AL INFITHAR (Terbelah)
amirfath.com, Tadabur Surah AL INFITHAR (82), Des 2020 – Al infithar berasal dari kata infathara artinya terbelah, dijadikan nama surat ini karena pada ayat pertama terdapat kata infatharat, yang menceritakan bahwa pada hari kiamat kelak langit yang kokoh sebagai atap akan terbelah. Sama halnya dengan surat-surat sebelumnya, surat al Infithar menggambarkan tentang kejadian-kejadian hari kiamat. Secara ringkas kandungan surat ini sebagai berikut:
Sebagian Tanda-tanda Hari Kiamat (1-8)
Diantara tanda-tanda datangnya hari kiamat adalah bergantinya aturan alam dengan terpecah belahnya langit, bintang-bintang jatuh berserakan, laut-laut meluap menjadi satu dan kuburan-kuburan terbongkar mengeluarkan mayat-mayat yang berada didalamnya. Jika semua ini telah terjadi, barulah manusia memasuki alam akhirat, dan di sana mereka mengetahui apa yang telah dilakukan dan apa yang telah dilalaikan selama ini di dunia. Bukankah selama ini mereka lalai kepada Allah yang telah menciptakan dan menyempurnakan mereka, sehingga menjadi manusia yang sangat sempurna.
Mengapa Mereka Tidak Mau Ikut Allah (9-19)
Setelah Allah menjelaskan tanda-tanda hari kiamat yang menunjukkan kebenaran adanya hari kebangkitan, Allah menyebutkan tindak kemunkaran mereka yaitu dengan mendustakan hari kebangkitan. Artinya ketika mereka tidak merasa takut dengan adanya hari kiamat, mereka menjadi tidak komitmen dan tidak konsisten untuk mentaati perintah Allah dan menjauhi laranganNya, itulah makna mendustakan hari pembalasan. Dalam ancaman itu pula Allah telah memberitahukan kepada mereka bahwa segala perbuatan yang mereka lakukan diawasi dan dicatat oleh para malaikat. Lalu Allah menyebutkan empat sifat malaikat : penjaga “hafidziin”, mulia “kiroman”, penulis “katibiin” dan sadar akan apa yang dilakukan “ya’lamuun ma taf’aluun”. Supaya manusia selalu berhat-hati dari dosa-dosa.
Lalu Allah menceritakan bahwa pada hari kiamat kelak ada dua golongan manusia: pertama, orang-orang baik yang mendapatkan kenikmatan surga. Kedua, orang-orang durhaka yang kekal di neraka, mereka masuk kedalamnya dan tidak bisa keluar darinya sama sekali. Untuk memperlihatkan bahwa hari kiamat adalah hari yang sangat besar dan menakutkan, Allah mengulang-ngulang kata “tahukah kamu apakah hari pembalasan itu” yang memberikan pengertian sekiranya manusia tahu kejadian-kejadian yang mengerikan itu niscaya ia tidak akan meninggalkan ketaatan kepada Allah sesaatpun dan ia akan meninggalkan jauh-jauh kemaksiyatan yang dilarangNya. Ironisnya manusia lalai, lupa dan bodoh, hidupnya dipenuhi dengan angan-angan, bersandar pada mimpi-mimpi belaka dan sering lari dari realita yang ada.
Kemudian Allah menceritakan hakikat hari akhir dan posisi manusia pada saat itu bahwa hari itu adalah hari yang tidak satupun jiwa (manusia) mampu menolong orang lain, dan tidak satupun bisa menjadi hakim atau penguasa kecuali Allah Tuhan semesta alam. Dialah satu-satunya yang berkuasa dan menghukum, semua perkara dibawah kekuasaanNya yang Maha Tinggi dan Maha Agung.
Tafsir Al Hikmah
Dr. Amir Faishol Fath MA.