Friday, August 22

Penyakit Manusia Paling Buruk

amirfath.com, Artikel (139), Mei 2022

Alquran telah merekam penyakit kaum Nabi Luth yang kini disebut LGBT dengan berbagai istilah keburukan, baik bagi perbuatannya maupun pelakunya. Dalam surah al- A’raf: 80, Allah menggambarkan bahwa Nabi Luth sangat heran melihat perilaku mereka yang menikah dengan sesama jenis, padahal manusia sebelumnya menikah dengan lawan jenis.Ata’tuunal faahisyata maa sabaqakum min ahadin minal `alaaminn. Artinya, bagi Nabi Luth, itu adalah penyakit yang menyimpang, dengan kata lain itu adalah di luar fitrah manusia.

Nabi Luth menyebut itu sebagai fahisyah (keji dan menjijikkan).Ketika Allah menjelaskan tentang zina, juga menganggap itu fahisyahdari sisi di luar jalur pernikahan:Innahuu kaana faahisyataw wa saa’sabiila (QS al-Isra: 32).

Jadi, sebutan fahisyah dalam Alquran berlaku bagi setiap penyimpangan seksual, baik itu berupa sesama jenis maupun dengan lawan jenis di luar ikatan nikah yang sah.

Allah menggambarkan bahwa ketika penyakit syahwat sesama jenis ini menimpa manusia, ia akan sangat sensitif dan tidak mustahil pada gilirannya akan melakukan tindakan yang tidak terkontrol. Karena itu, mereka mengusir Nabi Luth dan pengikutnya: Qaaluu akhrijuuhhum min qaryatikum, padahal mereka tahu bahwa Nabi Luth dan pengikutnya adalah orang-orang yang sehat dan bersih: Innahum unaasuy yatahthahharuun (QS al- A’raf: 82).

Karena itu, Allah mengazab mereka dengan membalik bumi mereka walmutafikaat (QS al- Haqqah: 9) lalu menimpakan hujan batu ke negeri itu, Wa amtharna alaihim mathara. Pada saat yang sama, Allah menyebut mereka adalah benar-benar pendurhaka:fanzhur kaifa kaa aqibatul mujirimiin (QS al-A’raf: 84).

Dalam surah al-Anbiya: 74, penyakit itu disebut al kabaaits
(kotor dan busuk). Lalu pelakunya disebut sebagai orang-orang fasik qauma sauiin faasiqqin. Kalau sudah demikian penegasan Allah sendiri, siapa yang bisa melawan- Nya?

Silakan semua manusia bersepakat untuk mengesahkan LGBT dengan alasan itu adalah hak asasi manusia, tetapi jika kata Allah itu buruk, yang benar pasti apa kata Allah SWT. Karena itu, Allah berpesan, apa pun yang tidak ikut Allah itu tetap salah sekalipun itu didukung oleh mayoritas: Wa intuthi’aktsara man fil ardhi yudhilluuka `an sabiilillahi (QS al-An’am:116).

sumber : Republika, Jumat 20 Mei 2022 Hal. 12

About Post Author