M
amirfath.com, Kamus Ahli Tafsir (05), Jan 2021 –
Muhammad Al Abashiri Abdul ‘Al Khalifah, (1333-1404H/1914-1984M), seorang da’i, khatib, dan mujahid. Dibesarkan di Uzbah, suatu kampung di sebelah timur negeri Mesir. Sejak dini sudah belajar di Ma’had Zaqaziq tingakat dasar, kemudian Kuliah Usuluddin. Pada tahun 1941, mencapai ijazah alamaiyah, sekaligus keterangan untuk boleh aktif da’wah dan orientasi.
Pernah bekerja sebagai penasihat di berbagai wilayah Mesir, sebagai penasihat ruhani Meliter Mesir, lalu sebagai kepala umum penasihat di Universitas Al Azhar. Keberaniannya dalam menyampaikan kebenaran, dan tidak segan-segannya mekritik segala penyimpangan, telah menyebabkan Al Abushiri, berkali-kali diperangkap dalam siksaan. Antara tahun 1962-1965, Al Abushiri mewakili utusan Al Azhar ke Libya. Lalu pada tahun 1975, bekerja di Kuawait di kementrian Wakaf dan penasihat di masjid-masjid. Tidak hanya itu, berbagai seminar sempat juga dihadiri, baik seminar langsung, maupun seminar dalam acara televisi dan radio.
Di antara karya-karyanya :
Muhammad Asad ( 1900-1992 / 1318-1412 ). Salah seorang pemikir muslim terkemuka. Dilahirkan di Galisia, Belanda, dari Ayah dan Ibu yang bergama Yahudi. Asalnya bernama Liobold Face, Asad muda mengikuti jejak kakeknya, berlatih untuk menjadi seorang dukun. Namun tak lama kemudian, jiwanya goncang. Ia segera meninggalkan perdukunan itu, dan mengikuti latihan meliter. Di sebuah Universitas di Vienna Asad kemudian kuliyah sampai tammat. Setelah itu, ia bekerja sebagai wartawan. Di tengah menjalani karirnya itu, Asad dipanggil pamannya ke kota Al-Quds, Palestina. Di sana ia diperkenalkan dengan gerakan Zionisme. Namun hatinya menolak. Dari situ Asad mulai ingin tahu apa itu Islam dan apa itu Dunia Islam. Dalam kesempatan sebagai wartawan Asad menjajaki Dunia Arab yang merupakan bagian dari dunia Islam. Ia berkeliling dari Negara ke Negara sambil mempelajari hakikat Islam dan melihat langsung kehidupan orang-orang Islam. Di puncak perjalanannya yang begitu panjang, Asad kemudian menemukan dirinya yang sejati. Ia kemudian masuk Islam di salah satu negeri di Dunia Arab tahun 1926. Sejak itu Asad muncul sebagai seorang pemikir mus- lim terkemuka abad dua puluh. Semua kisah perjalanan yang dilaluinya ia rekam dalam bukunya yang terkanal “ Jalan menuju Makkah “.
Pada tahun 1964, Asad mulai menyusun sebuah karya besar, yaitu penerjemahan dan penafsiran Al-Qur’an. Karya monumental ini ia lakukan selama tujuh belas tahun. Selain tafsir ini, Asad banyak menulis buku, di antaranya : ” Islam di persimpangan jalan “. Dicetak pertama kali tahun 1934, buku ini sejatinya merupakan seruan terhadap Umat Islam, agar menjalani Islam dengan benar, dan tidak mengikuti nilai-nilai yang tercermin dari masyarakat barat secara buta. ” Dasar-dasar Negara Islam ” ( terbit tahun 1947 ) dan ” Inilah Syari’at kita ” ( terbit tahun 1987 ), merupakan dua karya Asad yang mengupas pandangannya mengenai konsep bernegara dalam Islam. Sebelum wafatnya, Asad sempat me- nulis catatan harian yang kedua setelah “Jalan menuju Makkah ” judulnya ” Kembalinya sebuah hati ke negeri- nya “. Dalam catatan ini, tercermin sisi yang lain lagi dari kepribadian Asad yang kokoh memeperjuangkan keima- nannya dan pengalaman hidupnya yang kaya dengan renungan dan pemikiaran.
Kepustakaan : Takmilah Mu’jamul Mu’allifien, oleh Muhammad Khair Rama- dhan Yusuf, Dar Ibn Hazm, Cet. I, hal. 449-450, Shoihatu Muslim qaadim minal gharb, Islamu Muham- mad Asad, oleh Mustafa Hilmi, Dar Dakwah, Al-Iskandariyah.
Muhammad Al Bahy ( 1905-1983 / 1323-1403 ). Seorang pemikir muslim kontemporer, yang tercermin dari karya-karyanya, seruan lantang menuju pembaharuan pemahaman keagamaan dan kehidupan sosial. Ia dilahirkan di sebuah wilayah Al Buhairah. Tahun 1934, Al Bahy meraih gelar diploma dalam bahasa Jerman, di samping gelar Doktor dalam bidang Filsafat, Ilmu Jiwa dan Ilmu Sosial, di Universitas Hamburg. Selama kuliyah di sana, ia aktiv dalam kegiata pemikiran yang tergabung dalam gerbong Syeikh Muhammad Abduh. Sekembalinya dari Jerman. ia menjadi Guru besar di Kuliyah Usuluddin di Universitas Al-Azhar, dan sebagai Kepala Jurusan Bidang Filsafat di Fakultas Bahasa Arab. Belum lagi kesibukannya sebagai Dosen terbang di Universitas Mic Gil Kanada tahun 1952 dan Universitas Al Ribath Al Hadistah tahun 1960. Ditambah penugasan ekstra dari Universitas Al-Azhar untuk menghadiri seminar-seminar dan kegiatan keilmuan lainnya.
Banyak karya-karya yang lahir dari tangannya, terutama yang berkenanaa dengan pemikiran Islam, seperti : Pemikiran Islam Modern dan hubungannya dengan penjajahan barat, Perkembangan Pemikiran Islam, Islam dalam kancah Ideologi Modern, Islam dan Aliran-aliran pemikiran sesat, Islam dan masalah persaudaraan beragama, Islam dan masalah Ekonomi, Generasi muda, antara ekstrim keimanan dan keraguan terhadap Allah, Islam sebagai jalan hidup, Islam sebagai agama dakwah bukan revolusi, Bebarapa tantangan jalan Islam di tengah masyarakat Islam Modern, Pemikiran Islam dan Masyarakat Modern, Kerancuan pemikiran Materialisme Sejarah, antara teory dan praktis, Islam dan perbudakan.
Sebagai pemikir yang selalu berangkat dari Al-Qur’an, Al Bahy juga mempunyai beberapa karya dalam bidang tafsir dan disiplin ilmu yang berkanaan dengan Al-Qur’an, seperti : Tafsir tematis Al-Qur’a, Juz ‘Amma, Di anatara pemahaman Qur’ani dalam masalah Akidah dan Akhlak, Al-Qur’an dan masyarakat, Al-Qur’an dalam menghadapiMaterialisme ( Tafsir beberapa surat Al-Qur’an : Al-Ankabut, Ibrahim, Thoha, Maryam, Al-Shafat, Al-Furqaan, Al- Hajar, Al-A’raaf, Yusuf, Al-An’aam, Al- Syu’araa’, Al-Rum, Al-Anbiyaa’, Al- Qashaah, Al-Mu’minuun, Al-Naml, Al- Nahl, Al-Kahf, Yunus, Al-Nisa’ ), Tafsir tematis Al- Qur’an ( Tafsir Surat Al-Isra’ ), Cara Al-Qur’an dalam membangun masyarakat, Agama dan Negara, dalam pan- dangan Al-Qur’an.
Kepustakaan : Takmilah Mu’jamul Mu’allifien, oleh Muhammad Khair Rama- dhan Yusuf, Dar Ibn Hazm, Cet. I, hal. 456-459.
Muhammad Izzah Darwazah ( 1984-1987 / 1305-1404 ). Seorang penulis muslim yang produktif. Dilahirkan di kota Nablis, Palestina, Darwazah, pada awal karirnya – selama dunia Islam di bawah pemerintahan Ustmania – bekerja di kantor pos, yang setiap hari bisa mengikuti berbagai surat kabar harian Mesir yang diposkan. Dari sana Darwazah banyak menimba ilmu, dan memperluas wawasan. Suatu potensi dan langkah kreatif yang kelak bisa mengantarkannya tampil sebagai seorang aktivis politk, penulis, dan pengajar.
Dalam karir politiknya, Darwazah pernah dipenjara di Damaskus, Syria. Pada waktu mudanya, ia sering menulis naskah drama, yang diangkat dari kisah-kisah sejarah Islam. Selama di Bairut, pernah bekerja sebagai dewan redaksi dua surat kabar ” Al-Haqiqah ” dan ” Al-Ikha’ al Ustmani “. Juga sering menerjemahkan buku dari bahasa Turki dan bahasa Prancis. Di samping buku-buku pelajaran tentang sejarah Islam, ia juga menulis beberapa karya yang berkenaan dengan masalah Palestina, dan gerakan Arab moderen.
Sejak tahun 1956, Darwazah telah mulai menyusun ensiklopedinya yang terdiri dari dua puluh jilid, judulnya ” Sejarah Nasinalisme Arab “. Sebelum meninggal, catatan harian yang merekam segala langkah-langkah penulisnya dan berbagai kejadian politik di dunia Arab ini, diterbitkan. Siapapun yang membaca karya besar ini, akan melihat betapa Darwazah seorang yang terlibat langsung dalam pergulatan politik dunia Arab, dan membelakangi setiap kejadian yang muncul. Pun juga ia termasuk yang mendirikan partai-partai pergerakan kemerdekaan Syiria dan Palestina.
Bila dikalsifikasi, karya-karya Darwazah meliputi: buku-buku mengenai ke-Islaman, seperti: Zaman dan lingkungan Nabi SAW pada waktu diutus, Kaidah dan Dustur Islam dalam segala aspek kehidupan. Mengenai Palestina, seperti : Masalah Palstina, dari masa ke masa, Pelajaran dari Sejarah Palestina, Israel dan Zionis, permusuhan dulu dan sekarang . Mengenai sejarah, seperti : Ringkasan sejarah Arab dan Islam, Pelajaran sejarah Arab, dulu sampai sekarang. Mengenai Nasio- nalisme Arab, seperti : Gerakan Arab Moderen, Persoalan Dunia Arab, Ekonomi, Sosial dan Politik, Kesatuan Dunia Arab.
Dalam bidang tafsir, Darwazah juga mempunyai karya-karya penting dan bermutu, terutama kitabnya ” Al- Tafsirul Hadiest “, tafsir semua Al-Qur’an, terdiri dari dua belas jilid. Tafsir tematis juga menjadi metode pendekatannya terhadap Al-Qur’an. Beberapa karyanya dalam pendekatan tematis ini, seperti : Sejarah Rasulullah SAW, cuplikan dari Al-Qur’an, Al-Qur’an dan Wanita, Al-Qur’an dan Kaum Yahudi, Dustur Al-Qur’an dan Sunnah Nabi dalam segala aspek kehidupan, Al-Qur’an dan Missionaris, Al-Qur’an dan Orang-orang Kafir, Jihad dalam Al-Qur’an dan Sunnah.
Kepustakaan : Takmilah Mu’jamul Mu’allifien, oleh Muhammad Khair Rama- dhan Yusuf, Dar Ibn Hazm, Cet. I, hal. 523-526, Muham- mad Izzah Darwazah, Nasy’atuhu, hayatuhu, mu’allafaatuhu, oleh Dr. M, Al -Ittihaad Al-Aam lilkuttab wasshahafiyyin walfalisthiniy- yiin, Al-Amanah Al-Aamah, Damaskus, Dar Qutaibah 1403, Muhamma Izzah Darwazah waharkatun nidhaal al falistieney, oleh Adil Hasan Ghanim, Darun Nahdahah Al-Arabiyah, Cairo, Muhamma Izzah Darwazah wa tafsirul Qur’anil kariem, Maktabatur Rushd, Riyadh, 1414.