Monday, July 28

Kepemimpinan dan Kekuatan Doa

amirfath.com, Artikel (251), April 2023 Di antara ayat Ramadhan dalam surah al-Baqarah [2]: 186 ada ayat mengenai doa. “Wa idzaa saalaka ‘ibaadi ‘anni fa innii qariib, ujiibu da’watat daa’i idzaa da’aani” (Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, sesungguhnya Aku dekat, Aku mengabulkan permohonan orang-orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku).

Tidak bisa dipungkiri bahwa Ramadhan bulan diijabahnya doa. Tidak saja doa orang yang sedang berpuasa (Inna lishshaaim da’watan la turad), tetapi juga di malam hari selama Ramadhan adalah waktu paling mustajab untuk dikabulkannya doa.

Memang akhlak seorang hamba di hadapan Allah SWT harus selalu menunjukkan ketergantungan kepada-Nya. Caranya dengan banyak berdoa. Karena itu orang yang malas berdoa dianggap sombong dan Allah SWT murka kepada-Nya (Man lam yas alillaaha yaghdhab ‘alaihi).

Ayat di atas memberikan jaminan bahwa setiap doa pasti diterima oleh Allah SWT (ujiibu da’watad daa’i idzaa da’aani). Karenanya, siapa yang tidak yakin doanya diterima maka dipertanyakan imannya.

Siapa yang tidak yakin doanya diterima maka dipertanyakan imannya.

Para ulama menjelaskan bahwa ada beberapa tahap diterimanya doa.

Pertama, diterima secara langsung. Misalnya Anda berdoa agar ujian anak Anda dimudahkan. Lalu setelah ujian dilalui, Anda mendapatkan laporan bahwa anak Anda lulus. Ini tanda bahwa doa Anda diterima secara langsung.

Kedua, ditunda demi kemaslahatan yang lebih baik. Misalnya, Anda berdoa agar perjalanan Anda dimudahkan. Tetapi kenyataannya Anda terjebak macet sehingga Anda ketinggalan pesawat yang harus Anda naiki.

Boleh jadi Anda ketika itu kecewa. Lalu Anda bertanya apa bukti bahwa doaku diterima. Tak lama kemudian Anda mendengar berita bahwa pesawat yang harus Anda naiki tadi jatuh.

Di sini Anda tersadar bahwa doa yang telah Anda panjatkan diterima dengan cara ditunda demi keselamtan Anda.

Ketiga, doa Anda dikabulkan di akhirat. Dalam kondisi ini kelak Anda akan tahu betapa buah doa yang Anda panjatkan selama di dunia telah menjadi kemegahan tak terhingga di surga. Lalu Anda menyesal sambil bergumam, “Seandainya aku tahu jadi begini mengapa tidak semua doaku dikabulkan di akhirat saja?”

Memang ada penjelasan mengenai waktu-waktu dan tempat-tempat di mana doa lebih mustajab. Tentang waktu, misalnya, di sepertiga malam terakhir lebih mustajab daripada waktu lainnya.

Hari Jumat juga lebih mustajab daripada hari lainnya. Pada saat turun hujan lebih mustajab daripada tidak ada hujan. Bulan Ramadhan lebih mustajab daripada bulan lainnya.

Hari Jumat juga lebih mustajab daripada hari lainnya. Pada saat turun hujan lebih mustajab daripada tidak ada hujan. Bulan Ramadhan lebih mustajab daripada bulan lainnya.

Sepuluh pertama bulan Dzulhijjah jauh lebih mustajab daripada hari lainnya. Malam al-Qadar jauh lebih mustajab daripada malam lainnya.

Mengenai tempat juga demikian. Di masjid lebih mustajab daripada di rumah. Di tanah suci Makkah dan Madinah jauh lebih mustajab daripada kota lainnya.

Di Masjidil Haram lebih mustajab daripada masjid lainnya. Di tempat tawaf lebih mustajab daripada tempat lainnya. Di Multazam jauh lebih mustajab daripada tempa lainnya.

Tugas kita harus tetap memburu waktu-waktu dan tempat mustajab tersebut agar doa yang kita panjatkan lebih dahsyat.

Para nabi berhasil dalam berdakwah adalah karena doa. Rasulullah SAW adalah contoh terbaik seorang pemimpin yang selalu berzikir dan berdoa.

Bila dihubungkan dengan tema besar surah al-Baqarah, yaitu tentang kepemininan, maka jelas bahwa kekuatan seorang pemimpin dalam mengemban amanah adalah terdapat pada doa-doanya.

Para nabi berhasil dalam berdakwah adalah karena doa. Rasulullah SAW adalah contoh terbaik seorang pemimpin yang selalu berzikir dan berdoa.

Imam an-Nawawi berhasil mengumpulkan doa-doa nabi dalam buku yang cukup tebal berjudul al-Adzkaar. Para ulama memuji buku ini sehingga mengatakan bahwa kitab al-Adzkaar lebih baik daripada dunia dan seisinya.

sumber : https://www.republika.id/posts/39693/kepemimpinan-dan-kekuatan-doa

About Post Author