Sunday, July 27

Ikuti Aturan Allah

amirfath.com, Wawasan (02), Jan 2021 – Islam diturunkan oleh Allah sebagai aturan. Tanpa Islam manusia bagaikan di dalam rimba. Siapa yang kuat dialah yang menang. Allah maha bijak. Semua yang terbaik bagi manusia Allah ajarkan. Sayangnya tidak semua manusia ikut Allah. Banyak orang yang masih mau ikut setan. Bersenang-senang dengan nafsu dijadikan tujuan.

Islam hadir dengan konsep hidup yang lengkap. Di dalamnya ada ilmu, akidah, ibadah, Zikir, dakwah dan jihad. Tetapi tidak semua orang Islam mengambil Islam secara utuh. Banyak yang hanya mengambil akidahnya lalu membuat jamaah akidah. Ini tidak salah. Namun salahnya muncul ketika fokus akidah ini membuatnya lupa kepada dimensi Islam yang lain. Orang yang berbeda pendapat dalam suatu urusan dibawa ke akidah. Khilafiyah dalam urusan tahlilan, maulid nabi dan sebagainya dianggap sebagai kemusyrikan. Padahal ini murni masalah fikih. Dari sini kita menemukan sikap saling menyerang antara satu dengan lainnya. Karena yang satu menganggap ini masalah khilafiyah fikih. Sementara yang lain melihat ini adalah bidiah dan musyrik yang akan membawa ke naraka.

Ada juga yang mengambil Islam dengan fokus kepada jihad. Kemana saja ia pergi membawa fikih jihad. Sekalipun di alam damai ia masih menggunakan fikih jihad. Akibatnya banyak tindakan yang keluar dari fikih jihad. Terlepas apakah para pelakunya ikhlas atau tidak, yang jelas berbagai pengeboman yang mereka lakukan di berbagai tempat telah memudahkan musuh Allah menuduh Islam sebagai agama teror.

Ada juga yang hanya mengambil ilmu Islamnya saja. Sementara dimensi yang lain diabaikan. Sehingga mereka menjadikan Islam hanya sebatas kajian. Akibatnya Islam diotak-atik. Banyak yang jatuh ke dalam liberalisme. Mereka berani menganggap Islam terbelakang. Bahkan menolak Islam sebagai way of life. Sebab mereka hanya ingin Islam terkurung di masjid. Membeku dalam ritual-ritual yang sunyi.

Sekarang sudah saatnya umat ini mengambil Islam secara kaffah. Islam ritual, Islam ekonomi, Islam budaya, Islam pasar, Islam dagang dan Islam politik. Alasannya sederhana, yaitu karena kita dari Allah dan milikNya. Kita pasti kembali kepadaNya. Kita pasti akan dimintai pertanggungjawaban olehNya. Apalah arti shalat, puasa dan haji yang kita kerjakan, jika di pasar kita menipu, di kantir kita korupsi, di ekonomi kita main riba, di kekuasaan kita zhalim. Inilah kesadaran yang seharusnya umat Islam segera meraihnya agar tidak berlama-lama dalam keterpurukan yang dibuat sendiri.

About Post Author