Tuesday, September 2

Artikel

Artikel

Cara Menjaga Iman

Cara Menjaga Iman amirfath.com, Artikel (67), November 2021 Para ulama mengatakan, Al iimanu yaziidu wa yanqush (iman itu bisa bertambah dan bisa berkurang). Lalu dijelaskan, Yaziidu bit thaa'ah wa yanqushu bil ma'shiyati (iman bisa betambah dengan ketaatan dan bisa berkurang dengan kemaksiatan).Maksudnya sekecil apa pun kebaikan yang kita kerjakan, itu akan memperkuat iman. Sebaliknya, sekecil apa pun dosa yang kita kerjakan, itu akan memperlemah iman. Dari sini kita mengerti firman Allah, Fa man ya'mal mitsqaala dzarratin khairan yarahu wa man ya'mal mitsqaala dzarratin syarran yarahu [siapa yang melakukan kebaikan sekalipun hanya sebarat zarah dia akan melihat balasannya dan siapa yang melakukan keburukan seberat zarah dia akan melihat balasannya](QS az-Zalzalah: 7-8). Artinya...
Artikel

Kisah Seorang Pejuang Iman

Kisah Seorang Pejuang Iman amirfath.com, Artikel (66), November 2021 Seorang penduduk kampung menjadi penting, karena direkam kisahnya oleh Allah SWT dalam Alquran. Para ulama tafsir menyebutkan namanya Ibn Najjar, seka li pun Alquran hanya menyebutkan dengan istilah rajulun (seorang laki-laki) dalam bentuk nakirah (implisit) untuk menunjukkan keagungannya. Bahwa orang tersebut bukan sembarang orang, melainkan ia mempunyai kedudukan istimewa di sisi Allah SWT. Alquran menggambarkan perjuangannya dengan sangat dramatis dalam surah Yasin: 20-27. Dikatakan bahwa ia bergegas dari ujung kota aqshal madiitanti, ini menunjukkan bahwa ia datang dari jarak yang sangat jauh dengan penuh semangat.Kata yas'aa memberikan kesan bahwa ia bersungguh-sungguh untuk mengajak kaumnya beriman kepada All...
Artikel

Runtuhnya Kekuatan Materialisme

Runtuhnya Kekuatan Materialisme amirfath.com, Artikel (65), November 2021 Hancurnya pasukan gajah yang direkam dalam surah al-Fiil adalah bukti bahwa materialisme sehebat apa pun akan runtuh. Bayangkan ketika itu Abrarah dengan kesombongannya menyiapkan pasukan yang dalam pikirannya tidak akan pernah terkalahkan. Para perawi sejarah menyebutkan lebih dari seribu gajah yang digerakkan. Tujuannya supaya tidak ada yang berani menghalanginya untuk mewujudkan niat bejatnya, yaitu menghancurkan Ka'bah. Allah SWT menggambarkan dengan firman-Nya, Alam tara(tidakkah kamu melihat). Seakan kita diajak menyaksikan langsung bagaimana besarnya jumlah pasukan gajah. Ash haabul fill. Lalu menyaksikan bagaimana pasukan yang besar itu tiba-tiba menjadi tidak berdaya di hadapan burung-burung kecil yan...
Artikel

Jangan Terkecoh dengan Kuantitas

Jangan Terkecoh dengan Kuantitas amirfath.com, Artikel (63), November 2021 Fenomena mengejar kuantitas semakin kontras.Ingin disebut paling kaya, memburu kuantitas harta dengan cara apa saja. Tidak peduli halal-haram. Ingin disebut hafiz Alquran, mengejar kuantitas hafalan, terserah setelah itu hafalan tersebut diabaikan lagi. Ingin viral dan banyak penggemarnya, tidak peduli viralnya dengan cara maksiat.Ingin disebut ahli puasa, ahli shalat, ahli sedekah, tidak peduli dengan kualitas semua itu. Ingin banyak pendukung, dengan segala cara, entah dengan menyogok dan sebagainya. Tentu, penyakit membesar-besarkan kuantitas ini akan merusak perbaikan terhadap kualitas. Allah SWT sejak dini telah mengingatkan alhaakumut takatsur(telah membuat kamu lalai karena perlombaan mengejar kemeg...
Artikel

Tabiat Hidup Adalah Ujian

Tabiat Hidup Adalah Ujian amirfath.com, Artikel (62), November 2021 Semakin tinggi sebuah pohon, akan semakin kencang angin menerpa.Demikian juga iman, semakin tinggi levelkeimanan seorang hamba, semakin kuat ujian yang akan dihadapi. Rasulullah SAW bersabda:asyaddun naasi balaan al anbiyaa' tsummal amtsal fal amtsal(manusia yang paling berat ujiannya adalah para nabi, lalu yang sederajat di bawahnya, lalu di bawahnya lagi)''. (HR Tirmidzi) Nabi Ibrahim as diuji dengan dibakar dalam api. Nabi Ayyub as diuji dengan penyakit yang sangat berat. Nabi Ismail diuji dengan kesiapan untuk disembelih. Rasulullah SAW diuji dengan diambilnya sang ayah sejak sebelum lahir, lalu diambilnya sang ibu pada saat masih umur enam tahun. Belum lagi ujian di jalan dakwah yang harus Rasulullah SAW ...
Artikel

Mukjizat Susunan Alquran

Mukjizat Susunan Alquran amirfath.com, Artikel (61), November 2021 Para ulama telah menulis banyak buku tentang mukjizat Alquran. Di antaranya mukjizat dari segi keindahan bahasanya. Bahwa setiap kata dalam setiap ayat adalah pilihan yang tepat. Tidak bisa diganti dengan kata selainnya sekalipun mengandung makna sinonim. Contoh kata la raiba (tidak ada keraguan), tidak bisa diganti dengan kata la syakka sekalipun maknanya sama. Itu, jika diganti, tidak saja merusak keindahan struktur ayat, melainkan juga merusak keindahan rasa pada saat membacanya. Allah berfirman tentang keindahan Alquran: Laa ya'tiihil baathilu min baini yadaihiwa laa min khalfihii tanziilun min hakiimin hamiid(tidak ada kebathilan yang datang kepadanya Alquran, dari depan dan dari belakang, diturunkan dari All...
Artikel

Jangan Sampai Menyesal di Akhirat

Jangan Sampai Menyesal di Akhirat amirfath.com, Artikel (60), Oktober 2021 Beberapa ayat di dalam Alquran yang sangat menyentuh hati dan sering kita baca mengisahkan tentang orang-orang yang menyesal kelak di akhirat. Dalam surah al-Munafiqun ayat 10, misalnya, Allah SWT menggambarkan penyesalan kelompok tersebut. Selama di dunia, mereka disebutkan tidak mau berbagi dan menginfakkan sebagian dari hartanya. Tatkala masuk ke dalam alam barzakh, mereka pun berkata, Rabbi law laaa akhkhartaniii ilaaa ajalin qariibin fa ashshaddaqa wa akum minashshaalihiin, `Ya Tuhanku, seandainya Engkau berkenan menunda (kematian) aku sedikit waktu lagi, aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh.' Penyesalan seperti ini pasti terjadi bagi mereka yang bakhil, tetapi kemudian sudah...
Artikel

Jalan Keimanan dan Ketakwaan

Jalan Keimanan dan Ketakwaan amirfath.com, Artikel (59), Oktober 2021 Kata iman artinya percaya.Digunakan untuk maksud komitmen yang kokoh dengan penuh keyakinan kepada Allah dan Rasul-Nya. Kata takwaartinya takut, digunakan untuk maksud ketundukan total kepada aturan yang telah Allah dan Rasul- Nya letakkan. Salah satu tema pokok Alquran adalah ajakan agar beriman dan bertakwa kepada Allah SWT. Bahkan, seandainya semua isi Alquran dan hadis diringkas menjadi dua kata, itu semua tidak akan keluar dari tema tentang keimanan dan ketakwaan. Ketika Abu Bakar ra beriman, ia membenarkan semua apa yang datang dari Nabi SAW. Peristiwa isra dan mi'raj yang ditolak oleh masyarakat Makkah, Abu Bakar- lahyang membenarkannya sekalipun sendirian. Nabi pun mem berikan gelar ash-Shiddiq (seorang ya...
Artikel

Hikmah Beriman kepada Takdir

Hikmah Beriman kepada Takdir amirfath.com, Artikel (58), September 2021 Salah satu rukun iman adalah beriman kepada takdir disebut qadha qadar. Sebagian ulama mengatakan bahwa kedua istilah tersebut artinya sama, yaitu ketentuan Allah atas apa yang akan terjadi. Sebagian yang lain mengatakan qadha adalah ketetapan Allah yang terdahulu fil azal untuk semua yang akan terjadi sampai hari Kiamat, sementara qadar adalah kejadian yang terjadi sesuai dengan ketetapan qadha-Nya. Dalam hadis tentang takdir ditambahkan kalimat khairihi wa syarrihi. Artinya, ada takdir baik dan ada takdir buruk, jika diukur dengan kacamata manusia.Namun, bagi Allah, semua yang ditakdirkan adalah baik. Sebab Allah SWT Maha Pengasih dan Penyayang. Tidak mungkin Allah menzalimi makhluk-Nya.Innallaha laa yazhlu...
Artikel

Kemuliaan Bulan Muharram

Kemuliaan Bulan Muharram amirfath.com, Artikel (57), September 2021 Setiap memasuki tahun baru Hijriyah, kita pertama kali akan bertemu dengan bulan Muharram. Dalam Alquran ditegaskan bahwa Allah-lahyang membagi waktu setahun menjadi dua belas bulan, inna iddatasy syuhuuri indallahi itsnaa `asyara syahra. (QS at-taubah: 36). Sebagaimana telah memberikan nama-nama bulan tersebut, Allah juga yang langsung menentu kan mana bulan yang lebih agung antara satu dan lainnya.Bulan Muharram termasuk bulan yang sangat Allah agungkan minhaa arba'atun hurum. Kata hurum artinya terhormat atau mulia. Seperti tanah haram, maksudnya wilayah yang dimuliakan, maka diharamkan berperang di dalamnya. Empat bulan yang diagungkan dalam ayat tersebut adalah bulan Rajab, Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Muharr...