Takwa dan Keagungan Bulan Rajab
amirfath.com, Khutbah (05), Feb 2023 – Allah sangat sayang hambaNya, maka tidak pantas kita menjauh dariNya. Allah telah mengurus kita, maka tidak pantas kita jual mahal kepadaNya. Jangan sekali-kali kita merasa berat melaksanakan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Tunjukkan bahwa kita merasa senang melangkahkan kaki menuju masjidNya. Jangan hanya di hari jum`at kita ke Masjid, karena sebaik-baik tempat di muka bumi adalah Masjid. Kita buktikan bahwa kita butuh Allah, karena itu kita mengagungkanNya, mendekatkan diri kepadaNya. Jadikan Masjid ini tempat kita bersujud, berdzikir, dan memanjatkan segala harapan hanya kepadaNya. Tidak ada yang bisa kita lakukan tanpa pertolonganNya.
Sebaik-baik hamba adalah yang senantiasa mendekatkan dirinya kepada Allah swt. Caranya minmal lakukanlah sholat fardhu lima kali dalam sehari. Bagi kaum laki-laki tegakkanlah shalat fardhu tersebut dengan berjamaah di
masjid. Allah sangat sayang kepada kita sebagai hamba-Nya sehingga kita dijaga dengan program harian yang sangat rapi. Allah ingin kita menjadi pemimpin di rumah-rumah kita, pemimpin di masyarakat, pemimpin di sebuah negeri. Karena itu bersungguh-sungguhlah kita taat kepada Allah. Jangalah sekali-kali menjadi pemimpin yang mengutamakan hawa nafsunya. Apa yang diperintahkan Allah kerjakanlah dan apa yang dilarangNya jauhilah. Inilah Makna taqwa.
Sekarang kita menyaksikan betapa banyak orang yang menganggap remeh apa yang Allah larang sehingga begitu mudah jatuh ke dalam maksiat. Mudah korupsi, mudah berzina, mudah mabok dan sebagainya. Bila ditanya agamanya apa, ia menjawab aku seorang muslim. Sungguh sangat penting jika setiap Jumat khatib menginatkan agar bertakwa kepada Allah:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim” (QS. Ali Imran: 102)
Mengapa kita harus bertaqwa? Karena hanya taqwalah yang bisa menyelamatkan kita di dunia dan di akhirat. Silahkan seseorang mencari kebahagiaan di balik rumah yang megah, mobil yang mewah dan taman yang indah, sungguh semua itu tidak akan bisa memberikan kebahagiaan. Kebahagiaan sejati adalah hanya dengan mendekatkan diri kepada Allah swt.
Allah mengawal manusia, jangan sampai manusia salah jalan. Allah mengutus nabi-nabi untuk membimbing manusia sampai jumlahnya 124.000 nabi dan 300 rasul. Nabi terakhir adalah Rasulullah saw. Setelah Rasulullah saw. wafat, Allah siapkan generasi, yang jumlahnya begitu banyak, untuk mengawal umat ini jangan sampai salah jalan. Pertama-tama generasi sahabat, lalu generasi Tabi`in. Setelah itu generasi Tabi`it Tabi`in. Lalu sampai saat ini Allah siapkan ulama-ulama yang ikhlas berdakwah dan mengajarkan ilmu siang dan malam. Semuanya itu menjaga umat ini agar tetap istiqamah di jalanNya.
Selain program harian sholat lima waktu, ada juga program pekanan. Kita disunnahkan untuk puasa senin dan kamis. Khusus laki-laki diwajibkan berkumpul sepekan sekali melaksanakan sholat jum`at. Ada juga program bulanan di mana kita disunnahkan untuk puasa ayyamul bidh tiga hari berturut-turut yaitu tanggal 13,14,15 setiap bulan hijriah. Kemudian ada program Tahunan di mana kita diwajibkan untuk berpuasa pada bulan Ramadhan. Kini kita sudah berada di bulan rajab karena itu kita berdo`a:
اللهم بارك لنا في رجب وشعبان، وبلغنا رمضان
“Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan”
Bulan Rajab adalah bulan diantara empat bulan yang paling diagungkan oleh Allah yaitu: Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab. Siapa yang berbuat dosa pada bulan rajab, maka dosanya akan dilipatgandakan. Karena itu jangan coba-coba menodai bulan rajab ini dengan maksiat. Gunakanlah bulan Rajab ini untuk menanam kebaikan. Perbanyaklah puasa sunnah seperti senin, kamis dan ayyamulbidh. Perbanykalah shalat malam seperti shalat tahajjud dan witir. Ibarat menaman pohon bulan Rajab ini bulan menanam ibadah-ibadah kebaikan sehingga kelak jika masuk Ramadhan sudah menjadi terbiasa.
Lalu begitu memasuki bulan Sya`ban saatnya kita merawat apa yang telah kita tanam di bulan Rajab karena itu nabi memeprbanyak puasa sunnah di bulan Sya`ban. Dalam hadits disebutkan, Aisyah berkata:
لَمْ يَكُنِ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ شَهْرًا أَكْثَرَ مِنْ شَعْبَانَ، فَإِنَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ
“Belum pernah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa satu bulan yang lebih banyak dari pada puasa bulan Sya’ban. Terkadang hampir beliau berpuasa Sya’ban sebulan penuh” (HR. Bukhari dan Muslim).
Pemirsa Rahimakumullah
Bulan Ramadhan adalah bulan menuai apa yang telah kita tanam di bulan Rajab dan kita rawat di bulan Sya`ban. Karena itu kebiasaan puasa sunnah, dan shalat malam selama Rajab dan Sya`ban, akan terasa semakin indah di bulan Ramadhan. Lebih dari itu ketika kita memperbanyak membaca Al-Qur`an, karena bulan Ramadhan adalan bulan Al-Qur`an.
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِ
“Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil)” (QS. Al-Baqarah: 185)
Dahulu para ulama, di bulan Ramadhan mengkhususkan diri mengkhatamkan Al-Qur`an. Sangat masyhur Imam Syafi`i selalu mengkhatamkan Al-Qur`an enam puluh kali selama Ramadhan. Imam Ad-Dhohak mengkhatamkan Al-Qur`an lima puluh sembilan kali selama Ramadhan. Bagi kita minimal Jangan sampai ada hari, jam dan waktu terlewatkan tanpa Al-Qur`an selama Ramadhan. Oleh karena itu, sebelum masuk Ramadhan lakukanlah persiapan agar selama Ramadhan tidak KO. Ini yang kata nabi:
كَمْ مِنْ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوْع وَالْعَطْش
“Berapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan sesuatu dari puasanya kecuali rasa lapar dan dahaga” (HR An-Nasa’i)
Ingat, segala sesuatu harus ada persiapannya. Seorang petinju harus berlatih lebih dahulu sebelum bertanding di atas ring. Bayangkan apa yang akan terjadi jika seorang petinju tiba-tiba naik ke ring tanpa persiapan sebelumnya. Bisa dipastikan ia akan mudah dikalahkan. Sama dengan Ramadhan, ketika seorang hamba tiba-tiba masuk Ramadhan tanpa persiapan sebelumnya, bisa terjadi ia akan mengalami kekagetan psikologis. Akibatnya ia tidak ada semangat membaca Al-Qur`an, shalat malam, dan sebagainya. Menjelang maghrib misalnya yang seharusnya digunakan untuk berdzikir malah dihabiskan untuk ngabuburit. Malamnya digunakan untuk nonton padahal itu waktu paling baik untuk qiyamullail. Sungguh ironi pemandangan seperti ini.
(Disampaikan dalam khutbah jum’at di masjid An-Nur Perdatam Jakarta Selatan tanggal 10 Februari 2023.)