Jangan Sampai Menyesal Di Akhirat
amirfath.com, Opini (23), Des 2020 – Salah satu gambaran manusia yang selalu Allah swt. ulang-ulang dalam Al Quran adalah bahwa mereka kelak akan menyesal. Dan ini yang akan mereka resakan pertama kali seketika melihat diri mereka tiba-tiba berada di alam yang abadi itu. Dalam surah Al Infithaar: 4-5, Allah swt. befirman : “dan apabila kuburan-kuburan dibongkar, maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan yang dilalaikannya” . Maksud ayat ini adalah bahwa kelak setelah mengetahui berapa amal yang telah dikerjakan dan berama amal yang telah diabaikan, seketika mereka menyesal, mengapa kurang maksimal dalam menjalankan kewajiabn kepada Allah swt. Menyesal, mengapa banyak waktu terbuang sia-sia dalam hiburan dan dosa-dosa.
Lebih jelas lagi di akhir surah An Naba’ setelah menggambarkan betapa pedihnya api neraka dan betapa indahnya surga, Allah swt. menutup dengan ayat yang sangat menggugah. Bahwa semua manusia kelak di alam Akhirat akan menyesal. Yang mukminpun menyesal, apalagi yang kafir. Adapun yang mukmin menyesal karena mereka merasa kurang maksimal selama di dunia. Banyak kesempatan mereka sia-siakan tanpa amal salih. Banyak kewajiban yang tidak mereka sempurnakan pun banyak amalan sunnah yang tidak mereka kerjakan. Selama di tempat kerja merasa sibuk sehingga semua waktu dihabiskan hanya untuk urusan dunia. Padahal seringkali ada waktu kosong tetapi sayanganya digunakan untuk gadgetan dan tontonan. Maka jelas orang-orang yang lalai seperti ini sekalipun termasuk orang beriman tetap akan menyesal di akhirat. Karenanya dalam surah Asy Syarh Allah swt. mengajarkan agar jangan sampai ada kokosngan lewat begitu saja. Tetapi segara isi dengan kebaikan dan ketaatan kepada Allah swt. Allah swt. berfriman : “faidzaa faraghta fanshab” (QS. Asy Syarh:1). Sebaliknya orang-orang kafir pasti akan lebih menyesal. Simaklah Allah swt. merekam semua penyesalan itu: “yaitu pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata: “Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah” (QS. An naba’ :40).
Mengenai penyesalan orang-orang kafir itu perlu sedikit digaris bawahi, bahwa mereka menginginkan jadi tanah. Mengapa? Padahal selama di dunia mereka sangat takut kematian. Lalu tiba-tiba lebih suka menjadi tanah? Para ulama tafsir menjelaskan sebagai berikut : (a) bahwa mereka sangat menyesal jadi mansia kafir, sehingga ujungnya harus di adzab dengan siksaan yang pedih. Dalam pikiran mereka ketimbang jadi manusia hanya untuk diadzab mending jadi tanah. (b) mereka ketika itu melihat binatang-binatang dikumpulkan oleh Allah swt. lalu disuruh membalas kepada yang pernah mendzlimnya, setelah itu Allah perintahkan jadi tanah. Maka seketika semua binatang tersebut musnah menjadi debu. Melihat pemandangan itu mereka ingin jadi tanah seperti binatang-binatang itu tanpa dihisab. (c) mereka ketika itu melihat tempatnya di neraka. Seperti yang Allah firmankan: waburzatil jahiimu liman yaraa (dan neraka ditampakkan bagi yang berhak melihatnya). Maka saking takutnya mereka melihat pedihnya siksa neraka, seketika mereka terucapak ingin menjadi tanah. Sebab dengan menjadi tanah mereka yakin akan selamat dari siksa neraka.
Lalu dipertegas dalam surah An Nazi’at: 34-35, Allah swt. berfirman : “maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan yang dilalaikannya. Pada hari (ketika) manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya”. Di sini Allah swt. menggambarkan betapa manusia baru tersadar setelah sampai di Akhirat. Mereka beru teringat akan amalnya yang selama di dunia diabaikannya. Dalan kondisi ini mereka berangan-angan seandainya bisa balik lagi ke dunia, niscaya mereka akan bersungguh-sungguh beramal. Dalam sebuah ayat Allah swt. pernah menceritakan penyesalan sang mayit ketika mereka masuk di alam berzakh, ia ingin kembali ke dunia untuk beramal dengan maksimal. Allah swt. berfirman : (Demikianlah keadaan orang-orang yang lalai), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan. (QS. Al Mu’min : 99-100). Sungguh penyesalan tidak berguna ketika terjadi di akhirat. Sebab Akhirat tempat menerima balasan bukan tempat beramal. Kalau ingin meneysal sekarang di dunia mumpung masih ada waktu untuk bertaubat.