Al Qadr (Kemulyaan)
amirfath.com, Tadabur Surah Al Qadr (97), Des 2020 – Surat ini di beri nama “al Qadr”, diambil dari kata “al Qadr” yang terdapat pada ayat pertama dalam surat ini.
Nampak erat hubungan surat ini dengan sebelumnya, karena pada surat al ‘Alaq Allah memerintahkan rasulNya untuk membaca al Qur’an maka pada surat al Qadr ini Allah menjelaskan awal diturunkannya al Qur’an, yaitu pada malam kemulyaan (lailatul qadr) malam yang sangat agung karena di malam itulah kitab hidayah bagi seluruh manusia diturunkan.
Kandungan pokok surat ini adalah (a) sejarah permulaan turunnya al Qur’an pada malam lailatul qadr (malam kemulyaan). (b) tentang keutamaan malam lailatul qadr yang nilainya lebih baik dari seribu bulan karena pada malam tersebut -di setiap bulan Ramadhan- para malaikat termasuk malaikat Jibril turun kedunia untuk mengatur segala urusan manusia dengan membawa cahaya, keutamaan, keberkahan dan kebaikan dari Allah yang maha pengasih dan maha penyayang.
Adapun makna turunnya Qur’an pada malam lailatul qadr adalah bahwa ia pertama-tama diturunkan sekaligus dari al lawhul mahfudz ke langit dunia (lihat QS. Al Qadr 97/1, Ad Dukhan 44/6-1). Baru setelah itu diturunkan secara bertahap dari langit dunia kepada Rasulullah saw. yang permualaanya di bulan Ramadlan, dimulai dari ayat Iqra’ (awal surat Al Alaq) (lihat QS. Al Baqarah 2/185).
Awal diturunkannya al Qur’an (1)
Allah mulai menurunkan al Qur’an pada malam lailatul qadr, malam yang penuh keberkahan (QS. ad Dukhan 44/3) yang jatuh pada bulan Ramadhan (QS. al Baqarah 2:185). Kemudian Allah turunkan sedikit demi sedikit selama 23 tahun sesuai dengan kebutuhan dan kejadian-kejadian yang dihadapi Rasulullah dan para shahabatnya untuk menjelaskan hukum dan hikmah yang telah Allah tetapkan.
Imam Az Zamakhsayari mengatakan: Allah mengagungkan Al Qur’an dengan tiga hal: Pertama, kata innaa anzalnaa menunjukkan bahwa Allah yang menurunkan. Kedua, tidak disebutkan namanya, melainkan diganti dengan dhamir hu yang menggambarkan keagungannya. Ketiga, waktu turunnya di malam lailatul Qadr dan di bulan Ramdlan.
Keutamaan malam lailatul qadr (2-3)
Allah berfirman” tahukah kamu apakah malam lailatul qadr itu?” pertanyaan ini menunjukkan keagungan malam lailatul Qadr, kebesaran makna yang terkandung didalamnya. Allah memberikan nama lailatul qadr karena Allah pada malam itu menetapkan apa saja yang Dia kehendaki dari takdirNya terhadap mahluk-mahlkNya dan karena keagungan takdirNya dan kemulyaannya, lebih dari itu, karena beramal ibadah pada malam itu, lebih baik dari amal yang dilakukan dalam seribu bulan.
Mujahid meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. pernah menceritakan salah seorang dari Bani Israil yang menyandang senajata berjihad di jalan Allah selama seribu bulan, mendengar itu para sahabat terheran-heran (bagaimana cara mendapatkan pahala sebasar itu). Ketika itu Allah menurnkan surat ini, di dalamnya penegasan bahwa ibadah pada malam lailatul qadr lebih baik dari ibadah dan berjihad selama seribu bulan.
Tujuan turunnya malaikat pada lailatul qadr (4-5)
Para malaikat dan Jibril as turun dari langit ke bumi, membawa segala urusan yang telah Allah tetapkan (takdirkan). Rasulullah saw bersabda: ” sesungguhnya Allah telah menentukan segala sesuatu pada malam baro’ah, lalu diserahkan kepada masing-masing yang berhak pada malam lailatul qadr”. Semua ini malaikat melakukannya atas izin Allah (QS. Maryam 9:64), yang dimaksud dengan “ar ruh” dalam ayat tanazzalul malaaikatu war ruh adalah Jibril as. Disebutkan secara khusus untuk menambah kemulyaannya sebagai malaikat yang membawa wahyu kepada Rasulullah saw.
Di antara tujuan turunnya para malaikat pada malam lailatul qadr adalah untuk turut menyaksikan apa yang sadang berlangsung di muka bumi dari gemuruh tangis hamba-hamba Allah, memohon ampunanNya, menyesali dosa-dosa. Pada malam itu Allah lebih suka mendengarkan rintihan taubat sang hamba dari pada kumandang tasbih para malaikat. Karenanya malaikat turun ke muka bumi, mereka berkata kepada teman-temannya: ” mari kita dengarkan suara yang dicintai Allah daripada tasbih kita”.
Malam lailatul qadr adalah malam yang penuh berkah dan segala kebaikan, karenanya Allah turunkan al Qur’an di malam itu, Allah gerakkan malaikat untuk bersaksi atas keagungannya. Itulah malam yang damai, sejatera, dari sejak terbenamnya matahari sampai terbitnya fajar. Wallahu alam bishshawab.
Tafsir Al Hikmah
Dr. Amir Faishol Fath
(فضائل عشر الأواخر من رمضان وليلة القدر)
عن عائشة رضي الله عنها قالت: كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا دخل العشر أحيا الليل، وأيقظ أهله وشد المئزر. (متفق عليه)
Aisyah ra. berkata; apabila sudah masuk sepuluh terakhir (bulan ramadhan) maka Rasulullah saw selalu menghidup-hidupkan malam-malam itu dengan ibadah dan membangunkan keluarganya serta mengikatkan sarungnya (tidak menggauli istrinya).
عن ابن عباس رضي الله عنه قال: كان رسول الله صلى الله عليه وسلم أجود الناس، وكان أجود ما يكون في رمضان حين يلقاه جبريل ، وكان جبريل يلقاه في كل ليلة من رمضان فيدارسه القرآن فلرسول الله صلى الله عليه وسلم حين يلقاه جبريل أجود بالخير من الريح المرسلة.(متفق عليه)
Ibnu Abbas ra. berkata: Rasulullah saw adalah orang yang paling pemurah terlebih-lebih dalam bulan ranadhan, bulan dimana beliau selalu ditemui Jibril. Jibril menemuinya setiap malam bulan Ramadhan untuk bertadarrus al Qur’an . sungguh bila Rasulullah saw bertemu dengan Jibril beliau lebih pemurah lagi melibihi angin yang kencang.
عن أبي هريرة رضي الله عنه قال:لما حضر رمضان قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:”قد جاءكم شهر رمضان، شهر مبارك، افترض عليكم صيامه، تفتح فيه أبواب الجنة، وتغلق في أبواب الجحيم، وتغل فيه الشياطين، في ليلة خير من ألف شهر من حرم خيرها فقد حرم. (رواه أحمد والنسائي)
Abu Hurairah ra berkata: ketika bulan Ramadhan tiba Rasulullah saw bersabda:”telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang berkah, diwajibkan kepadamu berpuasa. Pada bulan itu pintu-pintu surga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup, syetan-syetan dibelenggu, pada malam yang paling baik dari seribu bulan. Siapa yang mengharamkan dirinya dari kebaikan malam itu maka ia telah dijauhkan dari surga.
وعنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: من قام ليلة القدر إيمانا واحتسابا، غفر له ما تقدم من ذنبه.(متفق عليه)
Rasulullah bersabda: barang siapa yang bangun (ibadah) pada malam lailatul qadr dengan keimanan dan mengharapkan balasanNya, niscaya baginya ampunan dosa-dosa yang telah lalu.
عن عبادة بن الصامت أن رسول الله صلى الله عليه وسلم: “ليلة القدرفي العشر البواقي، من قامهن ابتغاء حسبتهن ، فإن الله يغفر ما تقدم من ذنبه وما تأخر ، وهي ليلة وتر: تسع أو سبع أو خامسة أو ثالثة أو آخر ليلة”0رواه أحمد)
Rasulullah saw. bersabda: “lailatul qadr terjadi di sisa sepuluh hari (Ramadhan), siapa yang menegakkan (ibadah) dengan mengharap pahala malam itu, maka sesungguhnya Allah mengampuni dosanya yang telah lalu dan yang akan datang. Itulah malam ganjil (witir); 9 atau 7 atau 5 atau 3 atau malam terakhir”
ومن علاماتها، عن ابن عباس أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال في ليلة القدر :”ليلة القدر سمحة طلقة، لا حارة ولا باردة، وتصبح شمس صبيحتها ضعيفة حمراء” (رواه أبو داود)
Dan diantara tanda-tanda lailatul qadr, Rasulullah saw. bersabda, bahwa pada malam itu suasananya tenang, cerah, tidak panas dan tidak dingin, pada pagi harinya cahaya matahri tidak begitu tajam, dan kemerah-merahan.