Iman Kepada Allah Swt.
amirfath.com, Opini (21), Des 2020 – Salah satu rukun iman adalah beriman kepada Allah swt. Dialah Allah swt. Pencipta langit dan bumi “ rabussamwaati wal ardh wamaa bainahuma” (QS.Ash Shaffat, 37:5), Pemilik mutlak alam semesta “rabbul a’lamiin” (QS. Al Fatihah 1:2). Pencipta manusia “khalaqal insaan” (QS. Ar Rahman, 55:3). Dialah Tuhan satu-satuNya, tiada tuhan selainnya “fa’lam annhuu laa ilaaha illallah” (QS. Muhammad, 47:19). Selainnya hanya makhluk yang lemah, tidak berdaya apa-apa tanpa pertolongaNya. Dialah tempat bergantung, karena Dia maha kuasa dan mampu berbuat apa saja yang Dia kehndaki “wahuwa ‘alaa kulli sya’in qadiir” (QS. Hud, 11:4).
Kita wajib beriman kepada Allah swt. dengan iman yang sebenarnya. Iman artinya percaya, maksudnya : (a) Kita yakin sedalam-dalamnya bahwa Dialah Tuhan satu-satiNya yang harus dipatuhi. Selainnya tidak pantas dituhankan. Sebab tujuan kita beriman kepada Tuhan adalah karena Dia maha kuasa: Tempat kita meminta perlindungan dan pertolongan. Pun Dia Maha mengetahui : Tempat kita minta petunjuk kebenaran yang menyelamatkan. Adapun selinNya hanyalah makhluk yang tidak berday apa-apa, maka tidak pantas diyakini sebagai tuhan. Inilah makna ayat : wal mu’minuun kullun aamana billahi (demikian pula orang-orang beriman , mereka semuanya beriman kepada Allah (QS. Al Baqarah, 2:285). (b) Kita buktikan keyakinan ini dengan amal salih, beruapa ketaatan kepadaNya, dengan menjalankan perintah-perintahNya dan menjauhi laranganNya. Maksuidnya apa kata Allah swt. “kerjakan” langsung mengerjakannya, jangan menunda-nunda atau menghindar. Dan apa kata Allah swt. jauhi, langsung menjauhinya, bukan mencari-cari alasan. Karenanya dalam Al Quran selalu Allah sandingkan antara iman dan amal salih “aamanuu wa ‘amilishs shaalihaat” (QS. Al Ashr, 103:3).
Tetapi tidak semua orang yang mengaku beriman mereka telah beriman dengan sebenranya. Karenanya Allah panggil mereka yeng beriman agar beriman. Dalam surah An Nisaa’ : 136, Allah swt. berfirman : yaa ayyuhalldziina aamanuu aaminuu billahi (wahai orang-orang yang beriman, berimanlah kepada Allah). Maksudnya berimanlah dengan iman yang sebenarnya. Bukan iman sekedar pengakuan dalam lisan tetapi tidak dibuktikan dengan amal. Juga bukan iman sepeti orang munafik yang hanya mengaku di depan kaum mukminin sementara di depan orang-orang kafir mereka kembali ingkar.
Bila seseorang jujur mempunyai iman kepada Allah swt. sekalipun iman tersebut sinyalnya lemah, maka dengan iman tersebut ia akan masuk surga. Sekalipun harus menjalani proses hukuman di neraka –sesuai dengan porsi dosanya- maka apda akhirnya ia akan masuk surga. Inilah makna hadits Rasulullah sw. “man maata wa huwa ya’lam an laa ilaaha illallah dakhalal jannah” (siapa yang mati sedang ia tahu bahwa tiada Tuhan selain Allah maka ia akan masuk surga” (HR. Muslim (no: 26). Ini maksudnya yakin berdsarkan ilmu yang benar, bahwa Allah swt. sebagai Tuhan yang harus dipatuhi.