Tuesday, September 2

Kumpulan Puisi Jurnal Cipta

amirfath.com, Puisi (17), Jan 2021 – PUISI DIBAWAH INI TELAH DI MUAT DI JURNAL CIPTA

Waktu

Jam itu masih saja menunjukkan angka-angka yang gugur

Bersama perih di telingaku

Dan aku belum mengerti bahwa itu isyarat turunnya

Burung-burung dari sudut langit yang pecah, juga isyarat

Singgahnya para nelayan dari timangan gelombang air mata

Darah pun terus meleleh memenuhi ladang-ladang diatas

Hamburan perasaanku, dan sekarang aku baru tersadar dari

Lamunanku yang bergantung di atas ayunan lampu-lampu jalanan.

Bahwa waktu adalah hakekat diriku sendiri.

Fajar

Bangunlah sayang, sebelum fajar menjemputmu dengan tangisan waktu

Dan menaburkan debu, pada dinding rumahmu

Bagunlah segera, lalu ikutilah basah pertobatan

Yang menetes dari air wudhumu

Setelah itu, bacalah setiap daun yang gugur dari pikiranmu

Bacalah dengan perasaanmu yang jernih

Yang menghembuskan keharuan semesta

Untuk kelak kau bisa mengerti kedalaman bayangan

Yang senantiasa lewat dari langit-langit hatimu.

Sahabat

(buat E.Rizal)

Malam ini terlihat sudah tangkai-tangkai mimpimu

Yang masih terbekam dalam gelisah senja

Lewat padang-padang zikir yang memancarkan tumpah karena cuaca

Tak sedikitpun kau keberatan menerima perih pengembaraan ini

Di tanganmu yang gemetar, tetap menyalah puisi

Yang membisikkan kebersamaan

Oh, sahabat berhati bening. Bangkitlah

Sekalipun hutan begitu gelap untuk kau lalui

Namun lihatlah dengan gemuruh fajar di ufuk perasaanmu

Kau pasti tahu

Bahwa jalanan masih terbuka, lautan masih menganga

Menawarkan cahaya dari balik sisik ikan dan kedalaman mutiara

Tafakur

Berdiri di bawah rindang waktu, kulihat gerak sungai itu

Menjelma jadi kesunyian sajadah di pasir, dan batu-batu

Sejumlah camar berbondong, membuat garis-garis yang tak pernah kupahami

Sementara di sebelah sana kulihat sejumlah orang sibuk

Mencicil tasbih-tasbih gelombang

Pun tak ketinggalan, sejumlah ikan tak henti-henti

Membasahkan jalan air ke ladang-ladang

Sungguh, semuanya menyatu, memuatlakan keniscayaan

Luluh dalam getir isra, dengan kefashihan do’a

Donwload

About Post Author