Sebuah Negeri
amirfath.com, Ayat-Ayat Sirah (01), Jan 2021 – Dikenal dengan sebutan Arab, artinya pada pasir yang gersang. Penduduk aslinya disebut a’rabi. Mereka berbahasa Arab dengan fasih. Pada saat Al Quran turun mereka berada di puncak kefasihan berbahasa Arab. Dari sini mereka tahu betapa Al Quran mujizat. Maksudnya tidak mungkin mereka tiru. Sekalipun Bahasa al-Quran adalah Bahasa Arab yang sama. Namun mereka tidak mungkin bisa menirunya. Itulah rahasia mengapa di beberapa surah ada pembuka dengan huruf-huruf muqathaah, seperti alif-lam-mim. Para ulama tafsir menjelaskan bahwa huruf-huruf tersebut di antara maknanya adalah untuk menantang orang-orang Arab. Seakan diakatakan, ayo datangkan seperti Al Quran. Bukankah huruf-hurufnya kamu sudah punya. Bahasanya pun sama. Kosa katanya juga sama. Ternyata tantangan ini tidak bisa mereka penuhi sampai sekarang.
Negeri ini sangat strategis, di sebelah barat ada laut Merah, di sebelah timur ada teluk Arab dan di sebelah selatan ada laut Arab yang memanjang dari Samudra Hindia. Ka arah utara langsung menyembung ke wiilayah Syam (sekarang menjadi Siria, Libanon, Yordania dan Palestina). Di dalamnya terbetang padang sahara yang sangat luas, sehingga nampak tidak menarik untuk dikuasai. Karena itu penduduk asli negeri itu tidak ada yang menganggu. Padahal secara posisi negeri tersebut diapit oleh dua kekuatan superpower pada masa itu Persia dan Romawi. Secara tidak langsung padang pasir itu menjadi benteng bagi penduduknya. Karena pasukan manapun tidak akan sanggup hidup berlama-lama di atas dataran yang cadas itu.
Lebih starategis lagi negeri ini menjadi jalur lalu lintas peradaban, dikeliling oleh benua-benua besar yang sangat terkenal dan beberapa sisinya tersambung satu sama lain baik laut maupun darat. Sebelah Barat Utara adalah pintu masuk ke benua Afrika, sedang sebelah Timur Utara adalah pintu masuk ke benua Eropa, adapun sebelah timur negeri ini menyambung ke benua Asia, yang waktu itu dikenal dengan India dan Cina. Jelas dengan letak geografis yang sedemikian rupa menyembabkan negeri ini menjadi pusat perdagangan yang subur. Al-Quran menyebutkan tabiat masyarakat Arab Quraisy adalah berdagang. Mereka di musim panas melancong ke negeri Syam, yang udaranya sejuk, di sana mereka bisa berdagang sayur mayur. Sedang di musim dingin mereka melancong ke Yaman yang udaranya hangat, dan bisa berdagang bahan baku parfum seperti kayu Oud yang di impor dari India. (lihat QS. Quraisy).