Tuesday, August 5

Mukjizat Alquran

amirfath.com, Artikel (267),Juli 2023 Alquran adalah firman Allah SWT. Dalam Islam, ada tiga referensi utama yang berdasarkan wahyu: hadis Nabi, hadis Qudsi, dan Alquran.

Hadis Nabi adalah apa yang dinisbahkan kepada Nabi SAW berupa perkataan, perbuatan, dan persetujuan (Maa udhiifa ilan nabiy qaulan wa fi’lan wa taqriiran).

Dipastikan bahwa semua dimensi hadis tersebut berdasarkan wahyu (Wa maa yanthiqu ‘anil hawaa in huwa illaa wahyuy yuuhaa). Jadi sebuah hadis sekalipun lafalnya dari Nabi SAW, tetapi kontennya adalah wahyu.

Berbeda dengan hadis Qudsi, yang lafal dan kontennya dari Allah SWT, seperti kandungan kitab Taurat, Zabur, dan Injil. Hanya saja tidak mukjizat.

Adapun Alquran sekalipun secara definitif mirip dengan hadis Qudsi bahwa lafal dan isinya dari Allah SWT, tapi kelebihannya adalah Alquran mukjizat.

Maksud Alquran mukjizat adalah tidak ada seorang pun dari kalangan manusia dan jin yang mampu mendatangkan seperti Alquran.

Mukjizat dari kata ‘ajaza-ya’jizu (tidak mampu). Maksud Alquran mukjizat adalah tidak ada seorang pun dari kalangan manusia dan jin yang mampu mendatangkan seperti Alquran.

Bukan artinya bahwa Allah SWT telah melemahkan mereka agar tidak mampu meniru Alquran, tapi sebenarnya Allah SWT telah memberikan potensi berbahasa kepada mereka. Namun karena bahasa Alquran sangat sempurna, maka itu di luar batas kemampuan manusia. Inilah yang disebut mukjizat.

Alquran diturunkan dengan bahasa Arab, di tempat orang-orang Arab, dan di zaman yang paling fasih berbahasa Arab. Di saat yang sama, Alquran turun dengan bahasa mereka, di mana tidak ada satu pun kosa kata di dalamnya yang tidak mereka ketahui maknanya.

Dalam kondisi seperti ini, Allah SWT menantang mereka agar mendatangkan semisal satu surah dari Alquran. Kesempatan dibuka selebar-lebarnya, tanpa batas surah yang paling pendek atau yang paling panjang, juga tanpa batas zaman kapan saja, serta tanpa batas suku bangsa, Arab maupun ‘ajam (non-Arab).

Tantangan ini disebutkan dalam surah al-Baqarah [2]: 23. “Wa inkuntum fii raibim mimmaa nazzalnaa ‘alaa ‘abdinaa fa’tuu bi suuratim min mitslihii” (Jika kamu masih ragu terhadap Alquran yang Kami turunkan atas hamba Kami Muhammad, silakan datangkan semisal satu surah darinya).

Ini bukti bahwa Allah SWT telah memberikan kesempatan kepada semua manusia agar mendatangkan satu surah saja, yang kualitasnya sedahsyat Alquran. Namun tidak ada seorang pun dari mereka yang bisa meniru Alquran.

Ini bukti bahwa Allah SWT telah memberikan kesempatan kepada semua manusia agar mendatangkan satu surah saja, yang kualitasnya sedahsyat Alquran. Namun tidak ada seorang pun dari mereka yang bisa meniru Alquran.

Memang ada sebagian yang mencoba menyusun syair untuk menandingi satu surah dari Alquran, tetapi gagal total, baik dari segi keindahan bahasa maupun dari sisi kedalaman makna.

Karena itu, para ulama sempat membahas apa saja sisi mukijzat yang bisa diungkap dari Alquran. Imam Ar Razi menjelaskan bahwa mukjizat Alquran terletak pada kefasihan, keunikan struktur bahasa, dan tidak adanya aib di dalamnya.

Imam Az Zamalkani menegaskan bahwa mukjizat Alquran tampak pada susunan kata yang sangat istimewa. Masing-masing kata benar-benar pada tempatnya, dan kandunganya sangat dalam.

Imam Ibn Uthiyah menyebutkan bahwa mayoritas ulama bersepakat tentang mukjizat Alquran terletak pada susunan struktur kata dan ayat (nazham), benarnya makna yang terkandung di dalamnya, dan kefasihan yang maksimal di semua ayat dalam semua surah dari awal sampai akhir.

Dari apa yang kita jelaskan di atas jelas bahwa tidak bisa dibenarkan jika ada yang mengatakan bahwa Alquran adalah perkataan Nabi Muhammad.

Sebab diakui atau tidak, kesempurnaan mukjizat Alquran adalah bukti Kemahaluasan ilmu Allah SWT. Dipastikan bahwa tidak mungkin ada manusia yang bisa menirunya.

sumber : https://republika.id/posts/42934/mukjizat-alquran

About Post Author