. Karena itu, Allah SWT panggil mereka agar mendekat kepada-Nya. Surah al-Muzzammil diturunkan untuk membawa pesan ini, “Yaa ayyuhal muzzammil qumillaila illaa qaliilaa” (Wahai yang berselimut bangunlah malam dan tidurlah sedikit) (QS al-Muzzammil [73]: 1-2). Panggilan ini menggambarkan kasih sayang-Nya yang sangat tinggi agar hamba-Nya tidak terlena dengan dunia. Sebab, Allah SWT yang menciptakannya pasti tahu tabiat manusia sebagai makhluk-Nya, bagaimana seharusnya mereka menggapai kebahagiaan. Bahwa jalan kabahagian satu-satunya adalah hanya mendekatkan diri kepada-Nya. Terutama di malam hari, karena itu Allah perintahkan dalam surah ini “qumillaila” (bangunlah malam). ...
Memburu Ridha Allah
Artikel

Memburu Ridha Allah

Memburu Ridha Allah amirfath.com, Artikel (198), Jan 2023 Ada beberapa istilah kunci dalam surah al-Lail yang tampak seakan bertolak belakang antara satu dengan lainnya. Semua istilah tersebut menyebar dalam surah dari awal sampai akhir. Masing-masing istilah mewakili dirinya sendiri dengan karakter khusus dan makna yang berbeda. Lihatlah kata "al-lail" (malam) dan lawan katanya, yaitu "an-nahaar" (siang), "adz-dzakaru" (laki-laki) dan "al-untsa” (perempuan). Kemudian "a’thaa” (berbagi) dan "bakhila” (kikir), “ittaqaa” (bertakwa) dan “istaghnaa” (merasa kaya dan tidak butuh Allah), “shaddaqa” (membenarkan) dan “kadzdzaba” (mendustakan), “alyusraa” (kemudahan) dan “al’usraa” (kesengsaraan). Berikutnya, “alakhiratu” (akhirat) dan “aluulaa” (dunia), “alasyaqaa” (manusia palin...
Kesombongan akan Menghalangi Ilmu
Artikel

Kesombongan akan Menghalangi Ilmu

Kesombongan akan Menghalangi Ilmu amirfath.com, Artikel (197), Desember 2022 Setelah membahas tentang pentingnya mencari ilmu dengan perintah iqra', surah al-Alaq menegaskan bahwa kesombongan dengan harta adalah penghalang untuk mendapatkan ilmu. Alasannya, orang yang kaya biasanya merasa cukup dengan apa yang dimilikinya. Allah berfirman, Kalla innal insaana layathgha, arra aahustaghnaa" (QS 96: 6-7). Kata al-insaansekalipun berben tuk umum, tetapi maksudnya definitif, yaitu orang kafir. Artinya, dengan harta seorang bisa jadi jatuh da lam kekafiran. Ditambah dengan ka ta istaghnaayang menggambarkan bahwa dengan kekayaan seseorang cenderung merasa cukup tanpa Allah. Dari sini ia akan mudah menyimpang layatgha. Huruf innadan lammenguatkan hakikat tersebut. Lalu surah al-Alaq,...