Al Bayyinah (Bukti)
amirfath.com, Tadabur Surah Al Bayyinah (98), Des 2020 – Surat ini diberi nama al Bayyinah karena pada ayat pertama terdapat kalimat al Bayyinah. Artinya bukti yang jelas yang diturunkan kepada nabi Muhamad saw. Selain al Bariyyah surat ini juga sering disebut dengan surat lam yakun.
Cukup erat kaitan surat ini dengan surat sebelumnya, karena surat ini seperti illat (sebab) dari surat sebelumnya. Seakan –akan ketika Allah berfirman “sesungguhnya kami telah menurunkan al Qur’an pada malam lailatul qadar” lalu dikatakan: kenapa Al Qur’an diturunkan? Jawabannya terdapat di awal surat ini, yaitu: karena orang-orang kafir tidak mau meninggalkan kekufuran mereka sampai datang bukti yang jelas kepada mereka. Jadi nampak seakan surat ini menjadi sebab turunnya al Qur’an.
Adapun pokok kandungannya adalah: (a) menjelaskan hubungan kaum kafir ahlulkitab dan orang musyrik dengan risalah Muhamad saw dan sikap mereka . (b) menjelaskan tentang tujuan agama dan iman yaitu ikhlas beribadah kepada Allah. (c) menjelaskan kelanjutan hidup di akhirat bagi orang-orang kafir sebagai paling buruknya manusia dan bagi orang-orang beriman sebagai paling baiknya manusia.
Orang Kafir Tidak Akan Meninggalkan Kekafiran Tanpa Bukti(1-4)
Allah mengutus Muhamad sebagai utusannya yang terakhir untuk seluruh alam baik jin dan manusia, untuk semua suku dan bangsa baik pada zamannya maupun zaman berikutnya sampai hari kiamat, untuk semua ahli agama sampai ahlilkitab dan orang-orang musyrik yang dijauhkan dari agama yang benar. Maka maksud dari ayat pertama adalah pemberitahuan Allah tentang orang-orang kafir: musyrik maupun ahlul kitab, bahwa mereka tidak akan meninggalkan kekafiran dan kemusyrikan sampai datang bukti (al bayyinah).
Apa yang dimaksud dengan bukti disini adalah diutusnya seorang Rasul yang membacakan kepada mereka lembaran al Qur’an sebagai kitab yang benar dan bersih dari salah, dusta, syubhat dan kebatilan, di dalamnya terdapat: (a) penjelasan bagi ahlul kitab segala hal yang selama ini mereka selewengkan darti kebenaran dalam urusan agama (b) ayat-ayat hukum yang tegas, bijak benar dan jauh dari penyimpangan (c) tuntunan yang penuh hikmah.(lihat QS.Fussilat 41/42 dan al Kahfi 18/1-2).
Artinya mereka akan beriman jika ada bukti yang membenarkan bahwa Muhamad adalah utusan Allah yaitu dengan adanya kitab al Qur’an sebagai saksi. Tetapi ketika Allah mengutus Muhamad dan membawa Al Qur’an yang membuktikan apa yang terdapat dalam buku mereka, mereka malah bercerai berai, saling menyalahkan, sebagian beriman dan sebagian lain tetap kafir. Seharusnya mereka sepakat untuk langsung beriman, tetapi karena sombong dan gengsi akhirnya mereka tetap memilih jalan kekfiran dan pengingkaran terhadap Muhammad sebagai Rasul yang diutus Allah swt. (lihat QS. Ali Imran 3/105 dan al Anfal 8/42).
Cur-ciri Agama Yang benar(5)
Lalu Allah menjelaskan bahwa mereka mereka tidak diperintahkan kecuali dalam buku mereka: Taurat, Injil maupun al Qur’an kecuali untuk menyembah kepadaNya semata. Ibadah yang murni (ikhlas) tanpa menyekutukanNya, shalat tepat pada waktunya, memberikan zakat kepada yang berhak demi kesucian diri. Inilah yang diperintahkan Allah kepada semua para rasul. Dan Rasulullah saw. tidak datang kecuali dengan apa yang dibawa para rasul sebelumnya yaitu risalah tauhid.
Bila keikhlasan dalam menyembah Allah benar-benar dilaksanakan, yaitu dengan menegakkan shalat, membayar zakat dan mengikuti semua tuntunan risalah yang dibawa Rasulullah saw. maka inilah yang disebut dengan agama yang benar (diinul qayyimah). Selainnya tidak tidak bisa diklaim sebagai agama yang benar.
Ancaman untuk orang-orang kafir dan ganjarannya(6)
Setelah menjelaskan sikap ahlul kitab dan orang-orang musyrik, Allah lalu menyebutkan ancaman bagi mereka dan janji bagi orang-orang yang beriman. Allah mendahulukan penyebutan ancaman untuk ahlul kitab dari pada orang-orang musyrik, karena seharusnya ahlul kitab menjadi orang yang pertama beriman, sebab segala kebenaran telah mereka ketahui dalam buku suci mereka. Tetapi malah sebaliknya, mereka menjadi orang yang pertama mengingkari. Bahkan lebih dari itu merela malah menuduh dengan cara yang kejam. Oleh sebab itu Allah dahulukan penyebutannya, untuk menunjukkan bahwa Allah sangat murka kepada mereka.
Mereka adalah paling buruknya manusia karena mereka tetap kafir dan meninggalkan kebenaran dalam keadaan dengki serta sombong, itulah paling buruknya jalan manusia. Mereka berhak mendapatkan tiga siksaan; masuk dalam nereka Jahannam, kekal didalamnya dan mendapatkan title syarrul bariyyah (paling buruknya manusia).
Janji untuk orang-orang beriman dan balasannya(7-8)
Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah, kitab-kitabNya, rasul-rasulNya tanpa mebedakan di atara mereka dan hari kiamat, dan dibuktikan dengan amal shalih, mereka itulah paling baik dan utamanya manusia (khairul bariyah). Mereka telah mentaati perintah Allah, menerima syari’atNya sebagai hukum dan ridha dengan apa yang Allah berikan. Mereka berhak mendapatkan empat macam pahala; (1). Surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai. (2). Abadi selamanya di surga. (3). Mendapatkan keridhaan Allah karena amal perbuatan mereka yang ikhlash (4). Mereka ridha dengan pahala dan keutamaan, yang Allah berikan. Semua ini Allah berikan kepada orang-orang yang benar-benar takut kepadaNya, takut menyekutukanNya dalam setiap amal yang dilakukan sehingga mereka benar-benar ikhlas beramal demi Allah semata. Wallahu a’lam bishshawab.
(باب أحوال أهل الناروأحوال أهل الجنة)
عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : يقال لأهل الجنة لا موت، ولأهل النار خلود لاموت. (رواه البخاري)
Rasulullah saw bersabda: dikatakan kepada ahli surga “tidak mati” dan kepada ahli neraka “kekal tidak mati”.
عن أنس بن مالك رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: يؤتى بأنعم أهل الدنيا من أهل النار يوم القيامة فيصبغ في النار صبغة، ثم يقال: يابن آدم هل رأيت خير قط؟هل مر بك نعيم قط؟ فيقول: لا والله يا رب. (رواه مسلم)
Rasulullah saw. bersabda: diberikan kenikmatan ahli dunia dari ahli neraka pada hari kiamat maka ia disepuh satu kali dalam api neraka, kemudian dikatakan: wahai anak Adam: apakah kamu melihat kebaikan sedikitpun? Apakah kamu melewati kenikmatan sedikitpun? Ia menjawab: tidak sama sekali TuhanKu.
وعنه أيضا قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: يقول الله لأهون أهل النار عذابا يوم القيامة: لو أن لك ما في الأرض من شيئ أكنت تفتدي به؟ فيقول: نعم. فيقول: أردت منك أهون من هذا، وأنت في صلب آدم أن لا تشرك بي شيئا، فأبيت إلا تشرك بي. (متفق عليه)
Rasulullah saw. bersabda: Allah berfirman kepada ahli neraka yang paling hina siksanya hari kimat: seandainya kamu mempunyai sesuatu yang di bumi, apakah kamu akan menebusnya? Jawabnya: iya. Allah berfirman: Aku menginginkanmu siksa yang lebih hina dari ini dan kamu keturunan Adam yang diperintah untuk tidak menyekutukanKu dengan sesuatu tapi malah kamu abaikan kecuali menyekutukanKu.
عن أنس رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: أنا أول من يقرع باب الجنة. (رواه مسلم)
Rasulullah saw. bersabda: sayalah orang pertama yang mengetuk pintu surga.
عن أبي هريرة عن النبي رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: نحن الآخرون الأولون يوم القيامة ، نحن أول الناس دخولا الجنة. (متفق عليه)
Rasulullah saw. bersabda: kami orang-orang terakhir yang pertama di hari kiamat, kami manusia pertama yang masuk surga.
وعنه أيضا عن النبي رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: من يدخل الجنة ينعم، لا يبأس، ولا تبلى ثيابه، ولا يفنى شبابه…. يقال لأهل الجنة بعد دخولهم فيها : إن لكم أن تصحوا فلا تقسموا أبدا، وإن لكم أن تحيوا فلا تموتوا أبدا، وإن لكم أن تشبوا فلا تهرموا أبدا، وإن لكم أن تنعموا فلا تبتئسوا أبدا فلذلك قوله تعالى في سورة الأعراف 7/43: { وَنُودُوا أَنْ تِلْكُمُ الْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ } (رواه مسلم).
Rasulullah bersabda: siapa yang masuk surga diberi nikmat dan tidak susah, tidak basah bajunya dan tidak hilang belianya. Dikatakan kepada ahli surga setelah mereka masuk surga:”kamu akan selalu sehat dan tidak akan pernah sakit, kamu hidup tidak akan mati selamanya, kamu akan selalu muda tidak akan tua renta, kamu akan diberi kenikmatan tidak akan kesusahan selamanya, yang demikian itu Allah berfirman: “Itulah surga yang diwariskan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan.”
وعنه أيضا قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: قال الله تعالى :”أعددت لعبادي الصالحين مالا عين رأت، ولا أذن سمعت ولا خطر على قلب بشر، فاقرؤوا إن شئتم: { فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ}(السجدة 32/17)
Rasulullah saw bersabda: Allah berfirman:” Aku telah sediakan bagi hamba-hambaKu yang shaleh sesuatu yang tidak pernah dipandang mata, tidak pernah didengar telinga dan tidak pernah terbayang oleh hati manusia, maka bacalah jika kamu mau : (Seorangpun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam ni`mat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan).