Monday, July 21

Alquran adalah Solusi

amirfath.com, Artikel (46), Agustus 2021 Setiap kehancuran dalam hidup manusia, penyebabnya adalah karena perebutan tentang urusan dunia. Tidak pernah ada peradaban dalam sejarah manusia yang abadi. Semua berjalan menanjak menuju titik kulminasi keruntuhannya.

Peradaban Romawi dan Persia, yang pada masa itu telah mendunia, ternyata berakhir dengan kemusnahannya.
Artinya, dunia ini bukan tempat bergantung. Dunia hanyalah proses, menuju kepada akhirat. Bertahun-tahun para filsuf mencari jawaban untuk apa hidup ini?

Nalar tidak sanggup menemukan jawabannya.Sebab, hanya wahyu yang bisa memberikan informasi pasti tentang masa depan, itulah akhirat.

Sampai sekarang masih banyak manusia yang tidak yakin dengan akhirat. Mereka meraba-raba dalam kegelapan dan kebutaan intelektual mereka.Allah menyebutkan dengan istilah wa yamudduhum fiithughyanihim ya’mahuun.” (Allah membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan mereka). (QS al-Baqarah:15).

Kata terombang-ambing menggambarkan suasana tanpa pegangan sama sekali. Ibarat perahu, tanpa layar dan tanpa mesin. Mereka berjalan dalam ketidakpastian. Rasa takut pasti selalu menghantui perasaan mereka. Itulah mengapa mereka harus lari ke dalam kubangan, dosa, maksiat, hiburan, dan mabuk-mabukan. Semua itu hanyalah sejenak untuk melupakan ketakutan psikologis yang terus mencekam.

Alquran memberikan solusi. Itulah mengapa tema pokok Alquran adalah tentang akhirat. Namun sayang, banyak orang tidak mau kembali kepadanya.

Dengan membacanya saja sudah memberikan ketenangan. Cara membacanya, yaitu tartil. Wa rattilil quraana tartiila.(Bacalah Alquran dengan tartil).

Tartil adalah membaca dengan tenang, tidak tergesa-gesa, menikmati kata-kata dalam ayat, masing-masing huruf diberi haknya. Syekh al-Sa’di mengatakan, Dengan cara tartil, kita akan mendapatkan kekuatan Alquran, sebab di dalamnya ada `’tadabbur (merenungi maknanya), taabbud bi’ayatihi(beribadah dengan ayat-ayatnya), wat tahayyu’wal isti’dad lahu(kesiapan mengikuti panduannya).

Silakan manusia berjuang habis-habisan, merebut urusan dunia, kuasai ekonomi, dan politik dengan segala cara, ujungnya pasti akan menemukan kehancurannya. Puncaknya pasti akan menghadap Allah SWT. Karena itu, tidak ada istilah menang di dunia ini. Yang ada hanyalah proses. Kemenangan hakiki nanti di akhirat, setelah masuk surga.

 

Sumber : Republika, Jumat, 23/07/2021. hal. 12

About Post Author