Al Qaari’ah ( Hari Kiamat )
amirfath.com, Tadabur Surah Al Qaari’ah (101), Des 2020 – Al Qaaria’h adalah salah satu nama hari Kiamat seperti al Haqqah, at Thammah, ah Shakhkhah, al Ghasyiyah dan lain sebagainya. diberi nama al Qaari’ah karena kajadiannya sangat mengagetkankan hati dengan kedahsyatan dan kedatangnya yang tiba-tiba.
Korelasi dengan surat sebelumnya: Kalau pada surat sebelumnya ditutup dengan cerita tentang sifat-sifat hari kiamat, maka pada surat ini Allah membuka dengan cerita tentang dimulainya hari kiamat dan kondisinya yang menakutkan dan menyeramkan.
Adapun pokok kandungan surat ini sama dengan surat-surat makkiyah lainnya yaitu tentang akidah, terutama mengenai dahsyatnya hari kiamat: (a) dimulai dengan cerita kegalauan di hari kiamat dan manusia beterbangan dari dalam kuburnya (b) kabar tentang salah satu kejadian di hari kiamat seperti: gunung dihamburkan yang lepas dari pasaknya (c) pemberitahuan tentang timbangan amal-amal manusia selama di dunia.
Apakah al Qaari’ah itu?
Kata qaari’ah diambil dari qara’a artinya mengetuk dengan keras. Ia menjadi salah satu nama hari kiamat karena kedatangannya telah mengetuk hati dengan keras dan kedatangannya sangat mengagetkan.
Bentuk ungkapan al qaari’ah merupakan prolog yang menimbulkan rasa takut. Ibarat pengumuman bahwa Kiamat sudah terjadi. Siapapun yang mendengarkan bacaan tersebut dan merenungkan artinya, ia merasa seakan Kiamat telah terjadi. Lalu diikuti dengan pertanyaan mal qari’ah (apakah al qari’ah itu?) untuk menggambarkan Suasana yang benar-benar tak terbayangkan. Penuh dengan ledakan dan suara yang menggelegar.
Ditambah lagi pertanyaan wamaa adraakaml qaari’ah (apakah kamu mengetahui apakah al qaari’ah itu?) untuk lebih menggambarkan bahwa suasana hari Kiamat benar-benar sangat menakutkan. Sulit digambarkan dengan kata-kata secara detil. Banyak kejadian yang serba tiba-tiba. Begitu keras dan dahsyat.
Manusia tidak berdaya
Setelah itu Allah menceritakan sebagian tanda dari kiamat yang membuktikan manusia pada hari itu tidaklah berdaya sama sekali:
- Manusia pada waktu itu bertebaran seperti kupu-kupu atau seperti jenis serangga yang terbang entah kemana tidak tentu arah. Mereka betebaran, berpisah-pisah, datang dan pergi karena saking bingungnya apa yang mereka alami saat itu, sebagaimana Allah tegaskan dalam ayatnya kaannahum jarodum muntasyir (seakan-akan mereka belalang yang beterbangan) (QS. Al Qamar 54/7).
- Gunung-gunung lepas dan beterbangan seperti bulu-bulu berwarna-warni yang ditiupkan, hal inipun Allah telah singgung dalam QS. At Takwir 81/3 dan al Muzammil 73/41.
Manusia terbagi menjadi dua kelompok karena timbangannya
Allah membagi manusia menjadi dua golongan dalam dua tempat yang berbeda, pembagian ini ditentukan sesuai dengan berat dan ringannya amal sholeh yang telah mereka perbuat selama di dunia. Siapa yang lebih berat kebaikannya daripada keburukannya maka ia berhak ditempatkan di surga dalam kehidupan yang menyenangkan, dan siapa yang lebih berat keburukannya daripada kebaikannya maka ia ditempatkan di neraka yang apinya sangat panas.
Allah menggambarkan neraka jahannam dengan kalimat: faummu haawiyah, kata ummu artinya ibu yang maksudnya tempat berteduh sebagaimana berteduhnya seorang anak di pangkuannya. Adapun jahannam disebut dengan haawiyah diambil dari kata hawa maksudnya api yang sangat bernafsu untuk menghabisi bahan bakarnya, sebab ia bebas melahap habis siapa saja yang bermaksiat kepada Allah. Ini untuk menunjukkan betapa ganas dan panasnya api nereka itu. Semakin terasa dahsyatnya neraka tersebut ketika Allah gambarkan dengan pertanyaan pada ayat sesudahnya: wama adraka maahiyah? (tahukah kamu apa neraka hawiyah itu?) Itulah api yang sangat panas, Melebihi segala yang paling panas, meluap-luap dan menyala-nyala, kekuatan apinya diatas segala api yang paling membara. Wallahu a’lam bishshawab.
عن أبي هريرة رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: نار بني آدم التي توقدون جزء من سبعين جزءا من نار جهنم، قالوا: يا رسول الله، إن كانت لكافية؟ فقال: إنها فضلت عليها بتسعة وتسعين جزءا.(رواه مالك والبخاري ومسلم)
Rasulullah saw. bersabda: Api yang dinyalakan anak Adam (di dunia) hanyalah percikan dari tujuh puluh percikan api neraka jahannam. Sahabat bertanya: Wahai Rasulullah: Begini saja sudah cukup panas? Rasulullah menjawab: Api neraka lebih panas lagi sebanyak sembilan puluh sembilan kali lipat.
وعنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: هذه النار جزء من مئة جزء من جهنم (رواه أحمد).
Rasulullah saw. bersabda: Api (yang dinyalakan anak Adam di dunia) hanyalah percikan dari seratus percikan api neraka jahannam.
وعنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: إن أهون أهل النار عذابا من له نعلان يغلي منهما دماغه (رواه أحمد).
Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya paling ringannya sikasaan bagi penghuni neraka, adalah mereka mengenakkan sandal (panas) dengannya seketika otak mereka mendidih.
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : إذاشتد الحر فأبردوا عن الصلاة ، فإن شدة الحر من فيح جهنم. (متفق عليه)
Rasulullah saw. bersabda: Jika (musim) panas memuncak, dinginkanlah dengan shalat, karena dahsyatnya panas tersebut adalah bagian dari panasnya neraka Jahannam.
عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: كلمتان حبيبتان إلى الرحمن، خفيفتان في اللسان، ثقيلتان في الميزان: سبحان الله وبحمده سبحان الله العظيم(رواه البخاري).
Rasulullah saw. bersabda: dua kalimat dicintai Allah, ringan dilidah dan berat dalam timbangan : subhanallah wa bihamdihi subhanallahil’adzim.