Mengapa Harus Takut
amirfath.com, Artikel (216), Feb 2023
Dalam surah al-Hijr ada kisah tentang iblis yang bertekad akan melakukan tipu daya untuk menyesatkan hamba-hamba Allah SWT. Tekad ini dimulai dengan kesombongan iblis sehingga melawan perintah Allah SWT untuk bersujud kepada Nabi Adam.
Iblis beralasan bahwa ia tidak akan bersujud kepada makhluk yang diciptakan dari tanah (lam akun lias juda libasyarin khalaqtahuu min shalshaalin min hamain masnuun). Ini dinyatakan oleh iblis karena ia diciptakan dari api.
Dalam persepsinya, api lebih mulia daripada tanah. Atas tindakannya ini, Allah SWT murka dan mengusirnya dari surga (qaala fakhruju minhaa fa innaka rajiim). Lalu Allah SWT melaknatnya sampai hari kiamat (wa inna ‘alaikalla’natu ilaa yaumiddiin).
Dari sini iblis mulai melakukan manuver untuk menyesatkan anak-anak cucu Nabi Adam. Pertama kali ia minta kepada Allah SWT agar usianya dipanjangkan sampai hari kiamat (qaala rabbi fa anzhirnii ilaa yaumi yuba’tsuun).
Allah SWT menyetujui permintaan tersebut sebagai ujian bagi manusia (qaala fainnaka minal munzhariin). Tetapi penangguhan usia iblis tersebut bukan selamanya, karena tabiat makhluk harus berakhir pada masa yang Allah SWT tentukan (ilaa yaumil waqtil ma’luum).
Penangguhan usia ini benar-benar digunakan oleh iblis untuk memperbanyak jumlah pengikutnya ke neraka dari kalangan jin maupun manusia.
Penangguhan usia ini benar-benar digunakan oleh iblis untuk memperbanyak jumlah pengikutnya ke neraka dari kalangan jin maupun manusia. Iblis sesumbar akan menyesatkan semua jin dan manusia (qaala rabbi bimaa aghwaitanii lauzayyinanna lahum fil ardhi wa laughwiyannahum ajma’iin).
Kata “lauzayyinanna” satu akar dengan kata “zayyana yuzayyinu ziinatun” (menghias dan perhiasan). Kata “fil ardhi” (di bumi) menggambarkan bahwa iblis akan menggunakan kemewahan dunia sebagai sarananya, sehingga menusia terlena dengannya dan lupa akhirat.
Maksud ayat tersebut adalah bahwa iblis akan melakukan segala bentuk tipu daya sehingga manusia merasa dimanja, dihormati, disanjung, dan dimudahkan dalam semua urusannya di muka bumi. Padahal hakikatnya sedang ditimang-timang olehnya untuk kelak menemaninya di dalam neraka.
Tetapi Allah SWT memberikan kabar gembira kepada hamba-hamba-Nya yang ikhlas bahwa iblis tidak akan memapu menguasai mereka (illaa ‘ibaadaka minhumul mukhlashiin).
Untuk ini Allah SWT sebutkan kisah Nabi Ibrahim sebagai contoh pribadi ikhlas yang dengannya ia mendapatkan kabar gembira akan datangnya anak yang alim. Sekalipun secara lahir istri Ibrahim sudah mengalami menopause dan tidak mungkin bisa melahirkan anak (innaa nubasysyiruka bighulaamin ‘aliim).
Begitu juga kisah Nabi Luth yang ikhlas dalam berdakwah, sehingga ia selamat. Sedangkan, kaumnya tertimpa azab karena kesombongan terhadap ajaran Allah SWT (fa adzathumush shaihatu musyriqiin).
Allah SWT memberikan isyarat bahwa mereka yang cerdas tidak akan berbuat dosa yang sama.
Di sini Allah SWT memberikan isyarat bahwa mereka yang cerdas tidak akan berbuat dosa yang sama (inna fii dzaalika laayaatil lil mutawassimiin). Kata “al mutawassimiin” maksudnya orang-orang yang berpikir secara mendalam sehingga ia tidak mudah tergiur oleh dosa dan maksiat karena ia tahu bahayanya.
Surah al-Hijr sejatinya sebuah nama dari permukiman yang ditempati oleh kaum Tsamud (kaumnya Nabi Salih). Mereka sombong dengan cara mendustakan ayat-ayat Allah SWT.
Mereka tidak mau beriman kepada risalah yang dibawa utusan-Nya. Mereka sebenarnya telah mencapai peradaban meterialisme yang tinggi dengan memahat batu-batu gunung menjadi permukiman yang kuat (wa kaanuu yanhituuna minal jibaali buyuutan aaminiin). Namun karena dosa-dosanya, Allah SWT mengazab mereka di waktu pagi (fa akhadzthumush shaihatu mushbihiin).
Dengan bukti-bukti penjagaan tersebut terhadap risalah dan Alquran, masihkah Anda merasa takut wahai orang-orang beriman dengan hinaan dan ejekan orang-orang kafir itu?
sumber : https://www.republika.id/posts/37523/mengapa-harus-takut