Thursday, July 17

Al Falaq (waktu shubuh)

amirfath.com, Tadabur Surah Al Falaq (113), Des 2020 – Diberi nama al Falaq karena ayat pertama menyebut kalimat al Falaq “qul a’udzubirobbil falaq“, al falaq artinya yang memisahkan sesuatu dari lainnya, karenanya waktu subuh disebut al falaq, sebab ia memisahkan antara malam dan siang. Seperti dalam firmanNya “faaliqul ishbah“(QS. Al an’Aam 6/96)”faaliqul habb wannawa” (QS. Al an ‘Aam 6/95).

Korelasi dengan surat sebelumnya: ketika Allah menjelaskan mengenai kemurnian tauhid dalam surat al ikhlas, supaya kehambaan manusia kepada Allah benar-benar bersih dari segala macam syirik, maka pada surat ini dan surat sesudahnya (an Naas) Allah menjelaskan keharusa manusia meminta perlindungan kepada Allah swt. dari segala keburukan mahluk-mahlukNya di muka bumi ini.

Keutamaan dua surat “al mau’dzatain”: banyak sekali riwayat yang menyatakan tentang keutamaan dua surat ini, diantaranya: bahwa ‘Uqbah bi ‘Amir berkata: “aku diperintahkan Rasulullah untuk selalu membaca mau’dzatain setiap selesai shalat” (HR. Ahmad, Abu Daud dan an Nasai). Imam Bukhari meriwayatkan: ‘Aisyah berkata bahwa Rasulullah saw. apabila hendak tidur setiap malam, mengumpulkan kedua telapak tangannya, kemudian bernafas dan membaca qul huwallahu ahad, dan qul a’udzubirobbil falaq, dan qul a’udzubirobbinnas. Kemudian ia  menghapuskan kedua tangannya keseluruh tubuhnya, dimulai dari kepala, wajah sampai bagian depan dari tubuhnya, beliau melakukannya tiga kali.

Memohon perlindungan kepada Allah (1)

Allah berfirman: “qul a’uudzu“ ini sebuah perintah langsung kepada RasulNya untuk minta perlindungan kepada Allah. Perlindungan dari apa? Dari berbagai macam keburukan makhluk di muka bumi.  Kalimat rabbul falaq menggambarkan bahwa Allah yang menguasai waktu shubuh, karena malam telah terpisah. Dialah yang menguasai setiap yang terpisah dari ciptaanNya: hewan, waktu shubuh, bibit tumbuhan, biji buahan dan lain sebagainya. Dialah Allah yang memberikan rasa aman dari berbagai yang tersembunyi dalam kegelapan malam setelah terbit cahaya pagi.

Perlindungan Dari Apa Yang Kita Minta Kepada Allah? (2-5)

Pertama, kita minta perlindungan dari semua keburukan makhlukNya, baik itu dari jenis manusia sendiri, syetan maupun jin. Dan dari kejahatan binatang buas dan melata, bahaya api dan keburukan dosa, hawa nafsu dan perbuatan. Dan lain sebagainya dari semua ciptaanNya yang membahayakan.

Kedua, kita minta perlindungan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita. Sebab malam identik dengan segala hal yang mengkhawatirkan baik berupa binatang maupun dari orang-orang fasiq yang selalu berbuat kerusakan. Pun juga seringkali syetan beroprasi di waktu malam, sehingga hawa nafsu selalu terpanggil oleh godaan dan rayuannya.

Ketiga, kita minta perlindungan dari kejahatan wanita-wanita penyihir yang membuat buhuk-buhul dari tali lalu membaca jampi-jampi setelah itu menghembuskan napasnya ke buhul tersebut. Dalam sebuah riwayat Abu Ubaid menceritakan bahwa mereka adalah putri-putri Labid bin al ‘Asham seorang tukang sihir Yahudi yang berusaha menyihir Rasulullah saw.

Dikatakan sihir karena ia hanya tipuan belaka. Ia tidak bisa mengubah hakikat segala sesuatu menjadi hakikat yang lain. Ia hanya nampaknya saja seakan ular misalnya, padahal sebenarnya ia tali. Karenanya katika para tukan sihir itu bertanding dengan Nabi Musa, ular-ular bikinan mereka tidak bisa melawan ular mu’jizat Nabi Musa. Sebab ular mu’jizat adalah ular hakiki, bukan ular tipuan.

Keempat, kita minta perlindungan dari kejahatan orang-orang yang dengki, mereka yang mengharapkan hilangnya nikmat yang telah diberikan Allah kepada orang yang didengki yaitu Rasulullah saw. Sebenarnya orang-orang yang dengki itu tidak membahayakan, kecuali ketika ia hendak beraksi dengan niat jahatnya, supaya nikmat yang dimiliki orang lain dihancurkan. Perbuatan seperti ini sebenarnya pernah dilakuakn Iblis kepada Nabi Adam, dan pernah dilakukan Qabil kepada habil. Perhatikan betapa perbuatan para pendengki sangat mengancam. Karenanya Iblis akan terus berjuang mati-matian bagaimana supaya manusia tersesat dan masuk neraka.  

About Post Author