Al ‘Adiyaat (kuda-kuda perang yang kencang berlari)
amirfath.com, Tadabur Surah Al ‘Adiyaat (100), Des 2020 – Surat ini diberi nama dengan al ‘Adiyaat karena penyebutannya pada ayat pertama. Al ‘Adiyaat artinya kuda para mujahidin yang berlari cepat dalam menyerang musuh.
Keterkaitan surat ini dengan surat sebelumnya; (a). nampak jelas dari pembahasannya yang sama, jika dalam az Zalzalah Allah berfirman: wa akhrojatil ardhu atsqolaha , maka dalam surat ini Allah berfirman: idza bu’stira maa fil qubur. (b).diakhir surat az Zalzalah menjelaskan balasan bagi keburukan dan kebaikan, dalam surat ini Allah menjelekkan orang yang kufur atas nikmat Tuhannya dengan mengutamakan kehidupan dunia dari pada akhirat, dan tidak menyiapkan kebaikan dan amal shaleh untuk perhitungan di akhirat.
Adapun kandungan surat, bertujuan sebagai berikut;
- Sumpah allah dengan kuda para mujahid atas manusia yang banyak kufur dengan kenikmatan Tuhannya, bahkan manusia sendiri mengakui hal tersebut.
- Menceritakan tabi’at manusia yang cenderung sangat cinta dunia, sehingga mereka menjadi bakhil.
- Anjuran untuk beramal shaleh karena akan memberikan manfaat ketika kelak kembali kepada Tuhannya di akhirat nanti.
Allah bersumpah dengan kuda-kuda perang
Kuda-kuda perang dipakai oleh para mujahidin di medan perang untuk melawan musuh. Langkah-langkahnya terdengar begitu keras dan nafasnya terengah-engah karena saking kencangnya berlari. Dari tapakan kakinya memercik api karena kuatnya gesekan sepatunya dengan batu-batuan di medan perang saat menyerang musuh pada waktu pagi. Serangan kuda-kuda perang itu telah menebarkan debu yang memenuhi medan perang, kemudian menyerbu ke tengah-tengah kumpulan musuh.
Mengapa Allah bersumpah dengan kuda?: (a) kuda sangat mempunyai kemampuan yang sangat menentukan dalam peperangan dan tidak dimiliki oleh hewan-hewan lainnya. (b) Rasulullah bersabda: al khail ma’quudun binawashihal khair ila yaumil qiyamah. (c) sebagai sarana utama dalam perang bagi orang Arab. Allah bersumpah dengannya karena kemulyaan perannya dihati orang-orang mukmin agar berlatih diatasnya untuk jihad dijalan Allah dan agar terbiasa hidup beramal dan bersungguh-sungguh seperti kesungguhan kuda ketika berperang.
Tabiat Manusia Selalu Mencintai Harta
Dari sumpah tersebut Allah menegaskan tabiat manusia sebagai berikut:
(a) Lupa diri (kufur nikmat). Sesungguhnya tabi’at manusia itu selalu kufur dan melupakan segala kenikmatan yang diberikan Allah kepadanya, tidak bersyukur kepada Sang Pencipta Allah swt dan tidak tunduk kepada syari’at dan hukum-hukumNya. Kecuali orang-orang yang beriman dan mentaati Allah, ia akan menerima kenikmatan yang diberikan kepadanya dengan ketaatan dan menjauhi segala laranganNya.
(b). berbuat kemaksiatan. Sesungguhnya manusia akan menyaksikan sendiri kekufurannya dengan pengakuan lidahnya sendiri bahwa ucapan dan perbuatannya selama ini adalah kemaksiatan terhadap Allah swt.
(c). cinta dunia dan bakhil. Karena cintanya yang begitu besar terhadap harta, maka ia menjadi bakhil (pelit) padahal dalam harta yang diberikan ada hak orang-orang yang membutuhkan. Atau juga karena saking cintanya kepada harta maka ia melihat bahwa untuk mencari dan mendapatkannya perlu kesungguhan.
Ancaman bagi manusia yang kufur nikmat dan cinta dunia (bakhil)
Allah berfirman: tidakkah kamu tahu wahai manusia yang kufur, apabila saatnya mayat-mayat dikeluarkan dari kuburannya pada saat itu nampaklah semua yang disembunyikan manusia; niat dan keinginan, kebaikan dan keburukan. Sesungguhnya Tuhan yang membangkitkan manusia dari kuburnya adalah maha mengetahui atas segala apa yang mereka lakukan, pada hari itu tidak ada lagi yang dapat ditutup-tutupi. Mereka akan diberikan balasan sesuai apa yang mereka lakukan selama di dunia dan tidak seorangpun dizalimi sekecil atompun. Seandainya mereka mengetahui semua itu dan menyadarinya, niscaya mereka tidak akan sibuk dengan cinta dunia yang membuat mereka lupa bersyukur dan beribadah kepadaNya.
Amal hati (fishshudur) disebutkan secara khusus disini. Karena hati adalah pusat segala perbuatan, anggota tubuh yang lain mengikuti perintah kata hati, sesungguhnya kalaulah bukan keinginan hati niscaya tidak akan menghasilkan pekerjaan. Allah maha mengetahui keadaan manusia setiap waktu sejak zaman diciptakannya sampai kiamat nanti, hanya kata yaumaidzin (pada hari itu) adalah untuk menguatkan bahwa ilmu Allah luas dan sempurna baik yang sudah berlalu dan yang akan datang, hari itu adalah hari pembalasan tidak ada yang bisa menutupi segala keburukan dan kebaikan, balasan dan pahala akan diberikan sesuai dengan amal yang dilakukan. Wallahu a’lam bishshawab.
(باب حب الدنيا)
عن أبي موسى رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: من أحب دنياه أضر بآخرته، ومن أحب آخرته أضر بدنياه، فآثروا ما يبقى على ما يفنى.(رواه أحمد وابن حبان)
Rasulullah saw. bersabda: siapa yang mencintai dunianya berarti ia menghancurkan akhiratnya, dan siapa yang mencintai akhiratnya ia menghancurkan dunianya, maka utamakanlah apa yang kekal daripada yang binasa.
عن أنس بن مالك رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: من كانت الآخرة همه جعل الله غناه في قلبه وجمع له شمله وأتته الدنيا وهي راغمة، ومن كانت الدنيا همه جعل الله فقره بين عينيه، وفرق عليه شمله ولم يأته من الدنيا إلا ما قدر له. (رواه الترمذي)
Rasulullah saw. bersabda : Siapa yang menjadikan akhirat sebagai tujuan hidupnya, yang memenuhi prikiran dan perasaanya, Allah akan memberikan kekayaan dalam hatinya, dan akan menyatukan perkumpulannya, dan dunia datang dengan sendirinya. Sebaliknya siapa yang menjadikan dunia sebagai tujuan yang memenuhi pikirannya, Allah akan menampakkan kefakiran di depan matanya, dan menceraiberaikan perkumpulannya, dan tidak datang kepadanya dunia kecuali apa yang ditakdirkan untuknya.