Tuesday, August 12

Cara Membangun Keteguhan Sikap

amirfath.com, Artikel (168), September 2022

Surah Ali Imran demikian rapi dan sistematis dalam membangun keteguhan sikap. Dimulai dengan penegasan akan kekuasaan Allah yang Maha Hidup dan Terjaga: Allahu laailaaha illaa huwal hayyul qayyuum (QS Ali Imran: 2) untuk me nunjukkan Allah tidak pernah lalai dalam membantu dan melindungi hamba yang bersama-Nya.

Diperkuat dengan penegasan tentang Alquran yang pasti benar dan membenarkan kitab-kitab terdahulu dari Allah: Nazzala `alaikal kitaaba bilhaqqi mushaddiqal limaa baina yadaihi. Ini paling tidak membangun rasa percaya diri bagi siapa saja yang mengikuti petunjuk-Nya.

Bukan hanya itu, surah Ali Imran juga menegaskan kebenaran Islam sebagai jalan hidup, Innad diina `indallahil islaam (QS Ali Imran:19). Maka, siapa yang mencari jalan hidup selain Islam pasti ditolak dan keluar dari fitrahnya: Afaghaira diinillahi yabghuuna(QS Ali Imran: 83), Wa man yabtaghi ghairal islaami diinan falay yubala minhu (QS Ali Imran: 85). Lalu, diajarkan cara menghadapi orang-orang yang memusuhi Islam: Fain haajjuuka fa qul aslamtu wajihiya lillahi(Jika mereka mendebat kamu, katakanlah: Aku menye rahkan diriku kepada Allah.) (QS Ali Imran: 20).

Dalam menyikapi ahlul kitab, surah Ali Imran, mengajarkan argumentasi yang sangat logis. Misalnya, penegasan tentang Nabi Isa sebagai nabi, bu kan sebagai tuhan maka dikatakan bahwa tidak mung kin ada seorang utusan Allah yang menyele wengkan risalah lalu mengajak manusia agar me nyembah dirinya: Maa kaana libasyarin an yu’tiya hullahul kitaaba walhukma wan nubuwwata tsum ma yaquula linnaasi kuunuu `ibaadan lii. (QS Ali Imran: 79). Mana mungkin ada nabi yang mengajak kepada kekafiran dengan cara menyembah malai kat atau nabi-nabi:Wa laa ya’murukum an tattakhi dzul malaaikata wan nabiyyiina arbaaban, aya’muru kum bil kufri ba’da idz antum muslimuun. (QS Ali Imran: 80).

Bahkan surah Ali Imran mengajarkan agar mengajak ahlul kitab segera kembali ke jalan yang benar dengan bertauhid kepada Allah: Qul yaa ahlal kitaabi ta’aalau ilaa kalimatin sawaa’bainanaa wa bainakum allaa na’buda illallaaaha wa laa nusyrika bihii syai’aa. (QS Ali Imran: 64).

Janganlah sekali-kali melakukan kekafiran dengan menyembah makhluk: Yaa ahlal kitaabi lima takfuruuna biaayaatillahi wa antum tasyha duun.(QS Ali Imran: 70). Juga janganlah mencam pur aduk antara yang hak dan batil: Yaa ahlal kitaabi lima talbisuunal haqqa bil baathili. (QS Ali Imran: 71).

Lebih dari itu, surah Ali Imran, menegur mereka yang terjebak dalam taklid buta dengan hanya mengikuti apa yang telah diperbuat oleh pendahulu nya, sekalipun jelas sesat: Wa kaifa takfuruuna wa antum tutlaa aialakum ayaatullahi wa fiikum rasuuluh. (QS Ali Imran: 101). Penutup surah Ali Imran adalah ajakan agar tetap teguh bersabar dan bertahan dalam kebenaran: Yaa ayyuhalladziina aamanush biruu wa shaabiruu wa raabithuu. (QS Ali Imran: 200).

“Janganlah sekali-kali melakukan kekafiran dengan menyembah makhluk.”

sumber : Republika, senin 12 September 2022 Hal. 16

About Post Author