Iman Kepada Para Rasul Dan Nabi Allah swt.
amirfath.com, Opini (22), Des 2020 – Beriman kepada rasul-rasul dan nabi-nabi Allah juga termasuk rukum iman. Dalam surah Al Baqarah, 2: 285, Allah swt. berfirmna : wal mu’minuuna kullun aamana billahi wa malaaikatihi wa rusuluhi (Dan orang-orang beriman adalah mereka yang semuannya beriman kepada Allah, para malaikatnya dan rasul-rasulNya). Mengapa harus beriman kepada rasul atau nabi? Sebab manusia butuh panduan dari Allah swt. panduan ini disebut wahyu. Dan untuk mengajarkan panduan tersebut Allah swt. telah memilih salah satu dari kalangan manusia sebagai Rasul dan NabiNya. Rasul adalah utusanNya yang membawa syariah baru. Adapun Nabi adalah utusanNya yang melanjutkan syariah rasul sebelumnya atau semasanya. Seperti Nabi Musa as. Ia adalah Rasul dan Nabi sekaligus, sementara Nabi Harun as. adalah Nabi saja karena ia tugasnya hanya melanjutkan syariah yang dibawa Nabi Musa as.
Dalam Al Quran Allah swt. menjelaskan bahwa jumlah Nabi dan Rasul sangat banyak. Sebagian sudah Allah swt. ceritakan di antaranya berjumlah duapuluh lima nabi dan rasul. Sementara sebagin yang lain belum Allah swt. Ceritakan. Allah swt. berfirman : “Dan sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang rasul sebelum kamu, di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada (pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu” (QS. Ghafir, 40:78). Dan beriman kepada Rasul atau nabi maksudnya adalah beriman kepada semua mereka. Tidak boleh membeda-bedakan antara satu dengan lainnya. Allah swt. berfirman : Katakanlah (hai orang-orang mukmin): “Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya”. (Qs. Al Baqarah, 2: 136)
Berdsarkan ini, maka mengingkari seorang rasul atau nabi saja otomatis kafir. Karenanya kaum Aad dan kaum Tsamud menjadi kafir, dan dianggap oleh Allah swt. mengingkari semua rasul padahal yang mereka ingkari hanya satu rasul. Kaum Aad mengingkari Nabi Hud as. dan kaum Tsamud mengikari Nabi Salih as. Allah swt. berfirman : kadzddzabat aadunil mursaliin (Kaum Aad telah mendustakan para rasul) (QS. Asy Syu’ara’, 26:123). Dalam ayat lain kadzdzabat tsamuudunil mursaliin (kaum Tsamud telah mendustakan para rasul) (QS. Asy Syu’ara’, 26:141). Dengan ini jelas bahwa Ahlul Kitab tergolong kafir karena mereka telah mengingkari Rasulullah saw.