AL-QURAN SEBAGAI PEMANDU HIDUP (IMAM)
amirfath.com, Artikel (293), Januari 2026 – Oleh: Dr. Amir Faishol Fath, Pakar Tafsir Al-Quran. Pengurus Pusat MUI Bidang Dakwah, dan CEO Fath Institute. Dalam doa yang kerap kita panjatkan setelah membaca Al-Quran terdapat permohonan:
واجعله لنا إمامًا ونورًا وهدى ورحمة
“Jadikanlah Al-Quran bagi kami sebagai pemimpin, cahaya, petunjuk, dan rahmat.”
Kata imam di sini bermakna pemandu yang menjadi rujukan dan mengantarkan kepada kebenaran. Al-Quran merupakan panduan dalam akidah, ibadah, dan akhlak. Surah Fushshilat ayat 42 menegaskan:
لَّا يَأْتِيهِٱلْبَٰطِلُ مِنۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَلَا مِنْ خَلْفِهِۦ تَنزِيلٌ مِّنْ حَكِيمٍ حَمِيدٍ
“Kebatilan tidak akan datang kepadanya (Al-Quran) dari depan maupun dari belakang, yang diturunkan dari (Tuhan) Yang Mahabijaksana, Maha Terpuji.” (QS. Fushshilat: 42)
Ayat ini merupakan jaminan kebenaran Al-Quran. Allah telah menjaganya dari segala bentuk penyimpangan. Syaikh As-Sa’di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa setan, baik dari kalangan jin maupun manusia, tidak akan mampu menyusupkan kebatilan ke dalam Al-Quran, baik dengan mengurangi, menambah, atau memalsukan ayat-ayatnya.
Surah Fushshilat menekankan agar kita mengikuti petunjuk Al-Quran secara total, tanpa berlambat-lambat. Apa yang diperintahkan Al-Quran harus ditaati, dan apa yang diharamkannya harus dijauhi. Kecelakaan umat terdahulu terjadi karena mereka kerap mempertanyakan ketetapan Allah dan berusaha menghindar. Allah berfirman:
وَمَا كَانَلِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥٓ أَمْرًا أَن يَكُونَ لَهُمُ ٱلْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ
“Dan tidaklah pantas bagi laki-laki yang beriman dan perempuan yang beriman, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada pilihan (yang lain) bagi mereka tentang urusan mereka.” (QS. Al-Ahzab: 36)
Artinya, jika ketetapan Allah dan Rasul-Nya telah datang, tidak ada ruang untuk mencari jalan lain.
Dalam Surah Fushshilat ayat 44, Allah berfirman:
قُلْهُوَ لِلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ هُدًى وَشِفَآءٌ
“Katakanlah, ‘Al-Quran itu adalah petunjuk dan penyembuh bagi orang-orang yang beriman.’” (QS. Fushshilat: 44)
Imam Az-Zamakhsyari menjelaskan bahwa hudan berarti petunjuk yang mengantarkan kepada kebenaran, sedangkan syifā’ (kesembuhan) berkaitan dengan lanjutan ayat: limā fīṣ-ṣudūr – untuk (menyembuhkan) apa yang ada dalam dada. Maksudnya, kesembuhan dari penyakit hati seperti dengki, sombong, kebencian, dan keraguan terhadap kebenaran Al-Quran.
Imam Al-Qurthubi menyebutkan bahwa ayat ini diperkuat oleh Surah Al-Isra’ ayat 82:
وَنُنَزِّلُمِنَ ٱلْقُرْءَانِ مَا هُوَ شِفَآءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ وَلَا يَزِيدُ ٱلظَّٰلِمِينَ إِلَّا خَسَارًا
“Dan Kami turunkan dari Al-Quran (sesuatu) yang menjadi penyembuh dan rahmat bagi orang-orang yang beriman, sedangkan bagi orang-orang yang zalim (Al-Quran itu) hanya akan menambah kerugian.” (QS. Al-Isra’: 82)
Dari penjelasan ini tampak bahwa Al-Quran adalah imam (pemimpin), bukan makmum yang mengikuti pemikiran manusia. Tugas ulama adalah mengikuti petunjuk Al-Quran, bukan menjadikannya pengikut pemikiran mereka. Kesuksesan para sahabat Rasulullah ﷺ disebabkan karena mereka mengikuti Al-Quran sepenuh hati, tanpa mencari alasan untuk menghindar. Ketika ayat tentang haramnya khamar turun, mereka segera membuang semua persediaannya. Begitu pula saat ayat tentang haramnya zina turun, mereka segera menjauhinya.
Syaikh Muhammad Al-Ghazali dalam kitab Kaifa Nata‘āmal ma‘al Qur‘ān mengatakan, ketika generasi awal menjadikan Al-Quran sebagai imam, mereka tampil sebagai pemimpin dunia yang mengagumkan. Mereka diangkat setinggi derajat Al-Quran yang tak tertandingi. Berbeda dengan sebagian muslim akhir-akhir ini yang menjadikan Al-Quran sebagai makmum—bukan rujukan utama, melainkan penguat pemikiran mereka sendiri. Mereka memaksa Al-Quran turun derajat mengikuti keinginan hawa nafsu. Akibatnya, mereka pun terjatuh ke derajat yang rendah (asfala sāfilīn).
Info:
· Umrah Kafilah Iman: 081584332101
· Infak Yayasan Fath Qurani Center / Bank Muamalat: 3820004191
Note:Bantu sebarkan tulisan ini, semoga menjadi sebab keberkahan.