Tuesday, September 2

Bahaya Melihat Pornografi

amirfath.com, Artikel (257),Mei 2023 Sebuah berita luar biasa, tiga hakim di Inggris dipecat karena menonton bahan-bahan pornografi melalui fasilitas teknologi informasi (IT) di kantor mereka. Padahal, Inggris bisa dikatakan sebagai negara bebas di mana orang berzina saja dianggap biasa selama suka sama suka.

Kasus ini mengingatkan kita terhadap perselingkuhan antara Presiden Amerika Serikat Bill Clinton dengan Monica Lewinsky yang sempat menghebohkan dunia ketika itu, sehingga menyeret Clinton ke meja pengadilan. Padahal, Amerika adalah negara liberal di mana perselikunghan dianggap hal yang biasa.

Hal ini membuktikan bahwa di negara yang paling bebas sekalipun masih sangat membutuhkan etika sebagai penopang tegaknya kehidupan bermasyarakat. Bahwa sebenarnya selama manusia mengikuti fitrahnya tidak akan pernah mau mengakui membuka aurat, melihat kemaluan orang lain, menonton pornografi, dan bahkan berzina sebagai perbuatan yang etis.

Di negara yang paling bebas sekalipun masih sangat membutuhkan etika sebagai penopang tegaknya kehidupan bermasyarakat.

Jauh sebelum kasus di atas, Alquran dalam surah an-Nur telah memberikan antisipasi agar menjaga diri dari perbuatan keji tersebut. Surah an-Nur fokusnya memang membahas tentang etika bermasyarakat.

Caranya –menurut surah an-Nur– adalah pejamkan pandangan dan jaga kemaluan bagi Muslim laki-laki (qul lilmu’miniina yaghudhdhuu min abshaarihim wa yahfazhuu furuujahum) maupun bagi Muslimah (wa qul lil mu’minaati yaghdhudhna min abshaarihinna wa yahfazhna furuujahunna).

Kata “yaghudhdhuu” (pejamkan) maksudnya pejamkan pada saat ada pemandangan yang haram. Digunakan istilah pejamkan sebab boleh jadi seorang hamba sedang berada dalam kenyataan sosial yang bejat dan sulit dihindari, maka tidak ada pilihan kecuali hanya dengan cara memejamkan mata.

Digunakan istilah pejamkan sebab boleh jadi seorang hamba sedang berada dalam kenyataan sosial yang bejat dan sulit dihindari, maka tidak ada pilihan kecuali hanya dengan cara memejamkan mata.

Memang untuk memejamkan mata ini sangat dibutuhkan iman yang kuat. Sebab, tidak mudah juga melakukannya apalagi dalam situasi yang sangat menggoda. Karena itu, ada riwayat yang mengatakan pandangan pertama adalah nikmat, tetapi jika dilanjutkan akan menjadi bencana.

Dalam kondisi iman sedang turun, memang boleh jadi pandangan tersebut berkhianat. Karenanya Allah SWT berfirman, “Ya’lamu khaainatal a’yuni wa maa tukhfish shuduur (Allah mengetahui pandangan yang berkhianat dan apa yang tersembunyi dalam dada)”.

Ayat ini merupakan alarm agar berhati-hati dalam menggunakan mata. Bahwa dosa pandangan kelak ada hisabnya di sisi Allah SWT. Kata “ya’lamu” (mengetahui) menunjukkan bahwa ilmu Allah SWT sangat luas dan meliputi semua perbuatan manusia termasuk dosa pandangan.

Bila setiap hamba menyadari makna ayat tersebut bisa dipastikan ia akan bersungguh-sungguh menjauhi dosa sekecil apapun termasuk memejamkan pandangannya agar tidak melihat apa-apa yang Allah SWT haramkan.

Pernah suatu hari Umar bin Khaththab menemui seorang anak muda pengembala kambing. Umar bertanya kepadanya tentang jumlah kambingnya. Anak muda itu menjawab dengan menyebutkan jumlah yang ada.

Lalu Umar bertanya apakah majikanmu tahu jumlah tersebut. Anak muda itu menjawab, ia tidak tahu. Kalau begitu –kata Umar mengetesnya– bagaimana jika aku beli satu kambing lalu kamu nikmati uangnya.

Anak muda itu menolak. Umar meyakinkannya bahwa nanti kambing itu akan beranak lagi dan kembali jumlahnya seperti semula. Anak muda itu seketika menjelaskan bahwa Allah SWT pasti akan melihatnya.

Kejadian serupa terjadi pada Imam Ali bin Abi Thalib saat ada seseorang minta izin agar dibolehkan berzina. Imam Ali mempersilakannya.

Carilah tempat berzina di mana Allah SWT tidak tahu. Orang itu terdiam lalu menyadari bahwa Allah SWT pasti mengetahuinya.

Lalu orang itu bertanya ada syaratnya tidak. Ali menjawab, syaratnya satu, carilah tempat berzina di mana Allah SWT tidak tahu. Orang itu terdiam lalu menyadari bahwa Allah SWT pasti mengetahuinya.

Dari apa yang kita gambarkan ini jelas bahwa tidak ada keburukan apapun di muka bumi ini kecuali akan Allah SWT perhitungkan balasannya.

Bila menonton pornografi di atas merupakan bukti kebejatan moral, sehingga pelakunya harus dipecat sebagaimana telah kita gambarkan, apalagi berzina.

Sungguh lebih keji lagi jika pelakunya seorang Muslim yang beriman kepada Allah SWT yang Mahatahu.

sumber : https://www.republika.id/posts/40468/bahaya-melihat-pornografi

About Post Author