Thursday, October 23

Author: Dr. Amir Faishol Fath

Hukum Waris dan Prinsip Keadilan
Artikel

Hukum Waris dan Prinsip Keadilan

Hukum Waris dan Prinsip Keadilan amirfath.com, Artikel (174), Oktober 2022 Surah an-Nisa merekam secara khusus ayat- ayat mengenai hukum waris. Dari ayat 7-14, pembahasan tentang waris sangat detail.Allah langsung yang menjelaskannya untuk menunjukkan pentingnya ketentuan tersebut. Bisa dipastikan ketentuan ini bukan hanya sangat tepat, tetapi juga sangat adil. Berbeda dengan kondisi pada zaman jahiliyah, yang pada waktu itu aturan waris murni buatan manusia. Maka, ketika itu kaum wanita bukan hanya tidak mendapatkan hak warisnya, melainkan mereka sendiri dianggap sebagai bagian dari warisan. Apa pun perubahan zaman, ketentuan hukum waris ini tetap berlaku sepanjang masa. Allah pemilik mutlak alam semesta, Dialah yang paling berhak menentukan aturan dalam menggunakan harta-Nya. ...
Jangan Berlaku Zalim
Artikel

Jangan Berlaku Zalim

Jangan Berlaku Zalim amirfath.com, Artikel (173), September 2022 Terletak setelah surah Ali Imran, dalam susunan mushaf, surah an-Nisa mem berikan pesan agar jangan se kali-kali seorang hamba berbuat zalim. Bahwa tugas pokok orang-orang beriman setelah mengenal fungsi dirinya sebagai pemimpin di muka bumi seperti yang digambarkan dalam surah al- Baqarah, dan setelah menge ta hui bahwa harus mempunyai keteguhan sikap seperti yang dijelaskan dalam surah Ali Imran, maka tidak ada pilihan lagi kecuali berbuat adil kepada siapa saja tan pa membedakan ras, suku, bang sa, dan agama. Keadilan adalah hak semua manusia. Dengan ke adil an alam semesta ini menjadi tegak. Dalam surah an-Nisa adil itu disebut dengan al-adlatau al- qisthlawan katanya adalah azh- zhulm(kezaliman). Di antara ben...
Hakikat Keadilan
Artikel

Hakikat Keadilan

Hakikat Keadilan amirfath.com, Artikel (172), September 2022 Surah an-Nisa diturunkan sesudah al- Mumtahanah. Hal itu mengisyaratkan pesan penting. Tema pokok surah an-Nisa adalah berbuat adil terhadap kaum yang lemah. Karena itu, surah tersebut dinamakan an-nisa, `perempuan', sebagai representasi kaum lemah.Sebagian ulama menyebutkan, surah an-Nisa adalah suratul mustadh'afiin(surahnya kaum dhuafa). Memang, dalam surah ini ada beberapa penyebutan mengenai kaum dhuafa. Tidak hanya memakai istilah an-nisaa, tetapi juga yatama (anak-anak yatim) dalam ayat kedua dalam surah tersebut. Begitu pula sufaha(orang yang belum sempurna akalnya), yakni dalam ayat kelima. Bila diungkapkan hubungan antara surah al- Mumtahanah dan an-Nisa, akan tampak hal-hal yang menarik. Umpamanya, sur...
Toleransi yang Sebenarnya
Artikel

Toleransi yang Sebenarnya

Toleransi yang Sebenarnya amirfath.com, Artikel (171), September 2022 H ampir seperempat dari surah Ali Imran membahas mengenai ahlul kitab, tetapi tidak satu pun ayat yang mengandung ujaran kebencian terhadap agama Yahudi dan Nasrani. Kalaupun ada beberapa ayat mengenai Nabi Isa, itu semua untuk memosisikannya sebagai nabi, bukan sebagai Tuhan. Itu pun disampaikan dengan bahasa yang logis dan objektif.Misalnya, penuturan bahwa tidak mungkin seorang nabi yang diutus Allah mengajak kaumnya agar menyembah dirinya (QS Ali Imran:79). Sebab, tidak masuk akal jika ada seseorang yang dipilih oleh Allah lalu ia berkhianat dan membawa ajaran yang menyimpang. Ketika menjelaskan, tentang keajaiban penciptaan Nabi Isa yang dilahirkan tanpa ayah, surah Ali Imran tidak menganggapnya sebaga...
Perempuan dan Peradaban
Artikel

Perempuan dan Peradaban

Perempuan dan Peradaban amirfath.com, Artikel (170), September 2022 Meski diberi nama Ali Imran (keluarga Imran), surah ini tidak bercerita tentang Imran, tetapi membahas tentang dua orang perempuan yang teguh menyiapkan generasi untuk tegaknya peradaban, yaitu istri Imran dan Maryam binti Imran. Kisah istri Imran sangat mengagumkan. Seorang ibu yang mempunyai semangat untuk menjaga Masjid al-Aqsha. Waktu itu di bawah jajahan Romawi. Cita-citanya sederhana tetapi sangat agung, yaitu ingin melahirkan seorang anak laki-laki, untuk menjadi pengabdi di Masjid al-Aqsha muharraraa. Allah merekam nazar ini: Idz qaalat imraatu imraana rabbi innii nadzartu laka maa fii bathnii muharraraa fataqabbal minnii.(Ingatlah ketika istri Imran berkata: `Ya Tuhanku sesungguhnya aku menazarkan kepad...
Jalan Keluar dari Kegagalan
Artikel

Jalan Keluar dari Kegagalan

Jalan Keluar dari Kegagalan amirfath.com, Artikel (169), September 2022 Pesan penting yang dibahas dalam surah Ali Imran adalah tentang Perang Uhud. Di dalamnya merekam keme nang an kaum Muslimin pada putaran pertama, tetapi setelah itu Allah mencabut kemenangan tersebut karena beberapa sebab, di antara yang paling pokok adalah dosa. Contohnya, pasukan pemanah yang melanggar perintah Nabi agar jangan turun dari bukit pemanah (jabalur rumaat), baik dalam kondisi menang atau kalah.Namun, setelah itu mereka berselisih pendapat. Sebagian menyangka perang sudah selesai, padahal belum ada komando dari Nabi agar turun dari bukit, Hattaa idzaa fasyiltum wa tanaza'tum fil amri wa ashaitum(Pada saat kamu gagal, dan kamu berselisih dalam urusan itu, lalu mendurhakai perintah). (QS Ali Imra...
Cara Membangun Keteguhan Sikap
Artikel

Cara Membangun Keteguhan Sikap

Cara Membangun Keteguhan Sikap amirfath.com, Artikel (168), September 2022 Surah Ali Imran demikian rapi dan sistematis dalam membangun keteguhan sikap. Dimulai dengan penegasan akan kekuasaan Allah yang Maha Hidup dan Terjaga: Allahu laailaaha illaa huwal hayyul qayyuum (QS Ali Imran: 2) untuk me nunjukkan Allah tidak pernah lalai dalam membantu dan melindungi hamba yang bersama-Nya. Diperkuat dengan penegasan tentang Alquran yang pasti benar dan membenarkan kitab-kitab terdahulu dari Allah: Nazzala `alaikal kitaaba bilhaqqi mushaddiqal limaa baina yadaihi. Ini paling tidak membangun rasa percaya diri bagi siapa saja yang mengikuti petunjuk-Nya. Bukan hanya itu, surah Ali Imran juga menegaskan kebenaran Islam sebagai jalan hidup, Innad diina `indallahil islaam (QS Ali Imran:...
Jejak Keteguhan Hati
Artikel

Jejak Keteguhan Hati

Jejak Keteguhan Hati amirfath.com, Artikel (167), Agustus 2022 Surah Ali Imran memberikan solusi bagi yang lemah dalam mempertahankan prinsip. Di antaranya, jangan terlena dengan godaan syahwat. Pada ayat 14, digambarkan: Zuyyina linnaasi hubusy syahawati minan nisaa (Dibuat indah bagi manusia apa yang diinginkan syahwatnya seperti wanita-wanita). (QS Ali Imran: 14). Kata zuyyinamenunjukkan bahwa sengaja memang manusia diuji dengan godaan syahwatnya, barupa wanita, anak, harta, emas, perak, kuda, dan sebagainya (QS Ali Imran: 165). Itu tidak lain sebagai test the waterterhadap keteguhan hatinya. Jika ternyata tergelincir dalam dosa karena godaan syahwat tersebut, jalan keluarnya adalah bertobat.Surah Ali Imran banyak menyebutkan ayat-ayat tentang tobat. Ayat 16, adalah teks d...
Teguh dalam Kebenaran
Artikel

Teguh dalam Kebenaran

Teguh dalam Kebenaran amirfath.com, Artikel (166), Agustus 2022 Salah satu hikmah surah Ali Imran adalah renungan tentang keteguhan hati. Surah ketiga dalam Alquran itu menunjukkan langkah-langkah supaya seorang hamba Allah tetap kuat berpegang pada kebenaran. Rintangan untuk membela yang benar memang terasa sangat berat. Para nabi banyak yang dibunuh karena menyampaikan dan mempertahankan kebenaran. Berikut langkah-langkah itu. Pertama, perbanyaklah berdoa dan memohon perlindungan kepada Allah SWT. Dalam ayat kedelapan, terdapat munajat yang dapat diucapkan seorang Mukmin agar dirinya dilindungi dari ketergelinciran dan sekaligus tetap bertahan dalam petunjuk-Nya. Rabbanaa laa tuzigh quluubanaa ba'da idz hadaitanaa(Ya Allah, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepa...
Keharusan Sikap Teguh dalam Prinsip
Artikel

Keharusan Sikap Teguh dalam Prinsip

Keharusan Sikap Teguh dalam Prinsip amirfath.com, Artikel (165), Agustus 2022 Surah Ali Imran menegaskan keharusan seorang pemimpin bersikap teguh dalam memegang kebenaran.Diturunkan setelah hijrah, surah Ali Imran tergolong Madaniyah dan terletak urutannya setelah surah al-Baqarah. Para ulama tafsir membagi surah Ali Imran dalam dua bagian. Pertama, ayat 1-120, menggam barkan keteguhan prinsip seorang pemimpin dalam menghadapi tantangan eksternal. Yaitu, pembahasan tentang datangnya utusan kaum Nasrani Najran yang menantang Rasulullah SAW dan berujung dengan mubahalah (saling bersumpah bahwa siapa yang berbohong akan dilaknat oleh Allah). Namun, kaum Nasrani Najran tidak mau memenuhi mubahalah tersebut. Adapun bagian kedua, ayat 121-200, menjelaskan keteguhan seorang pemimpi...