Guru yang Paling Baik
amirfath.com, Artikel (88), Desember 2021 Alquran adalah guru yang paling baik dan penuh hikmah. Allah SWT bersumpah: Wal qur’anil hakiim (Demi Alquran yang bijak)”. (QS Yasin: 2). Tidak ada dalam Alquran yang sia-sia.
Semua ayat dalam setiap surah, bahkan semua huruf dalam setiap ayat mengandung makna yang sangat dalam. Kitaabun uhkimat aayaatuhu tsumma fisshillat min ladun hakiimin khabir (Inilah kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan kokoh lalu dijelaskan secara terperinci di sisi Allah yang Maha Bijaksana lagi Maha Teliti). (QS: Hud: 1).
Para ulama mengatakan bahwa tidak ada pesan yang sia-sia dalam Alquran. Kalaupun Anda menemukan beberapa ayat yang nampak berulang hakikatnya tidak terjadi pengulangan, sebab masing-masing ayat mengandung nasihat yang penuh hikmah dan menenangkan hati.
Contoh, saat sang hamba tergelincir dalam dosa, Alquran hadir memberikan nasihat agar segera meminta ampun kepada Allah SWT. Wa saariuu ilaa maghfiratin mir rabbikum wa jannatin `ardhuhaass amaawaati wal ardh. Kata wa saari’uu menunjukkan makna bersegera, jangan berlambat-lambat. Sebab, kita tidak tahu kapan ajal akan menghampiri kita. Setiap saat kita harus selalu dalam kebaikan, agar pada saat kematian datang, kita sedang dalam ketaatan.
Anda ingin tenang dan bahagia? Alquran hadir memberikan solusi yaitu zikir. Allah SWT berfirman: Alaa bidzikrillahi tathmainnul quluub (Ketahuilah bahwa hanya dengan zikir kepada Allah hati akan menjadi tenang)”. (QS ar-Ra’d: 28).Betapa mudahnya untuk bahagia.
Allah tidak menuntut kemewahan fasilitas sebagai sarana kebahagiaan, melainkan hanya zikir kepada-Nya. Ternyata konsep ini memang benar, sebab Rasulullah SAW adalah contoh manusia yang paling bahagia sekalipun hanya berdiam di rumah yang sangat sederhana. Sementara kini kita menemukan banyak orang yang mengalami stres bahkan sampai bunuh diri, justru setelah memiliki segala fasilitas yang mewah.
Ketika Anda terpedaya dengan dunia, lalu Anda menyangka bahwa materialisme adalah simbol kesuksesan, Alquran memberikan pemahaman bahwa dunia dan seisinya bukan tujuan. Allah berfirman: Wa mal hayaatuddunya illaa mataa’ul ghuruur (Tidaklah kehidupan dunia kecuali hanya kesenangan yang menipu)”. (QS Ali Imran: 185).
