Friday, August 8

Bahaya Menumpuk Harta

amirfath.com, Opini (02), Des 2020 – Dalam surah At Taubah:34-35 Allah berfirman: “Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih, pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka Jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu”. Dalam surah Ali Imran: 180, lagi-lagi Allah berfirman: “Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan”.

Harta yang Allah sediakan itu untuk semua mahlukNya, bukan untuk sebagian orang. Terjadinya kaya-miskin dalam hidup manusia itu sunnatullah yang tidak bisa dihindari. Karenanya Allah swt. mengajarkan dalam Al Qur’an keharusan saling membantu. Allah sangat benci kepada orang-orang yang kikir dan menumpuk-numpuk harta. Ayat di atas adalah bukti nyata kebencian Allah kepada mereka yang suka menyimpan-nyimpan harta tanpa memperhatikan hak-hak orang miskin. Dalam surah Al Ma’arij:19-25, Allah menjelaskan bahwa manusia tidak akan pernah mencapai titil stabil dalam meraih kebahagian jika tidak melakukan banyak hal, di antaranya ia menyadari bahwa dalam hartanya ada hak-hak orang miskin.

Rasulullah saw. dalam banyak hadisnya menggambarkan betapa benar-benar mengerikan akibat yang kelak akan di hadapi oleh orang-orang yang suka menumpuk-numpuk harta tanpa memberikan hak-hak fakis miskin sesuai dengan ketentuan agama: Dalam Sahih Bukhari, Abu Hurairah ra. meriwayatkan hadits yang sangat panjang sebagian teksnya sebagai berikut: Tiada seorangpun yang menyimpan harta dan tidak mau mengeluarkan zakatnya melainkan akan di panaskan harta itu di neraka Jahannam sampai menjadi kepingan-kepingan logam lalu disetrikakan ke kedua pinggang dan keningnya. Begitu seterusnya (selama berada di padang Mahsyar) di mana satu hari sama dengan limah puluh ribu tahun, sampai tiba saatnya Allah mengadilinya. Setelah itu baru ditentukan nasibnya apakah ia masuk surga atau masuk neraka…”.

Masih termasuk kandungan hadits tersebut, diterangkan di dalamnya bahwa jika seseorang di dunia suka menyimpan-nyimpan unta, tanpa membayarkan zakatnya, kelak ia akan ditelentangkan di sebuah lapangan yang sangat luas, lalu unta-unta itu dihalau untuk menginjak-injak tubuhnya, sampai tiba saatnya Allah mengadilinya lalu ditentukan apakah ia masuk surga atau neraka. Demikian juga yang akan di alami oleh orang-orang yang suka menumpuk-numpuk kambing tanpa membayarkan zakatnya, ia kelak akan ditanduk oleh kambing-kambing yang dismpimpanya sampai tiba saatnya Allah mengadilinya, lalu ditentukan apakah ia ahli surga atau ahli neraka.

Dalam hadits yang lain Nabi saw. menceritakan bahwa harta yang disimpan-simpan itu kelak di hari Kiamat akan menjelma seekor ular yang botak, di atas kedua matanya terdapat warna hitam (menunjukkan bahwa ular tersebut banyak mengandung racun). Ular tesebut mulutnya menganga, dan berkata aku hartamu yang tidak engkau bayrakan zakat. Itulah ancaman bagi para penumouk harta, sedangkan di berbagai belahan bumi masih banyak yang menunggu uluran tangan agar mendapat secuil untuk makan dan minum. Dalam al-Quran Allah menggambarkan baha harta itu sebenarnya milik Allah, ”wa atuuhum min malillahilldzi ataakum” (hendaklah engkau berikan kepada mereka dari harta Allah yang telah diberikan kepadamua). Perhatikan kata ”harta Allah”, ini sangat tegas bahwa kepemilihan mutlak tentang harta adalah di tangan Allah, sebab semua dariNya. Karena itu tidak tidak boleh manusia sama sekali merasa seperti Tuhan, lalu mengaku sebagai pemilik mutlak. Tida, manusia hanyalah user dan penyalur. Jika harta yang Allah titikan kepadanya tidak digunakan untuk ketaatan kepadaNya, kelak pasti akan diazab oleh Allah SWT. Wallahu alam bishshawab.          

About Post Author