Thursday, July 17

Shalat Jama’ Qashar zuhur Ashar Sampai Rumah Masih Ada Waktu Ashar

amirfath.com, Fiqih (15), Jan 2021 – Abi, saya musafir, di perjalanan saya sudah laksnakan jamak qashar shalat zhuhur dan ashar. Setibanya di rumah ternyata masih ada waktu Ashar. Apakah saya harus mengulang shalat ashar ?

Jawabannya :

Selama anda musafir boleh melakukan jamak qashar. Allah berfirman :

وَاِذَا ضَرَبْتُمْ فِى الْاَرْضِ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ اَنْ تَقْصُرُوْا مِنَ الصَّلٰوةِ ۖ ( النساء ١٠١)

Dan apabila kamu bepergian di Bumi, maka tidaklah berdosa kamu mengqasar salat. (QS.An Nisa’ 101)

Berdasarkan ayat ini maka shalat jamak qahar yang anda laksanakan dalam safar adalah sah dan sempurna.

Pertanyaanya bagaimana jika sampai di rumah masih ada waktu ashar? Apakah saya memgulang lagi shalat ashar ? Atau sudah cukup sempurna apa yang sudah saya laksnakan dalam safar ?

Ada sebuah hadis dari dari sahabat Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu, beliau bercerita,
خَرَجَ رَجُلَانِ فِي سَفَرٍ ، فَحَضَرَتْ الصَّلَاةُ – وَلَيْسَ مَعَهُمَا مَاءٌ – فَتَيَمَّمَا صَعِيدًا طَيِّبًا ، فَصَلَّيَا ، ثُمَّ وَجَدَا الْمَاءَ فِي الْوَقْتِ ، فَأَعَادَ أَحَدُهُمَا الصَّلَاةَ وَالْوُضُوءَ ، وَلَمْ يُعِدْ الْآخَرُ ، ثُمَّ أَتَيَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَا ذَلِكَ لَهُ ، فَقَالَ لِلَّذِي لَمْ يُعِدْ : أَصَبْت السُّنَّةَ وَأَجْزَأَتْك صَلَاتُك وَقَالَ لِلْآخَرِ : لَك الْأَجْرُ مَرَّتَيْنِ
Ada dua orang melakukan safar, hingga tibalah waktu shalat, sementara mereka tidak memiliki air. Kemudian keduanya bertayammum dengan tanah yang suci, lalu shalat. Setelah itu keduanya menemukan air, sementara waktu shalat masih ada. Lalu salah seorang dari mereka berwudhu dan mengulangi shalatnya, sedangkan satunya tidak mengulangi shalatnya.Keduanya lalu menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menceritakan yang mereka alami. Maka beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan kepada orang yang tidak mengulangi shalatnya,
“Apa yang kamu lakukan telah sesuai dengan sunnah dan shalatmu telah menggugurkan kewajibanmu”.
Kemudian Beliau mengatakan kepada yang mengulangi shalatnya, “Untukmu dua pahala.” (HR. Abu Daud 338, ad-Darimi 769 dan dishahihkan al-Albani)

Perhatikan kata Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang membenarkan sahabat yang tidak mengulangi shalatnya, bahkan beliau memuji sahabat ini dengan mengatakan,
أَصَبْت السُّنَّةَ وَأَجْزَأَتْك صَلَاتُك
“Apa yang kamu lakukan telah sesuai dengan sunnah dan shalatmu telah menggugurkan kewajibanmu”.
Kembali kepada kasus yang ditanyakan,

Berdsarkan ini para ulama meletakkan kaidah fikih :
من أدى الفريضة حال العذر فلم يبطل بزواله
“Siapa yang melakukan amal wajib ketika dalam kondisi udzur, maka amal itu tidak batal ketika udzurnya hilang.” (Simak al-Mughni, Ibnu Qudamah, 2/124)

Wallahu a’lam bish shawab.

About Post Author