Wednesday, July 30

Az Zalzalah

amirfath.com, Tadabur Surah Az Zalzalah (99), Des 2020 – Az Zalzalah artinya goncangan yang dahsyat. Diberi nama Az Zalzalah surat Madaniyah ini, karena dibuka dengan pemberitahuan mengenai goncangan dahsyat yang terjadi di awal hari Kiamat.  Dalam bahasa Arab goncangan dahsyat disebut dengan Az Zalzalah.

Korelasi Dengan Surat Sebelumnya

Di akhir surat Al Bayyinah Allah swt. menjelaskan tentang ancaman neraka bagi orang-orang kafir dan balasan surga bagi orang-orang yang beriman, lalu dalam surat ini Allah menjelaskan waktu diberikannya balasan tersebut, yaitu setelah terjadinya hari Kiamat yang diawali dengan goncangan dahsyat. Seakan dikatakan: kapan itu terjadi? Jawabannya  “Apabila bumi digoncangkan dengan goncangannya (yang dahsyat)”.

Sebab Turunnya

Orang-orang kafir selalu bertanya kapan hari Kiamat itu terjadi? Dalam surat Al Mulk 67/25: mataa hadzal wa’du inkuntum shaadiqiin? Dalam surat Al Qiyamah 75/6: yasa’alu ayyaana yawmul qiyaamah? Dalam surat An Naziaat 79/42: (Orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari berbangkit, kapankah terjadinya? Maka pada surat ini Allah menjelaskan tanda-tanda Kiamat, karena tidak mungkin menjelaskan tanggal terjadinya hari tersebut. Sebab itu rahasia Allah swt. dan hanya Dialah yang tahu.

Keistimewaannya

Imam at Turmidzi meriwayatkan bahwa datang seorang laki-laki kepada Rasulullah saw. dan berkata: bacakan kepadaku wahai Rasulullah saw. lalu beliau menjawab: bacalah tiga surat yang dibuka dengan alif lam ra‘. Orang itu berkata: usiaku sudah tua, detakan jantungku sudah sangat keras dan lidahku sangat berat (tidak mungkin aku mebaca itu). Lalu Rasulullah menyuruh: bacalah surat-surat yang dibuka dengan haa mim. Orang tersebut tetap menjawab seperti jawaban pertama. Lalu Rasulullah menyuruh bacalah surat-surat yang dibuka dengan tasbih. Masih juga orang tersebut menjawab seperti jawaban pertama. Lalu ia mengubah redaksi permohonannya: bacakan kepadaku sebuah surat yang mencakup segalanya. Rasulullah saw. lalu membaca: idzaa zulzilatil ardhu zilzaalaha.

Goncangan Di Awal Hari Kiamat

Allah menggambarkan bahwa bumi ini akan digoncang sedahsyat-dahsyatnya, yaitu dengan mencabut gunungnya, sebab gunung bagi bumi berfungsi sebagai pasak wal jibaala awtaadaa dan ayat yang lain wal jibaala arsaaha. Karenanya ketika hendak menggocang bumi Allah cabut gunung tersebut: wasuyyiratil jibaalu fa kaanat saraaba. Goncangan ini benar-benar dahsyat, karena ketika itu bumi kehilangan keseimbangan. Dalam surat Al Hajj 22/1-2 Allah berfirman: “Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat)” (Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat keras. Dalam al Waaqiah 56/4-6:  “apabila bumi digoncangkan sedahsyat-dahsyatnya, dan gunung-gunung dihancur luluhkan sehancur-hancurnya, maka jadilah dia debu yang beterbangan”.

            Dari goncangan ini, bumi mengeluarkan semua isi perutnya termasuk kekayaan yang terkandung di dalamnya wa akhrajatil ardhu atsqaalaha. Dalam surat al Insyiqaaq 84/3-4 Allah berfirman: “dan apabila bumi diratakan, dan memuntahkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong”. Dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda: Bumi kelak akan memuntahkan isi perutnya, seperti emas dan perak, maka datanglah seorang pembunuh dan berkata: hanya untuk emas ini dulu aku membunuh. Lalu datang seorang yang memutuskan hubungan dan berkata: hanya untuk emas ini aku dulu memutuskan hubungan dengan keluarga. Lalu datanglah seorang pencuri, dan berkata: hanya untuk ini dulu tanganku dipotong. Setelah itu mereka semuanya pergi (penuh penyesalan) dan tidak sebijipun mengambil dari emas tersebut.

Mengapa Goncangan Dahsyat ini Terjadi?

Ketika goncangan yang sangat menakutkan itu terjadi “manusia bertanya: Mengapa bumi jadi begini?” Mereka bertanya karena kaget, sebab goncangan kali ini tidak seperti yang sering mereka alami pada saat gunung meletus. Melainkan jauh lebih dahsyat dari semua goncangan yang biasa terjadi.

            Lalu Allah menjelaskan bahwa pada hari itu bumi akan mempersaksikan segala apa yang dilakukan manusia di atasnya. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Rasulullah saw. pernah ditanya makna kata akhbaarahaa, jawabannya: bahwa bumi akan bersaksi atas segala perbuatan individu maupun kolektif yang pernah terjadi di atasnya, dan ia akan berkata: mereka pernah melakukan begini pada hari begini.

            Bagaimana bumi kok bisa bersaksi? Allah menjawab:  “karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya”. Jadi bumi bisa bersaksi karena Allah memerintahkannya, sebagaimana juga bumi menjadi goncang karena Allah memerintahkannya. Di sini nampak bahwa bumi tunduk total kepada perintah Allah. Bandingkan dengan ayat:   “dan apabila bumi diratakan,  dan memuntahkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong, dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya bumi itu patuh, (pada waktu itu manusia akan mengetahui akibat perbuatannya)” (QS. Al Insyiqaaq 84/3-5).

Manusia Dan Amalnya di Hari Kiamat

Allah lalu berfirman:  “Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan yang bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka”. Bermacam-macam tergantung dari amal yang pernah dilakukan di dunia. Bila di dunia banyak berbuat amal sholeh ia akan tenang, wajahnya berseri-seri. Sebaliknya bila selama di dunia bergelimang dosa ia akan penuh ketakutan, hatinya goncang, penuh kegelisahan. Dalam surat Abasa 80/38-42 Allah berfirman:

Banyak muka pada hari itu berseri-seri, tertawa dan gembira ria, dan banyak (pula) muka pada hari itu tertutup debu, dan ditutup lagi oleh kegelapan. Mereka itulah orang-orang kafir lagi durhaka.

            Dari sini nampak bahwa tidak sekecil apapun yang diperbuat manusia: baik maupun buruk, kecuali akan mendapatkan balasannya yang setimpal. Perhatikan Allah lalu menutup surat ini dengan firmannya: Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula.

                                                            Tafsir Al Hikmah Dr. Amir Faishol Fath

(باب أحوال القيامة وما يتعلق بها)

وعنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إن الأرض لتخبر يوم القيامة بكل عمل عمل عليها. ثم تلا { إِذَا زُلْزِلَتِ الْأَرْضُ زِلْزَالَهَا}. (رواه الترمذي)

Rasulullah saw bersabda: sesungguhnya bumi akan menceritakan pada hari kiamat setiap perbuatan yang dilakukan diatasnya. Kemudian Rasulullah membacakan ayat idza zulzilatil ardhu zilzaalaha.

عن عدي رضي الله عنه، قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: اتقوا النار ولوبشق تمرة، ولو بكلمة طيبة.(رواه البخاري)

Rasulullah saw bersabda: jagalah dirimu dari api neraka sekalipun hanya dengan sepotong biji kurma, dan sekalipun hanya dengan sepatah kalimat yang baik.

عن عائشة رضي الله عنها أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: يا عائشة استتري من النار، ولو بشق تمرة، فإنها تسد من الجائع مسدها من الشعبان.( رواه أحمد)

Rasulullah saw berkata kepada Aisyah ra: wahai Aisyah jagalah dirimu dari api neraka sekalipun hanya dengan sepotong biji kurma, karena sesungguhnya kurma tersebut memebri kenyang bagi yang lapar dan bagi yang kenyang.

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: لاتحقرن من المعروف شيئا، ولو أن تفرغ من دلوك في إناء المستسقى، ولو أن تلقى أخاك ، ووجهك إليه منبسط. (رواه البخاري)

Rasulullah saw bersabda: janganlah kamu remehkan sedikitpun dari kebaikan, meskipun hanya dengan menuangkan airmu kedalam bejana peminta air, dan sekalipun hanya dengan menemui saudaramu dan wajahmu berseri-seri.

قال ابن عباس : ليس من مؤمن ولا كافر عمل خيرا أو شرا إلا أراه الله تعالى إياه ، فأما المؤمن فيغفر له سيئاته ، ويثاب بحسناته ، وأما الكافر فترد حسناته ويعذب بسيئاته .

Ibn Abbas berkata: tidak ada seorang mu’min atau kafir yang melakukan perbuatan baik atau buruk, kecuali akan ditampakkan kepadanya. Adapun yang mu’min akan diampuni dosanya dan diberi pahala atas kebaikannya. Sementara yang kafir akan ditolak kebaikannya dan disiksa atas dosa-dosanya.

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ما من أحد يوم القيامة إلا ويلوم نفسه ، فإن كان محسنا فيقول : لم لا ازددت إحسانا ؟ وإن كان غير ذلك يقول : لم لا نزعت عن المعاصي ؟ (وهذت عند معاينة الثواب )

Rasulullah saw. bersabda: tidak ada seorangpun di hari kiamat kecuali ia menyalahkan dirinya sendiri, jika ia seorang yang selalu berbuat baik, ia berkata: kenapa aku dulu tidak selalu meperbanyak amal sholeh. Sebaliknya jika ia seorang yang selalu berbuat maksiat ia berkata: kenapa aku dulu tidak segera meninggalkan kemaksiatan.    

  وَعِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَا إِلَّا هُوَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَمَا تَسْقُطُ مِنْ وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ الْأَرْضِ وَلَا رَطْبٍ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُبِينٍ(الأنعام :59)

Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daunpun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir bijipun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).

About Post Author