Syarat Mendapatkan Ilmu Nafi‘
amirfath.com, Artikel (243), April 2023 Banyak nasihat diulang-ulang yang mengatakan, “Carilah ilmu nafi’”. Kata nafi’ dari kata nafa’ (bermanfaat). Maksudnya, ilmu yang diamalkan baik untuk dirinya dan diajarkan kepada orang lain.
Surah Abasa [80]: 1-10 dibuka dengan pesan yang sangat dramatis tentang bagaimana mendapatkan ilmu nafi’ tersebut. Dimulai dengan kisah seorang sahabat yang buta, namanya Abdullah ibn Ummi Maktum yang berjuang dengan segala keterbatasannya untuk bisa belajar ilmu Rasulullah SAW.
Begitu mendengar suara Nabi SAW, Ibn Ummi Maktum langsung memanggilnya, “Wahai Rasulullah, ajarin aku apa yang diajarkan Allah.” (Ya Rasulullah ‘alliminii maa ‘allamaka rabbuka) (Tafsir Ibn Katsir: 4/605). Maksudnya, ajari aku Alquran yang Allah SWT turunkan kepadamu wahai Rasul.
Karena Ibn Ummi Maktum buta, ia tidak tahu kesibukan Nabi SAW ketika itu. Nabi SAW sedang sibuk menyambut pemuka Quraisy, yaitu Utbah dan Syaibah, keduanya putra Rabiah, Abu Jahal bin Hisyam, Ummayah bin Khalaf, dan Al-Walid bin Al-Mughirah.
Nabi SAW sangat mengharapkan mereka masuk Islam (tashaddaa). Padahal mereka tidak mau masuk (istaghnaa). Dalam kondisi ini tentu Nabi SAW merasa terganggu dengan kedatangan Ibn Ummi Maktum yang memanggilnya berkali-kali. Seketika Nabi SAW bermuka masam kepadanya.
Allah SWT merekam sikap Nabi SAW ini sebagai teguran. “Wahai Muhammad kamu bermuka masam, karena datang kepadamu seorang yang buta” (‘Abasa watawalla an jaa ahul a’maa).
Tetapi dalam teguran Allah SWT ini ada klarifikasi tentang kemuliaan Ibn Ummi Maktum karena usahanya dalam mencari ilmu dan sekaligus pelajaran penting mengenai syarat-syarat mencari ilmu.
Pertama, carilah ilmu dengan niat membersihkan diri dari dosa (yazzakka). Kata yazzakkaa satu akar dengan zakat (pembesihan harta). Para ulama sering menggunakan istilah tazkiyatun nafs (pembersihan diri). Memang selama seorang hamba berada dalam majelis ilmu, ia sedang dicuci dosanya.
Carilah ilmu dengan niat membersihkan diri dari dosa.
Dalam hadis dikatakan, “Seluruh makhluk memohonkan ampun bagi para ulama dan pencari ilmu (muallimul khair yastaghfir lahuu kullu syaiin hattal hiitaana fil bahri) (HR Al-Bazzar).
Kata hiitaan (ikan-ikan) menunjukkan betapa besar ampunan Allah SWT bagi para penuntut ilmu. Bayangkan, sejumlah ikan di laut yang tak terhingga banyaknya, suatu pembersihan diri dari dosa yang sangat luar biasa.
Syarat berikutnya adalah mencari ilmu dengan tujuan ingin mendapatkan peringatan (yadzdzakkaru). Kata yadzdzakkaru artinya yatta’izhu (mendaptkan nasihat). Satu akar dengan kata zikr (peringatan).
Pada ayat 12 dalam surah yang sama, Allah SWT menggunakan kata dzakara untuk Alquran. Bahwa kehadiran kitab suci ini adalah sebagai peringatan sehingga dengannya para pembaca Alquran mendapatkan bimbingan ke jalan yang lurus.
Sebagian orang mencari ilmu dengan tujuan yang salah, misalnya ingin dibilang ‘alim atau ingin mencari kelemahan guru yang mengajarnya. Jelas orang seperti ini tidak akan mendapatkan ilmu nafi’.
Lalu ayat fatanfa’ahuzd dzikraa menunjukkan syarat lebih lanjut, yaitu mencari ilmu dengan niat mengamalkannya. Kata tanfa’ satu akar dengan kata nafi’.
Dengan ini jelas bahwa maksud ilmu nafi’ adalah ilmu yang diamalkan dengannya ia bisa mendapatkan manfaat.
Syekh As Sa’di menjelaskan bahwa maksudnya adalah fa ya’mal bitilkadz dzikraa (mengamalkan peringatan tersebut). Dengan ini jelas bahwa maksud ilmu nafi’ adalah ilmu yang diamalkan dengannya ia bisa mendapatkan manfaat.
Selanjutnya, seorang pencari ilmu harus bersungguh-sungguh dalam berusaha (yas’aa). Ini menggambarkan kerja yang maksimal penuh pengorbanan seperti sa’i-nya Ibunda Hajar yang bolak-balik antara Safa dan Marwa yang kini diabadikan menjadi salah satu rangkaian ibadah haji dan umrah.
Terakhir, mencari ilmu karena takut kepada Allah SWT (wa huwa yakhsyaa). Ini sejalan dengan ayat innamaa yakhsyallah min ibaadihil ulamaau (QS Fathir [35]: 28). Bahwa semakin seorang hamba berilmu semakin takut kepada Allah SWT.
sumber : https://republika.id/posts/39452/syarat-mendapatkan-ilmu-nafi