Al Baqarah : 40 – 42
Contoh Kepemimpinan Yang Gagal
Dr. Amir Faishol Fath
يا بَنِي إِسْرائِيلَ اذْكُرُوا نِعْمَتِيَ الَّتِي أَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ وَأَوْفُوا بِعَهْدِي أُوفِ بِعَهْدِكُمْ وَإِيَّايَ فَارْهَبُونِ (40) وَآمِنُوا بِما أَنْزَلْتُ مُصَدِّقاً لِما مَعَكُمْ وَلا تَكُونُوا أَوَّلَ كافِرٍ بِهِ وَلا تَشْتَرُوا بِآياتِي ثَمَناً قَلِيلاً وَإِيَّايَ فَاتَّقُونِ (41) وَلا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْباطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَقَّ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ (42)
Hai Bani Israil, ingatlah akan ni`mat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu, dan penuhilah janjimu kepada-Ku niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu; dan hanya kepada-Ku-lah kamu harus takut (tunduk). Dan berimanlah kamu kepada apa yang telah Aku turunkan (Al Qur’an) yang membenarkan apa yang ada padamu (Taurat), dan janganlah kamu menjadi orang yang pertama kafir kepadanya, dan janganlah kamu menukarkan ayat-ayat-Ku dengan harga yang rendah, dan hanya kepada Akulah kamu harus bertakwa. Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui.
Rahasia Urutan Ayat
Pada ayat sebelumnya Allah swt. menggambarkan turunnya manusia ke bumi sebagai khalifah (pengelola kakayaan Allah di bumi). Sebelumnya telah Allah jelaskan bahwa Nabi Adam sebagai manusia pertama telah menjalani persiapan di sebagian tempat di surga. Lalu digoda oleh iblis sehingga dengan godaan tersebut ia melanggar dan sebagai hukumannya ia diturunkan ke bumi. Lalu Nabi Adam segera bertaubat atas kesalahannya dengan penyesalan yang sangat dalam sehingga setelah itu seumur hidupnya selama seribu tahun di bumi tidak pernah berbuat dosa lagi. Dan jelas bahwa nabi Adam turun ke bumi dengan bekal panduan wahyu. Karenanya Nabi Adam berperan sebagai nabi sekaligus Rasul. Pada ayat berikutnya Allah tidak menceritakan bagaimana keturunan Adam menyikapi panduan wahyu tersebut dalam menjalankan kekhilafahan di bumi. Sebab itu sudah jelas bahwa tidak semua anak cucu Nabi Adam patuh kepada Allah. Pun karena redaksi Al Quran tidak sedang bercerita tentang kronologi sejarah, melainkan sedang bercerita maslah kepemimpinan. Yaitu deklarasi bahwa manusia sebagai khlifah di bumi. Maka benar kalau setelah itu Allah swt. menyebutkan kisah bani Israil sebagai contoh pemimpin yang gagal dalam sejarah panjang manusia.
Benar mereka gagal dalam menjalankan tugas kepemimpinan di bumi, sebab mereka tidak mau ikut panduan wahyu. Mereka adalah generasi yang paling banyak didatangi nabi-nabi. Tetapi hamper semua nabi-nabi itu mereka bunuh. Maka kehidupan mereka penuh dengan pertumpahan darah dan kedzaliman. Karena itu mereka tidak pernah mempunyai warisan peradaban kecuali kisah-kisah pembunuhan tanpa batas. Sampai Nabi Isa sebenarnya mereka berusaha akan membunhnya, tetapi Allah segera mengangkatnya ke langit. Maka langsung mengangkat kisah mereka dalam urutan redaksi ini, untuk memberikan pelajaran sekaligus peringatan agar jangan sampai ada manusia yang mencontoh Bani israil ini. Dan di dalam Al Quran Allah swt.memberikan porsi yang cukup banyak untuk kisah-kisah mereka dengan dipencar-pencar dalam beberbagi surah. Seakan Allah ingin menegaskan : wahai hamba-hambaKu, inilah contoh kepemimpinan yang gagal dalam sejarah diperankan oleh Bani Israil, dan contoh ini akan diulang-ulang dalam berbagi tempat dalam Al Quran agar kalian bisa mengambil pelajaran dan tidak mengulangi lagi kegagalan tersebut.
Makna Panggilan “ Wahai bani Israil”
Allah swt. berfirman : “Hai Bani Israil” mengapa? Dan apa maksudnya? Israil dari bahasa Ibrani terdiri dari dua kata : “isra” (hamba pilihan) dan “il” (Allah) maknanya : hamba pilihan Allah. Maksudnya Nabi Ya’qub alaihisslaam.