Makna Ucapkan “Innalillahi’’ Saat Musibah
amirfath.com, Artikel (54), Agustus 2021 Mengapa dalam setiap musibah kita diajarkan agar mengucapkan inna lillahi wa inna ilaihii raji’un (sesungguhnya kami milik Allah, dan sesungguhnya kami pasti akan kembali kepada-Nya)”?
Allah SWT berfirman, Alladziina iza ashobathum mushibatun qaaluuinna lillahi wa inna ilaihii raji’un. (QS al- Baqarah: 156). Ayat ini menyadarkan kita bahwa tidak ada di alam semesta ini kecuali milik-Nya.
Maka, dengan mengakui bahwa semua milik Allah, kita akan tenang. Sebab, tidak mungkin sang pemilik melakukan keburukan terhadap apa yang dimiliki-Nya. Maka, musibah yang menimpa kita pasti ada hikmahnya. Boleh jadi kita tidak tahu di balik semua itu. Namun, Allah yang maha mengetahui atas segala ciptaan-Nya.
Dengan mengucapkan inna lillah kita akan ridha. Bahwa semua beban telah kita serahkan kepada Allah. Maka, kita tidak akan sedih apalagi stres.Boleh jadi air mata ini menetes.Itu memang tabiat mata menangis. Namun, dengan mengucapkan inna lillahi semua yang memberatkan perasaan jadi terurai.
Suatu hari Nabi SAW pernah meneteskan air mata ketika melihat pamannya Hamzah singa Allah mati syahid dalam perang Uhud. Nabi berucap inall `aina latadma(adalah tugas mata menangis)”. Artinya, siapa pun yang tertimpa musibah, janganlah berlama- lama dalam kesedihan.
Dalam sebuah hadis, Nabi bersabda kepada Abu Hurairah, Ista’in billah walaa ta’jiz (hendak lah kau selalu bergantung kepada Allah, dan jangan putus asa)”, lalu menguatkan wa in ashaabaka syai’un fala taqul lau anni fa’altu kaana kadzaa wa kadza, walakin qul qadarullahu maa syaa’a fa’al (jika kamu ditimpa musibah janganlah berkata: seandainya aku lakukan begini niscaya tidak akan terjadi begini, tetapi katakanlah: inilah takdir yang Allah kehendaki)”. (HR Muslim).
Dalam hadis tersebut minimal ada dua pesan. Pertama, jangan menyerah karena musibah. Kedua, jangan menyesali suatu yang telah terjadi. Sebab, memang itulah yang Allah tentukan. Cukuplah mengatakan inna lillahi agar kita tenang.
Suatu hari Suhaib bin Sinan menceritakan Nabi SAW bersabda, `’Bahwa orang beriman semua urusannya baik, jika mendapatkan nikmat ia bersyukur dan ini baik baginya.Sebaliknya, jika mendapatkan musibah ia bersabar, ini juga baik baginya.” (HR Muslim).
Inilah untungnya menjadi orang beriman. Sebab, ia sadar bahwa dirinya hanyalah milik- Nya inna lillah.
