Saturday, August 2

Al A’laa (Yang Paling Tinggi)

amirfath.com, Tadabur Surah Al A’laa (96), Des 2020 – Maha suci Allah SWT,  Dzat yang bersih dari segala kekurangan dan yang mempunyai segala sifat-sifat yang mulia, karena Dialah yang maha tinggi di atas seluruh ciptaanNya yang ada. Demikianlah Allah membuka surat ini dengan ayatnya yang berbunyi sabbihisma robbikal ‘alaa ” (bertasbihlah dengan nama Tuhanmu yang maha tinggi”. Oleh sebab itu surat ini diberi nama al ‘Alaa (Dzat yang maha Tinggi).

Jika dalam surat sebelumnya (At Thariq) Allah menyebutkan penciptaan manusia khuliqo min main dafiq dan tentang awal penciptaan tumbuh-tumbuhan wassamai dzatirroj’i wal ardhi dzatisshod’i. Tapi surat ini berbicara lebih luas dan lebih dalam lagi tentang penciptaan manusia dan penciptaan makhluk-maklhluk lainnya seperti dalam ayat 2, 4 dan 5.

Adapun kandungan surat al ‘Alaa secara umum; mengenai keesaan Allah dan kekuasaanNya, al Qur’an dan pemeliharaannya dan akhlaq yang mulia untuk pensucian diri manusia. Untuk lebih jelasnya mari kita simak kandungan ayat perayat dari surat al ‘Alaa ini sebagai berikut:

  1. (1-5), diawali dengan perintah bertasbih kepada Allah yang maha suci dari segala sifat yang tidak layak, karena Dialah yang maha tinggi lagi maha agung, tidak ada yang agung selain DzatNya. Lalu Allah menyebutkan sifat-sifat yang menunjukkan existensiNya dan kekusaanNya; Pertama, Dialah yang menciptakan seluruh yang ada diantaranya manusia yang dibentuk sedemikian sempurna jika dibanding makhluk lainnya. Hal ini menunjukkan betapa telitinya Allah dalam membentuk manusia. Kedua, Dialah yang menentukan kemashlahatan bagi semua ciptaanNya maka Dia pula yang memberi petunjuk kepada semua makhlukNya dengan memperkenalkan mana yang bisa diambil manfa’at bagi kehidupan mereka. Hal inipun disebutkan dalam QS. Thaha 20/50. ketiga, Dialah yang mengeluarkan tumbuh-tumbuhan hijau yang dapat diambil untuk dimakan oleh manusia. Kemudian menjadikan rerumputan hijau itu berubah hitam karena kering .
  2. (6-8), Allah memberi kabar gembira kepada Rasulullah SAW dua hal; (a). bahwa Jibril akan membacakan Al Qur’an, meskipun Rasulullah SAW ummi tidak dapat membaca dan menulis tapi Allah akan menjaga hafalannya kecuali Dia menghendakinya untuk lupa, setelah turun ayat ini ia tidak pernah lupa. Dalam sebuah riwayat diceritakan (Ketika Jibril AS membacakan wahyu al Qur’an kepada Rasulullah, beliau segara mengulang-ulang bacaan ayat tersebut sebelum Jibril selesai mengakhirinya karena takut lupa, maka turunlah ayat ini). Hal serupa juga disebutkan dalam QS.Thaha 20/114 dan QS. Al Qiyamah 75/16-17. (b). Allah memberikan taufiq kepada Rasulullah SAW dalam segala perbuatan baik, lebih-lebih dalam menetapkan syari’at yang lurus dan mudah bagi umatnya. Kemudian Allah menegaskan bahwa Dia maha mengetahui apa yang tersembunyi dan apa yang nampak dan Dialah yang mempermudah dalam melakukan perbuatan dan perkataan baik.
  3. (9-13), Allah memerintahkan Rasulullah SAW untuk memberi peringatan dan nasehat kepada manusia, agar mereka mentaati Allah, baik nasehat itu bermanfaat ataupun tidak bagi mereka, karena pada akhirnya yang bisa mengambil manfaatnya hanyalah orang-orang beriman yang takut kepada Allah. Sementara orang-orang kafir selalu berusaha menghindari nasehat, karena itulah mereka kelak akan dimasukkan ke dalam neraka yang paling bawah, dan mereka kekal didalamnya tidak mati sekalipun siksaan datang terus menerus dan tidak hidup karena hidup tidak berarti baginya.
  4. (14-19), sungguh beruntung bagi orang yang membersihkan dirinya dari perbuatan syirik dan akhlak tercela. Melakukan dzikir dan menyebut nama Allah Tuhannya dengan lisan dan hatinya lalu melakukan shalat dengan benar dan khusyu’. Tapi sayang, kebanyakan manusia (apalagi orang-orang kafir) lebih mengutamakan dunia dan melalaikan persiapan menuju akhirat, padahal akhirat lebih baik dan lebih kekal, disanalah kehidupan hakiki yang abadi. Allah menegaskan bahwa apa yang terkandung dalam kitab ini (tentang tauhid, kenabian, janji dan ancaman, keharusan mengutamakan akhirat dan kebahagiaan bagi yang melakukan tazkiyah) sebenarnya telah ada di shahifah (kitab) para nabi terdahulu seperti kitab-kitab nabi Ibrahim dan nabi Musa alaihimassalam, Ini menunjukkan bahwa hakikat tersebut adalah kaidah universal yang tidak akan pernah berubah karena perubahan zaman. Wallahu ‘alam bishshowab.

Tafsir Al Hikmah

Dr. Amir Faishol Fath MA.

فضل الذكر التسبيح

(keutamaan dzikir dan tasbih)

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :” كلمتان خفيفتان على اللسان ثقيلتان في الميزان حبيبتان إلى الرحمن : سبحان الله وبحمده سبحان الله العظيم” (متفق عليه)

Abu Hurairah r.a berkata: Rasulullah SAW bersabda:” dua kalimat yang ringan dilidah tapi berat dalam timbangan, dicintai Allah adalah : subhanallah wa bihamdihi sumbhanallahil’adzim“.

وعنه رضي الله عنه قال : أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: من قال : لاإله إلا الله وحده لا شريك له له الملك وله الحمد وهو على كل شيئ قدير في يوم مائة مرة كانت له عدل عشر رقاب ، وكتبت له مائة حسنة ، ومحيت عنه مائة سيئة ، وكانت له حرزا من الشيطان يومه ذلك حتى يمسى ولم يأت أحد بأفضل مما جاء به إلا رجل عمل أكثر منه . وقال : من قال : سبحان الله وبحمده في يوم مائة مرة حطت خطاياه وإن كانت مثل زبد البحر .(متفق عليه)

Rasulullah SAW bersabda: “siapa yang membaca la ila ha illallahu wahdahu la syarikalahu lahul mulku walahul hamdu wa huwa ala kulli syai’in qodir pada setiap hari 100 kali, baginya sama seperti memedekakan sepuluh budak sahaya, dan ditulis 100 kebaikan serta dihapus darinya 100 dosa. Dan baginya perlindungan dari gangguan syetan sepanjang hari itu sampai sore. Dan tidak ada orang yang lebih utama daripadanya kecuali orang yang melakukan seperti itu atau lebih dari itu”. Dan beliau bersabda:” siapa yang membaca subhanallahi wa bihamdihi dalam sehari 100 kali niscaya dosa-dosanya dihapuskan meskipun sebanyak buih dilautan”.

وعنه رصي الله عنه، أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: يقول الله تعالى : “أنا عند ظن عبد بي ، وأنا معه إذا ذكرني ، فإن ذكرني في نفسه ذكرته ، وإن ذكرني في ملأ ذكرته في ملأ خير منهم . (متفق عليه)

Rasulullah SAW bersabda: Allah berfirman “Aku selalu mengikuti sangkaan hambaku dan Aku selalu menyertainya jika ia berdzikir (ingat) kepadaKu, jika ia ingat kepadaKu dalam hatinya Aku ingat padanya dalam diriKu, dan jika ia dzikir kepadaKu dalam majlis orang-orang niscaya Aku ingati dia dalam kelompok yang lebih baik dari kelompoknya.

عن سعد بن أبي وقاص عن النبي صلى الله عليه وسلم قال :” دعوة ذي النون ، إذ دعا وهو في بطن الحوت { أن لا إله إلا أنت سبحانك إني كنت من الظالمين}(سورة الأنبياء:87) إنه لم يدع بها مسلم في شيئ قط إلا استجاب الله له” (رواه الترمزي والحاكم)

Rasulullah SAW bersabda : “Do’a nabi Yunus ketika berada dalam perut Ikan Hiu la ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadzolimin, seorang muslim yang tidak meninggalkan doa ini Allah pasti mengabulkannya”.

فضل القرآن وقراءته

Keutamaan Qur’an Dan Membacanya

عن أبي أمامة رضي الله عنه قال : سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول :” اقرءوا القرآن فإنه يأتي يوم القيامة شفيعا لأصحابه ( رواه مسلم)

Abu Umamah berkata: aku mendengar Rasulullah SAW bersabda:” bacalah al Qur’an karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pembela bagi orang yang mempelajari dan menta’atinya”.

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : “مااجتمع قوم في بيت من بيوت الله يتلون كتاب الله ويتدارسونه بينهم إلا نزلت عليهم سكينة، وغشيتهم الرحمة وحفتهم الملائكة، وذكرهم الله فيمن عنده”. (رواه مسلم)

Rasulullah bersabda:” tiadalah berkumpul suatu kaum dalam majlis (baitullah) untuk membaca kitab Allah  dan mempelajarinya melainkan pasti turun pada mereka ketenangan, diliputi rahmat dan dikerumuni malaikat serta diingat oleh Allah didepan para malaikat yang ada padaNya.

عن بن عمرو بن العاص رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: يقال لصاحب القرآن : اقرأ وارتق ورتل كما كنت ترتل في الدنيا ، فإن منزلتك عند آخر آية تقرؤها” (رواه أبو داود والترمذي)

Rasulullah bersabda:” bacalah al Qur’an dan naiklah ke surga (naik dengan membaca dan menghafalnya) dan bacalah dengan tartil (pelan-pelan) sebagaimana kamu mentartil di dunia, sesungguhnya tingkatanmu diakhir ayat yang kamu baca”.

(sunat sembahyang sunat sesudah wudhu)

عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال لبلال :” يا بلال حدثني بأرجى عمل عملته في الإسلام، فإني سمعت دف نعليك بين يدي في الجنة ، قال : ما عملت عملا أرجى عندي من أني لم أتطهر طهورا في ساعة من ليل أو نهار إلا صليت بذلك الطهور ما كتب لي أن أصلي (متفق عليه).

Abu Hurairah r.a berkata: Rasulullah SAW berkata kepada Bilal: ” hai Bilal, ceritakanlah kepadaku, amal perbuatan apakah yang telah kau lakukan yang terbaik dalam Islam, karena saya telah mendengar suara sandalmu di depanku di sorga? Bilal menjawab:”Tiada suatu amal yang sangat saya harapkan didalam Islam, selain jika saya selesai wudhu, baik di waktu malam atau siang, maka saya pergunakan sembahyang sekuat saya”.

About Post Author