Alquran Firman Allah
amirfath.com, Artikel (268),Juli 2023 Tidak mungkin ada satu ayat apalagi satu surah dalam Alquran yang merupakan karangan manusia. Maka tuduhan yang mengatakan bahwa Alquran karangan Rasulullah SAW adalah tidak berdasar sama sekali.
Dalam surah al-Haqqah: 44-47, Allah SWT memastikan bahwa seandainya satu kata saja yang dimasukkan dalam Alquran selain firman-Nya, niscaya Nabi Muhammad SAW akan dicekik oleh-Nya sampai mati (Walau taqawaala ‘alainaa ba’dhal aqaawiil, la akhdznaa munhu bil yamiin tsumma laqtha’na mihul watiin).
Dalam ayat ini berkali-kali Allah SWT menggunakan huruf taukid berupa huruf “lam” untuk menunjukkan bahwa itu pasti akan Allah SWT lakukan.
Ditambah lagi pada ayat penutupnya, “Famaa minkum min ahadin ‘ahu haajiziin” yang menunjukkan makna bahwa jika Allah SWT menghandaki itu tidak akan ada seorang pun yang bisa menghalanginya.
Artinya, seandainya Rasulullah SAW benar-benar menambahkan dalam Alquran dari perkataannya sendiri pasti akan membunuhnya. Kenyatannya, Nabi Muhammad SAW masih hidup sampai Alquran turun dengan lengkap dan sempurna.
Hal ini bukti bahwa di dalam Alquran tidak ada satu ayat pun yang merupakan pernyataan Rasulullah SAW.
Hal ini bukti bahwa di dalam Alquran tidak ada satu ayat pun yang merupakan pernyataan Rasulullah SAW.
Di saat yang sama, Allah sendiri yang menegaskan bahwa Alquran ini turun dari-Nya. Dalam surah asy-Syu’ara: 192 disebutkan, “Wa innahuu latanziilu rabbil ‘aalamiin” (Sesungguhnya Alquran turun dari Allah Pemilik Alam Semesta).
Pernytaan yang sama juga ditegaskan dalam surah as-Sajdah: 2, dengan tambahan “Laa raiba fiihi” (Tiada keraguan di dalamnya). Artinya, orang beriman tidak akan pernah ragu bahwa Alquran dari Allah SWT.
Dalam surah Yasin: 5 ditegaskan bahwa Alquran diturunkan dari Allah SWT yang Maha Perkasa dan Maha Penyayang (Tanziilul ‘aziizir rahiim). Kata “tanziil minallahi” yang menunjukan makna bahwa Alquran turun dari Allah disebutkan dalam surah Ghafir: 2, Fushshilat: 2 dan 42, al-Jaatsiyah: 2, surah al-Ahqaaf: 2.
Semua pernyataan ini menguatkan bahwa Alquran murni dari Allah SWT. Dengan kata lain mustahil di dalam Alquran ada campur tangan kata-kata manusia.
Nabi SAW sendiri pernah beberapa lama menunggu turunnya Alquran. Ummu Jamil, istri Abu Lahab, pernah mengolok-olok Nabi SAW karena wahyu terputus. Dengan kasar mengatakan kepada Nabi Muhammad SAW, “Qad tarakaka syaithaanuka” (Setanmu telah meninggalkanmu).
Di sini Ummu Jamil menuduh Allah SWT sebagai setan. Seketika Allah SWT turunkan surah adh-Dhuha: 3, untuk memberikan jawaban bahwa Allah SWT tidak meninggalkannya, “Maa wadda’aka rabbuka wa maa qalaa” (Tuhamu tidak meninggalkanmu dan murka kepadamu).
Hal ini adalah bukti nyata bahwa Nabi SAW sendiri tidak bisa mengatakan satu ayat pun ketika wahyu terputus. Jika Alquran memang karangan Rasulullah SAW, maka tidak perlu Nabi SAW menunggu wahyu untuk mengucapkannya.
Jika Alquran memang karangan Rasulullah SAW, maka tidak perlu Nabi SAW menunggu wahyu untuk mengucapkannya.
Imam Al-Baqillani dalam bukunya I’jazaul Quran sempat membandingkan antara bahasa hadis dan bahasa Alquran. Kesimpulannya jelas bahwa Alquran bukan perkataan Nabi SAW sama sekali.
Maka jelas salah pernyataan seorang yang mengatakan bahwa Alquran adalah perkataan Nabi SAW. Memang diakui bahwa sabda Nabi SAW adalah jawami’ul kalim (singkat tetapi mengandung makna yang dalam), tetapi ia tidak sampai ke level mukjizat seperti Alquran.
Lebih dari itu, di dalam Alquran ada beberapa ayat yang dikenal dengan ayaatul ‘itaab (Ayat-ayat teguran kepada Nabi sendiri). Jika Alquran karangan Nabi SAW, tentu tidak mungkin ada seorang pengarang yang menegur dirinya sendiri.
Misalnya dalam pembukaan surah at-Tahrim: 1, ada teguran kepada Nabi, “Yaa ayyuhan nabiy lima tuharrimu maa ahallahu laka tabtaghii mardhaata azwaajika” (Wahai Nabi, mangapa kamu mengharamkan apa yang telah Allah halalkan hanya demi untuk mendapatkan keridhaan istri-istrimu).
Di pembukaan surah Abasa: 1 juga ada teguran kepada Nabi SAW karena bermuka masam kepada seorang sahabat yang buta bernama Abdullah ibn Ummi Maktum, “Abasa watawalla an jaa ahul a’maa (Muhammad bermuka masam dan berpaling hanya karena datang kepadanya seorang yang buta).
Dengan bukti-bukti di atas masihkah Anda ingin mengatakan bahwa Alquran perkataan Nabi SAW
sumber : https://www.republika.id/posts/43034/alquran-firman-allah