Adab Berdoa
amirfath.com, Artikel (89), Desember 2021 Ud’uunii astajib lakum (QS Ghafir: 60).Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu.Perintah ud’uunii bersifat umum.Jadi, dalam berdoa tidak mesti berbahasa Arab.
Bagaimanapun, berdoa dalam bahasa Arab, bagi yang mampu, akan lebih baik. Sebab, Kalamullah diturunkan dalam bahasa tersebut.Innaa anzalnaahu qur’aanan `arabiyyan la’allakum ta’qiluun(Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab suci berupa Alquran berbahasa Arab agar kamu mengerti). (QS Yusuf: 2).
Dalam ibadah shalat pun, teks doa dan zikir menggunakan bahasa Arab. Terlepas dari perbedaan pendapat di kalangan ahli fikih, para ulama tetap menguatkan penggunaan bahasa Arab untuk bacaan shalat.
Tidak perlu mencari-cari alasan, umpamanya, bahwa Allah bukan orang Arab. Boleh jadi, alasan ini muncul dari keselip lidah. Sebab, sebutan orang memang tidak pantas digunakan untuk Allah.
Jika maksudnya adalah bahwa Allah bukan Tuhannya orang Arab saja, itu benar. Namun, berdoa dengan bahasa Arab tetap sangat direkomendasikan. Dalam Alquran dan hadis Rasulullah SAW, ada banyak sekali contoh teks doa dengan bahasa tersebut.
Orang yang berdoa dengan teks asli yang diambil dari Alquran dan hadis tentu lebih baik.
Ibaratnya, seseorang mengajukan permohonan ke sebuah perusahaan. Tentu, dia lebih baik menggunakan formulir yang memang disediakan perusahaan itu, bukan format yang dibuatnya sendiri.
Kalaupun pada kenyataannya doa yang redaksinya dibuat sendiri itu dikabulkan Allah, itu memang sudah janji-Nya, seperti ditunjukkan oleh ayat di atas. Namun, hal itu tidak menafikan keagungan doa dengan bahasa Arab.
