AT TAKWIIR (Menggulung)
amirfath.com, Tadabur Surah At takwiir (81), Des 2020 – At Takwiir diambil dari kata kawwara artinya menggulung. Surat ini diberi nama at takwiir karena dipermulaannnya ada bacaan ayat kuwwirat, yang menggambarkan bahwa matahari kelak – saat Kiamat tiba – akan digulung, dilipat dan dipadamkan cahayanya.
Bila melihat rahasia susunan surat dengan bertanya mengapa surat at takwiir diletakkan setelah surat abasa? Jawabannya adalah bahwa dalam surat abasa Allah SWT menggambarkan pada penutupnya kondisi kejiwaan manusia ketika hari Kiamat tiba. Mereka benar-benar dalam ketakutan yang luar biasa. Sampai-sampai orang-orang yang paling dekatpun tidak akan sempat saling membantu: baik itu sudara, bahkan orang tua, bahkan anak istri. Semua sibuk memikirkan dirinya sendiri. Sebuah gambaran yang mencerminkan betapa dahsyatnya peristiwa Kiamat tersebut. Lalu di awal surat at takwiir ini Allah langsung membuka dengan menggambarkan perubahan yang terjadi pada alam semesta ketika hari Kiamat tiba. Allah gambarkan digulungnya matahari, jatuhnya bintang-bintang, hancurnya gunung-gunung dan seterusnya. Ini menunjukkan bahwa susunan surat-surat Al Qur’an demikian rapi. Saling berkaitan antar satu dengan lainnya. Bagaikan mata rantai yang saling sambung menyambung. Secara ringkas kandungan surat at takwiir sebagai barikut:
Dua Tahap Peristiwa Hari Kiamat (1-14)
Pembukaan surat. Dimulai dengan dua tahapan peristiwa besar: Pertama, menjelang hari Kiamat. Kedua, setelah hari kiamat terjadi. Saat menjelang hari kiamat ada enam kajadian luar biasa: (a) Digulungnya matahari dan lenyaplah cahayanya. (b) Runtuhnya bintang-bintang, dan ia betebaran ke mana-mana (perhatikan juga: QS, 82:2). (c) Dihancurkannya gunung-gunung, dengannya bumi menjadi kehilangan keseimbangan, maka kemudian kocar-kacirlah segala apa yang ada di atas bumi (perhatikan juga: QS, 78:20). (d) Unta-unta yang bunting sebagai simbol kekayaan yang paling dibanggakan orang Arab – kalau sekarang semacam mobil Volvo- diabaikan. Gambaran bahwa manusia pada waktu itu tidak tertarik lagi pada dunia. Dengan kata lain dunia yang selama ini diperjuangkan dan dibanggakan, menjadi tidak berharga lagi pada saat itu, saking dahsyatnya peristiwa hari Kiamat. (e) Biantang-binatang liar dikumpulkan lalu dimusnahkan. (f) Lautan meluap dan menjadi api membara, karena aliran lava yang berhamburan dari ledakan gunung-gunung berapi (perhatikan juga QS, 82:3, 52:6). Pada waktu itu laut dan daratan menjadi satu, semuanya dipenuhi api membara.
Setelah hari Kiamat ada enam kejadian lainnya: (a) Manusia dibangkitkan kembali dan ruh-ruhnya dipertemukan dengan jasadnya yang asli tanpa sedikitpun berkurang. (b) Bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup dibangkitkan dan ditanya, mengapa dia dibunuh? Apa dosanya? Ini menggambarkan bahwa pelaku pembunuhan tersebut akan mendapatkan balasan yang setimpal dengan kekejaman yang telah ia lakukan. Artinya, kalau yang dibunuh saja ditanya bagaimana yang membunuh? (c) Buku-buku catatan amal manusia dibuka dan dipersaksikan kepada masing-masing pemiliknya. Pada saat itu mereka berkata -seperti yang direkan dalam surat Al kahfi:49- “Kitab apakah ini yang tidak meninggalakan yang kecil dan yang besar, melainkan merekam semuanya?“. (d) Langit dikelupas seperti dikelupasnya kulit kambing, maka ia menjadi lenyap dan tidak ada sama sekali. (e) Neraka Jahim dinyalakan menjadi kian menggelegak. Bahan bakarnya manusia dan batu-batu yang mereka sembah (lihat QS, 2:24). (f) Surga didekatkan kepada orang-orang yang bertkwa (perhatikan juga QS, 50:31). Maka setelah kejadian itu semua, masing-masing manusia akan tahu, apa yang mereka kerjakan selama di dunia? Dan apa buah yang harus mereka dapatkan dari pekerjaan tersebut? Neraka atau surga? Semua akan menerima sesuai dengan amalnya. Tidak ada yang didzalimi. Bagi yang selalu melanggar ajaran Allah akan mendaptakan neraka sebagai balasannya, dan bagi yang selalu mentaatiNya akan menadapatkan surga sebagai pahalanya.
Kebenaran Al Qur’an (15-25)
Allah menguatkan kebenaran wahyu, dan krasaulan Muahmmad SAW. seraya bersumpah dengan tiga hal dari tanda-tanda kekuasaanNya: Pertama, bersumpah dengan bintang-bintang yang beredar dan tenggelam. Kedua, bersumpah dengan waktu malam ketika tenggelam dengan gelapnya. Ketiga, bersumpah dengan waktu subuh ketika menyingsing. Semua itu pekerjaan Allah SWT. dan tidak ada seorang manusiapun yang mampu mengerjakannya. Semua itu menunjukkan kesumgguhan dan kesriusan Allah dalam menjaga kelestarian alam dan hidup manusia. Bahwa Allah SWT tidak pernah main-main dalam segala urusannya. Apa lagi dalam urusan wahyu yang menentukan keselamatan manusia di dunia dan akhirat.
Karenanya Allah tetapkan: (a) Bahwa Al Qur’an benar-benar firmanNya, dibawa oleh Malaikat Jibril as. yang gagah perkasa dan mempunyai kedudukan yang tinggi di sisiNya. Yang tidak pernah melanggar perintahNya dan selalu mentaatiNya. (b) Bahwa Rasulullah SAW. benar, pernah bertemu Malaikat Jibril as. Karenanya ia bukan orang gila seperti yang mereka tuduhkan. Segala yang disampaikannya benar ajaran wahyu. Bukan dari syetan, karena tidak pantas seorang Rasul menerima ajaran syetan. Karenanya dia tidak pernah bakhil untuk menyampaikan risalahnya. Dia bersungguh-sungguh siang dan malam untuk mengajarkan kebenaran, termasuk mengenai halal-haram. Supaya manusia tidak terjebak oleh tipu daya syetan. Sebab hanya dengan mengikuti Al Qur’an secara jujur dan sungguh, kebahagaian yang didambakan setiap manusia akan dicapai. Semakin jauh dari Al Qur’an manusia akan semakain sengsara. Sebaliknya. semakin dekat dengan Al Qur’an, segala permasalah kemanusiaan, pasti akan mudah terpecahkan.
Kesesatan Mereka Yang Tidak Ikut Al Qur’an
Allah menutup surat dengan ayat yang memperlihatkan kesesatan orang-orang yang menolak Al Qur’an. Allah berfirman: mau kemana kamu pergi? Artinya mau kemana kamu denga kakafiranmu? Mau kemana kau dengan kemaksiatanmu? Kamu tidak akan pernah mencapai kebahagaiaan dengan cara hidupmu itu? Kamu pasti sengsara cepat atau lambat? Sekali Aku tegaskan bahwa hanya dengan mengikuti Al Qur’an kau akan selamat. Sebab Al Qur’an aku turunkan sebagai petunjuk jalan hidupmu. Jika kamu ikuti Al Qur’an itu lebih baik, karena itu jalan yang lurus, tetapi jika tidak, engkau sendiri yang akan menerima akibatnya. Semua itu terjadi hanya atas kehndak Allah SWT. Karenanya, mintalah kepadaNya, agar kau dipermudah jalan menuju kebenaran yang diajarkanNya.
Dr. Amir Faishol Fath MA.