Mengapa Baca Basmalah
amirfath.com, Tadabbur Ayat (03), Jan 2021 – Allah berfriman “iqra’ bismi rabbikal ladzii khalaqa” (bacalah dengan nama Tuhanmu yang tekah meniciptakan) (QS. Al Alaq : 1). Mengapa harus bismi rabbika ? Ini pelajaran pertama agar semua perbuatan dibuka dengan nama Allah. Bahwa kita ada dariNya, hidup untuk-Nya, berbuat karena-Nya dan kembali kepada-Nya “minka, wa laka, wa min ajlika, wa ilaika”. Dalam hadits Nabi bersabda : kullu amrin dzii baalin laa yubdau bibimillah fahwa aqtha’ (semua perkara penting yang tidak dimulai dengan bismillah maka ia akan terputus). Dari sini ada beberapa pelajaran :
Pertama, tidak ada pilihan bagi kita kecuali hanya menjadi hamba-Nya. Sebab kita semua dari-Nya. Kita tidak mungkin ada jika Allah tidak menciptakan kita. Sungguh seandainya setiap manusia menyadari hakikat ini, niscaya tidak akan ada manusia yang melawan-Nya. Manusia akan tunduk kepada-Nya dan mencari jalan bagaimana mendekatkan diri kapada-Nya. Bukankah kita dalam hidup sehari-hari selalu berbakti kepada seorang yang berjasa kepada kita? Berbakti kepada bos karena ia membayar gaji dan memberikan fasilitas untuk kita bisa hidup. Allah lebih dari pada seorang bos. Apa yang diberikan Allah jauh lebih berharga dari pada semua gaji seumur hidup yang diberikan bos. Tetapi mengapa jika untuk mentaati Allah banyak manusia merasa tidak berkepentingan.
Kedua, Dengan membaca bismillah kita akan selalu merasa bersama Allah. Dampaknya kepada jiwa akan merasa tenang. Sebab tidak ada kekuasaan melebihi kekuasaan-Nya “innallah alaa kulli syaiin qadiir” (Allah maha kuasa atas segala sesuatu). Innaa lillahi wa innaa ilaihi raajiun (kita semua milik-Nya dan kita semua akan kembali kepada-Nya). Sadarlah, bahwa semua yang kita perbuat pasti akan dimintai pertanggungjawaban. Jangan merasa aman dengan dosa dan kezaliman yang anda lakukan, karena anda masih berkuasa. Sebab di atas kekuasaan anda ada kekuasaan Allah SWT. Yang pasti akan akan menghisab anda. Inna ilainaa iyabahum tsumma inna alainaa hisabahum (Kepada kamilah engkau kembali dan Kamilah yang akan menghisab kamu).
Ketiga, dengan membaca bismillah amal kita menjadi ibadah. Sebab kita beramal karena Allah bukan karena siapa-siapa. Kita beramal semata mengharapkan ridha-Nya. Itulah mengapa kita harus segera menghubungkan amal kita kepada Allah dengan mengucapkan bismillah. Dari sini terbukti “iyyaka nabudu wa iyyaka nastain” (hanya kepadaMu aku beribadah dan hanya kepada-Mu aku memohon pertolongan). (QS. Al Fatihah : 6). Jadi membaca bismillah adalah puncak kesadaran kehambaan kepada Allah bahwa kita dari-Nya, milik-Nya dan akan kembali kepada-Nya.
Dr. Amir Faishol Fath