Wednesday, August 6

Satu Amal dengan Multiniat

amirfath.com, Artikel (138), Mei 2022

Di antara makna bismillah (dengan nama Allah) adalah berniat ikhlas karena Allah.Karena itu, setiap amal hendaklah dimulai dengan bismillah. Ini supaya semua perbuatan benar-benar dilakukan karena Allah.

Nabi Muhammad SAW bersabda: Kullu amrin zii baalin laa yubadau bibismillahi fahuwa aqtha(Semua urusan penting yang tidak dimulai dengan nama Allah maka itu terputus) (HR Ibn Hibban). Maksudnya, ter putus dari rahmat-Nya sehingga amal itu tidak menda patkan pahala dari-Nya. Bukankah kebahagiaan se orang hamba adalah ketika amalnya diakui oleh-Nya?

Benar, kita juga merasa eksis dan bermakna ketika hasil kerja kita ada yang mengapresiasi.Alquran penuh dengan ayat-ayat yang mengapresiasi kerja para nabi dan orang-orang saleh terdahulu. Misalnya, ketika mengapresiasi Nabi Zakaria, Yahya, dan Ilyas, Allah menyebutkan:
Kullun minash shaalihiin (QS al-Anam: 85).

Ketika menyebutkan Nabi Daud dan Sulaiman, apresiasinya adalah: Ni’mal abdu innahuu awwaab(Hamba terbaik yang banyak kembali dan bertaubat kepada Allah) (QS Sad:30).

Ini bukti bahwa Allah menghargai hamba-hamba-Nya yang saleh agar mereka bahagia. Untuk mendapatkan pengakuan tersebut, syaratnya hanya satu niat ikhlas selalu dalam segala amal.Surah al-Ikhlas diturunkan sebagai deklarasi keharusan beramal karena Allah. Di sini sang hamba menyatakan seperti dalam surah al- Fatihah: iyyaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin (hanya kepada-Mu aku beribadah dan hanya kepada-Mu aku memohon pertolongan).

Niat ikhlas ini menjadi penting. Karena itu, para ulama dalam setiap buku yang mereka tulis selalu dibuka dengan babul ikhlash. Alasannya khawatir jangan sampai dalam menulis atau membaca buku tersebut terjatuh dalam riya. Jadi, bab itu ber fungsi sebagai pengingat supaya hati tetap te guh dalam niat yang sama, yaitu ikhlas karena Allah.

Lebih dari itu, dalam berniat para ulama sangat cer das sehingga dalam satu amal mereka tidak men cukupkan satu niat, tetapi memperbanyak niat. Ini di ambil dari hadis Nabi Muhammad SAW: Innamal amaalu binniyaat wa innama likullim riin maa nawaa (Sesungguhnya setiap amal bergantung niat dan setiap amal akan mendapatkan apa yang diniatkan) (HR Bukhari Muslim).

Maksudnya bahwa sebuah amal dikatakan ibadah ketika niatnya untuk ibadah, lebih dari itu bahwa satu amal dengan multiniat akan mendapatkan multipahala.

sumber : Republika, Jumat 13 Mei 2022 Hal. 12

About Post Author