Sunday, July 27

Pelajaran dari Kisah Nabi Yusuf

amirfath.com, Artikel (40), Juni 2021 –

Kisah Nabi Yusuf dalam Alquran adalah satu- satunya kisah yang paling lengkap dalam satu surah.Sekalipun banyak surah menggunakan nama para nabi, tetapi isinya tidak lengkap satu kisah. Kalaupun fokus kepada satu nabi, kisahnya tidak mencakup semua dimensi perjalanan hidupnya. Misalnya surah Nuh, secara konten fokus kepada Nabi Nuh, tapi isinya hanya membahas dimensi permohonannya setelah berdakwah selama sembilan ratus lima puluh tahun.

Sementara itu, kisah nabi- nabi yang lain dipencar-pencar dalam berbagai surah. Jadi, untuk memahami profilnya harus menggabung dari berbagai ayat dalam berbagai surah. Berbeda dengan kisah Nabi Yusuf yang sudah rapi tersusun mengungkap semua dimensi kemanusiaannya secara utuh dalam satu tempat.

Dari sebab turunnya tampak, surah Yusuf ini diturunkan untuk menghibur Rasulullah SAW.Ketika itu, Nabi SAW sedang mengalami kesedihan. Dua orang pembelanya, yakni sang istri Khadijah RA dan pamannya Abu Thalib, yang paling berwibawa di mata orang Quraisy Makkah, diambil oleh Allah SWT.

Memang, ini cara Allah men didik, supaya Nabi tidak sedikit pun bergantung pada makhluk. Dari surah Yusuf ini benar-benar terlihat dengan jelas bagaimana liku-liku hidup seorang anak manusia yang bernama Yusuf.

Pertama, dijebloskan ke dalam sumur, tetapi setelah itu naik langsung ke istana menteri keuangan. Namun, ujian datang lagi. Yusuf difitnah dan masuk ke penjara. Namun, setelah itu naik lagi menjadi menteri keuangan Kerajaan Mesir.

Seakan Allah mengatakan, jika saat ini Anda sedang dalam kesulitan, jangan bersedih, karena setelah itu akan ada jalan keluar. Adalah sunnatulullah, semakin gelap malam semakin dekat fajar.

Satu pelajaran yang sangat kontras dari kisah Nabi Yusuf adalah bahwa setiap cara yang haram tidak akan pernah mela hir kan sukses hakiki.Lihatlah bagaimana kesengsaraan saudara- saudaranya setelah melakukan kezaliman terhadap Nabi Yusuf.

Alquran menggambarkannya dari awal sampai akhir, persekongkolan mereka dalam kebejatan, tapi akhirnya mereka tidak jadi apa-apa, sementara Nabi Yusuf menjadi seorang raja di Mesir. Di sini jelas bahwa semua cara haram tidak hanya menghilang kan keberkahan hidup, tetapi juga menggiring kepada kehinaan.

Sumber : Republika, Jumat. 18/06/2021. hal. 16

About Post Author