Mengapa Kita Harus Istiqamah?
amirfath.com, Artikel (53), Agustus 2021 Bacaan doa yang pertama kali didapatkan setiap kali membaca al-Fatihah adalah ihdinash shirathal mustaqiim
(tunjukilah kami jalan yang lurus).(QS al-Fatihah: 5). Dalam doa ini ada kata al mistaqiim, satu akar dengan kata al istiqaamah.
Bahwa seseorang dikatakan istiqamah ketika ia benar-benar mengikuti jalan lurus. Secara fitrah manusia dalam urusan dunia selalu mencari jalan yang lurus.Sebab, ia tahu bahwa hanya jalan lurus yang bisa mengantarkan ke tujuan dengan segera. Berbeda dengan jalan yang bengkok- bengkok, di mana pasti akan membuatnya lebih jauh dan lebih lama dalam mencapai tujuan yang diinginkan.
Alquran mengajarkan agar kita istiqamah di atas jalan yang lurus.Orang yang tidak istiqamah disebut dengan thagha (melampaui batas). Akibatnya salah fokus.Urusan dunia yang sebenarnya bukan tujuan, malah diutamakan.Sementara itu, akhirat yang sebenarnya tujuan malah dikesampingkan. Itulah ciri manusia thagha.
Allah berfirman: Fa amma man thagha wa astaral hayaatad dunya. (Adapun orang-orang yang melampaui batas dan mengutamakan urusan dunia). (QS an Nazia’t: 37-38).
Jadi, jelas penyimpangan itu tampak dari sikap seseorang ketika gagal fokus. Doa di atas adalah permohonan kehambaan agar selalu istiqamah sehingga bisa fokus kepada akhirat sebagai tujuan hidup.
Beberapa keuntungan akan didapat oleh orang-orang yang istiqamah. Pertama, dalam surah Fushilat: 30, meraka akan dikawal oleh pasukan para malaikat, sehingga hidupnya menjadi tenteram, dan tidak akan pernah dirundung kesedihan. Ini baru di dunia, adapun di akhirat mereka sudah terjamin akan dimasukkan ke dalam surga-Nya sebagaimana yang Allah SWT janjikan.
Kedua, dalam surah al-Ahqaf:13, mereka dijamin tidak akan pernah takut dan sedih dalam menjalani kehidupan dengan segala rintangan yang dihadapinya.Sebab, mereka yakin sedang bersama Allah yang Mahaperkasa.
Ketiga, dalam surah al-Jin: 16, Allah SWT menjamin akan memenuhi apa saja yang dibutuhkan oleh hamba-hamba- Nya yang istiqamah. Bila mereka membutuhkan air hujan, misalnya, hajat tersebut dijamin akan didatangkan oleh-Nya.
