A
amirfath.com, Kamus Ahli Tafsir (01), Jan 2021 –
AL MUDARRIS, (1323-1415H/1905-1994), seorang ulama Kurdi, berpandangan luas dan sangat terkenal sebagai ahli tasauf agung di Iraq. Dilahirkan di sebuah kampung ” Takiya “. Nama lengkapnya Abdul Karim Muhammad Al Mudarris. Sejak kecil proses pendidikannya ditempuh secara tradsisonal, melalui madrasah-madrasah sederhana di tempat kelahirannya. Pada tahun 1374, Abdul Karim pindah ke Karkuk. Tak lama kemudian, Syeikh Muhammad Al-Qazliji, seorang Guru yang menangani Madrasah Syeikh Abdul Qadir Al Jailani di Baghdad meninggal dunia. Mendengar peristiwa itu, Abdul Krim segera berangkat Ke Baghdad, lalu diterima sebagai guru di Masjid Syeikh Ali. Murid-muris dari berbagai negeri datang berguru, dari : Turki, Maroko, Aljazair dan Iraq.
Sebagai Imam masjid, menyampaikan fatwa, dan mengajar adalah pekerjan yang tidak pernah ditinggalkan, sehingga lebih dari lima puluh alim lahir dari buah perjuangannya. Sekalipun demikian Abdul Karim masih menyempatkan diri menulis buku. Banyak karya-karyanya berbahasa Kurdi. Sebagain yang sangat trekenal tafsirnya berbahasa Arab bernama : “ mawahuburrahman fi tafsiril Qur’an “, dan juga sebuah buku tentang tokoh besar di Kurdi dalam bukunya yang berjudul ” ulamauna fi khidmatil ilma waddin “.
Kepustakaan : Takmilah Mu’jamul Mu’allifien, oleh Muhammad Khair Rama- dhan Yusuf, hal.: 318-320.
Abdullah Abdul Gahni Khayyat, (1326-1415H/1908-1995M), Seorang Imam dan Khatib di Masjidil Haram, selama tiga tahun. Ahli sejarah menyebutkan bahwa ia tergolong ulama besar. Asalnya dari Hamat Suriah, Ayah ibunya pindah ke makkah pada akhir abad ke dua belas Hijah. Abdullah kecil dididik oleh ayahnya dengan mengikuti halaqah pengajian di Majidil Haram, di samping sekolah klasikal di Madrsah Al Khayyat. Keahliannya nampak sebagai seorang yangpandai mengajar dan ahli menejemen. Banyak jasanya yang dirasakan orang banyak. Sebutan tentangnya yang terdengar dari lisan ke lisan adalah harum dan baik.
Memang Abdullah seorang yang alim. Penguasaan terhadap ilmu memudahkan dia dalam menjawab berbagai pertanyaan dalam segala bidang. Khatbah-khatbahnya di Masjidil Haran telah dikumpulkan menjadi buku yang sangat membantu bagi para khatib di masjid-masjid. Beberapa karyanya : Bejak bagi musafir : hukum salat, puasa, dan Ihram di atas pesawat terbang, At Tafisr Al Muyassar, Libanon 1380, At Tafsir Al Muyassar : Ringkasan dari tafsir-tafsir standar, Maktabah Syakir 1380, At Tafsir Al Muyassar, (mata pelajaran untuk menengah atas, tingkat satu dan dua), Khotbah-khotbah di Masjidl Haram, dalam masalah agama dan sosial, Makkah 1388 dan lainnya.
Kepustakaan : Takmilah Mu’jamul Mu’allifien, oleh Muhammad Khair Rama- dhan Yusuf, hal.: 335-336.
Abdullah bi Muhammad Al Ghamari, (1328-1413H/1910-1993M), seorang alim terkemuka, ahli dibidang hadits, fikih, ilmu kalam dan usul fikih. Dilahirkan di Tanjah, dan sejak kecil telah menempul pendidikan secara tradisonal, melalui halaqah-halaqh keilmuan yang ada, bersama para masyaikh yang ensiklopedis, sehingga ia benar-benar menjadi seorang alim ahli dalam segala bidang.
Dari Al-Azhar Abdullah mendapatkan ijazah alalaimyah, sekalipun demikian ia masih berguru kepada para Syiekh di Mesir. Ilmunya yang demikian luas tercermin dalam karya-karyanya, di antaranya : Keutamaan Al-Qur’an, Tafsir Al-Qur’anul Karim, Taudhihul bayan biwusuli tsawabil qur’an, Penegasan Al-Qur’an bahwa Nabi SAW adalah paling mulyanya segala mahluk, Arru’ya dalam Al-Qur’an dan As Sunnah, Jawahirul bayan fi tanasubi suwaril Qur’an, Bid’ah-bid’ah dalam tafsir, dan lainnya.
Kepustakaan : Takmilah Mu’jamul Mu’allifien, oleh Muhammad Khair Rama- dhan Yusuf, hal. 349-353.
Abdullah Yusuf Azzam, (1360-1410H/1941-1989M), seorang alim, mujahid agung di Afghanistan. Dilahirkan di Silah Al Haritsiyah, di Palestina. Sejak kecil sudah rajin mengikuti pelajaran dan prose pendidikan tradsional di madrasah tingkat dasar di kampungnya. Pun sejak kecil selalu membaca Al-Qur’an dan selalu berdiam di Masjid. Bahkan pada masa mudanya selalu memberikan pengajian di masjid kampungnya. Pada tahun 1966M. menyelesaikan program S1nya di Universitas Damaskus, kuliyah Syariah. Dalam kesempatan ini ia menyempatkan diri untuk mengikuti berbagai kegiatan penyerangan terhadap kekuatan Israel di Pelstina, dan bahkan menjadi komandan dalam berbagai penyerangan yang lain.
Pada tahun 1969, berhasil menyelesaikan program S2 di Universitas Al Azhar, di Kuliah Usul Fikih. Pada kesempatan ini ia menjadi dosen di Universitas Amman di Kuliah Syariah. Setelah itu ia berangkat ke Kairo, untuk menyelesaikan program Doktor, dan pada tahun 1973, program Ph.D di bidang Usul Fikih berhasil dipertahankan.
Setelah itu menjadi dosen di Universitas Jordan, Kuliah Syariah, lalu pindah ke Universitas Raha Abdul Aziz Jeddah, setelah itu pindah ke Universitas Islam Internasional Islamabad pada tahun 1984. Tak beberapa lama mengajar, Azzam lalu minta keluar untuk konsentrasi mengendalikan jihad di Afghanistan. Tidak ada yang memungkiri akan peranannya yang sangat menentukan dalam jihad di Afghanistan. Sebab ternyata kehadirannya di sana, telah menjadi perekat dan penyatu dari berbagai faksi mujhidin yang ada. Keyakinannya sangat kuat, bahwa dari Afghanistan kelak akan membuka Palestina.
Di tengah perjalanan jihadnya, Azzam telah membina penrbitan majalah ” risalataul Jihad ” yang merupakan mecdia bulanan untuk mengungkap perjalanan jihad Afghan, dan ” lahibul ma’rakah ” berita mingguan terhangat engenai jihad dan peristiwa yang terjadi di dalamnya.
Tapi kemudian ia segara mati syahid. Sebuah ledakan bom yang mengandung kekuatan yang sangat dahsyat melemparkan mobil yang dikendarainya. Ia dan kedua anaknya: Muhammad dan Ibrahim yang sedang berada dalam satu kendaraan, sama-sama meninggal.
Ilmunya tentang Al-Qur’an demikian luas. Ceramah-ceramahnya merupakan kalimat-kaliamt yang dipetik dari Ayat-ayat Al-Qur’an. Hampir semua pesan-pesanya berkanaan dengan spirit jihad. Ada dua surah dala Al-Qur’an yang dari awal sampai akhir hanya menceritakan tentang perjalanan jihad para sahabat bersama rasulullah SAW. yaitu surah Al-Anfal dan At Taubah. Kedua surah ini yang selalu disampaikan oleh Azzam dalam berbagai kesempatan selama perang. Setelah wafatnya tafisir yang disapiakannya melalaui ceranah atas kedua surah tersebut diterbitkan dala dua jilid.
Khalil Hasan menulis sebuah buku tentang Azzam dengan judul : Asy Sayhid Abdullah Azzam, seorang mujahid Plestina dan Afghanistan. Begitu juga Muhammad Abdullah Al Amir, menulis buku dengan judul : Asy Syiekh Al Mujahid Abdulah Azzam, penerjemah kata-kata dalam bentuk perbuatan, 1410H. Adnan juga menulis ebuah buku : Abdullah Azzam, peristiwa dan berbgai sikap, 1410H. Ahad Said Azzam menulis : Di natara manaqib Al Imam Abdullah Azzam, 1412H.
Dinatara karya-karyanya : Tanda-tanda kekuasaan Allah dalam jihad Afgahnistan, Islam dan masa depan umat manusia, Hukum amal jamaie, dalam amar ma’ruf nahi mungkar, Akidah dan pengaruhnya dalam membangun generasi, dan lainnya.
Kepustakaan : Takmilah Mu’jamul Mu’allifien, oleh Muhammad Khair Rama- dhan Yusuf, hal. 358-361.
Abdur Raziq Naufal ( 1336-1404 H / 1917-1984 M ). Dilahirkan di Kairo, Raziq seorang pemikir yang produktif. Karya-karyanya banyak berkaitan dengan upaya penafsiran Al-Qur’an melalui pendekatan ilmu pengetahuan. Pada tahun 1939, Raziq menyelesaikan program S1nya, di bidang pertanian. Lalu pada tahun 1967, ia menamtkan program MAnya di bidang Strategi Nasional akdemi meliter.
Di antara bukunya yang sangat terkenal dan diterjemahkan ke berbai bahasa, berjudul : ” Allahu wal Ilmul hadits ” ( Allah dan Ilmu penegtahuan moderen ). Buku ini terbit pertama kali pada awal April 1957. Lebih dari itu Raziq telah banyak menyumbangkan pemikirannya melalui berbagai seminar ke-islaman internasional.
Karya lainnya : Al I’jaz al adadi lilqur’anil kariem ( Mukjizat akngka-angka dalam Al-Qur’an ), bainaddin wal ilm ( antara agama dan Ilmu Pengetahuan ), As Sunnah wal Ilm ( Sunnah dan Ilmu Pengetahuan ), Al Qur’an wal Ilmul hadits ( Al Qur’an dan Ilmu Penge-tahuan Moderen ) dan Mu’jizatul araqaam wat tarqiem fil qur’an ( Mukjizat nomer-nomer dan penomeran dalam Al-Qur’an ).
Kepustakaan : Takmilah Mu’jamul Mu’allifien, oleh Muhammad Khair Rama- dhan Yusuf, hal. 289-290.
Abul A’la al Maududi, ( 1321-1399 H/ 1903-1979M.), dilahirkan di sebuah kampung Orangabad, terletak di India selatan. Pada tahun 1921 tampil sebagai ketua redaksi Majalah Mingguan ” Muslim “, terbitan Ibu Kota. Pada tahun 1932, mulai membangun majalah bulanan ” tarjumanul Qur’an “, salah satu media untuk memberikan pemahaman terhadap Umat Islam, anak Benua India. Pada tahun 1941, membangun organisasi Jamaat Islami, dan sekaligus sebagai ketuanya.
Dalam perjalanannya Abul A’la al Maudid terkenal sebagai pemikir Islam, yang telah membawa pembaharuan di negerinya, anak benua India. Dialah yang termasuk pencetus gerakan pemisahan Pakistan dari India atas landasan perbedaan agama dan perbedaan budaya. Pun dilah yang setiap tulisannya menyerukan agar Islam benar-benar dilaksanakan dalam berbagai segi kehidupan, pribadi, keluarga, masyarakat dan negara. Karya-karyanya hampir semuanya merupakan pangilan untuk menuju tujuan tersebut. Yang paling terkenal dari karyanya adalah tafsir ” Tafhimul Qur’an “, sebuah dokumen pemikirannya, dalam menegakkan Islam sebagai pedoman hidup, dan sekali gus sebuah pemahaman tentang Islam, Al-Qur;an dan kehiduyapn Rasulullah secara mendalam dan komprehensif.
Beberapa buku tentang Abul A’la di antaranya : Manhaj Tafsir Abul A’la al Maududi, oleh Alifuddin At Turabi, tesis untuk mempethankan gelar MA di Universitas Ummul Qura, Makkah Al Mukarramah, Abul A’la al Maududi : hidup dan pandangan akidahnya, oleh Hmad bin Shadiq Jamil, Daru Madani, 1406, Abul A’la al Maududi : hidup, dakwah dan jihadnya, oleh Khalil ahmad al Hamidi, Riyadh 1403, Abul A’la al Maududi, pemikiran dan dakwahnya, oleh Samir Abdul Hamid Ibrahim, Darul Anshar, 1399.
Karya-karya al Maududi begitu banyak di antaranya : TafhimulQur’an, Hati-hati langkah-langkah Yahudi, Dasar-dasar akhlak dalam gerakan Islam, Dasar-dasar ekonomi: antara Islam dan sistem ekonomi moderen, Islam dan tantangan moderen, Islam dan jahiliyah, Islam dan peradaban moderen, Islam dan berbagai permasalahan ekonomi moderen, Generasi Muda dan tantangan moderen, Penyusunan dustur Islam, Bekal untuk para Da’i, Gerakan yang menhancurkan: Qadiani, Hak-hak ahli Zdimmah, Hak-hak kehidupan berkeluarga, Negara Islam, Pembahasan mengenai pelaksanaan Syariah dalam zaman moderen, Hidup setelah mati, Nabi Akhir zaman dalam pandangan Al-Qur’an, Peranan Mahasiswa dalam membangun masa depan, Jihad dan Hubungan Internasional dalam syariah Islam, Beberapa permasalahan Umat Islam dalam zaman moderen, Firun dalam Al-Qur’an, Masalah Kashmir, Dasar-dasar Memahami Al-Qur’an, Empat Istilah dasar dalam Al-Qur’an : Al- Ilah, Ar Rab, Al Ibadah, Ad Dien, Pandangan Islam tentang agama dan negara, Manhaj revolusi Islam, Sekilas tentang sejarah pembaharuan agama, Kita dan Bangladesh, Sisten hidup dalam Islam, Pandangan Islam tentang politik, Kewajiban generasi Muda sekarang, Jalan menuju kebangkitan Islam, dan Kesatuan Umat Islam.
Kepustakaan : Takmilah Mu’jamul Mu’allifien, oleh Muhammad Khair Rama- dhan Yusuf, hal.: 83-85.
Ahmad Hasan Al Baquri, (1325-1405H/1907-1985M). Salah seorang ulama Al Azhar, juga seorang khatib terkenal di dunia Arab. Dilahirkan di desa Baqur di wilyah Asyut.Pernah menjabat sebagai guru di Ma’had Al Azhar Cairo, dan sebagai wakil direktur Ma’had Asyut Ad Dini, kemudian wakil di Ma’had Cairo, kemudian sebagai Syiekh di Ma’had German Ad dini. Pada tahun menjabat sebagai menteri wakaf, kemudian sebagai menteri wakaf di pusat Republik kesatuan duania Arab ( 1958-1959), lalu sebagai ketua Universitas Al Azhar sampai tahun 1968.
Al Baqur, model seorang yang ensklopedis, menguasai berbagai bidang ilmu pernah dipilih sebagai ketua umum Jamiat Syubbanil muslimien, dan sebagai anggota di Majma’ul lughah al arabiyah, pada tahun 1956. Dalam kesibukannya yang demikian padat, Al Baquri masih juga terlibat dalam berbagai organisasi sosial ke-islaman, dan sering mendapat piagam perhagaaan.
Di antara karya-karyanya : Pengaruh Al-Qur’an dalam bahasa Arab, Bersama Al-Qur’an, Bersama Syariah Islam, Tafsir Juz Tabarak, Di Bawah bendera Al-Qur’an, Sirah Nabi Muhammad, Bukti-bukti kenabian dan lainnya.
Kepustakaan : Takmilah Mu’jamul Mu’allifien, oleh Muhammad Khair Rama- dhan Yusuf, hal.: 33-34.
Ahmad Muhammad Jamal, (1343-1413H/1942-1993M). Salah seorang fakih dan ahli tafsir. Dilahirkan di makkah. Tamatan Ma’had al Ilmi As Saudi Makkah tahun 1359H. Menajabad sebagai guru di bidang tafsi dan ” tsaqafah Islamiyah ” tahun 1387 di Universitas Raja Abdul Aziz kemudian di Universitas Ummul Qura. Pengathuannya begitu luas dan mendalam, terutama yang berkaitan dengan pemikiran Sayyed Qutub dan Hasan Al-Banna. Pernah menemani Imam Hasan Al-Banna selama ziarahnya ke masjidl Haram.
Kegiatan dan dakwahnya demikian mewarnai media massa. Berbagai seminar yang diikuti tidak hanya di dalam Saudi melaoinkan juga di luar negeri. Pada tahun 1406 menjabat sebagai anggota Majma’ fiqhy al Islami, dibawah Organisasi Mu’yamar Islami. Berkali-kali mewakili Rabitah alam Islami dalam berbagai seminar di Afrika, Asia, Eropa dan Amerika.
Karya-karyanya banyak sekali, di antaranya : Ekonomi Islam, Agama dan Negara, Gagasan tentang Negara dalam Islam, Al-Qur’an kitabun uhkimat ayaatuh, Cerita-cerita simbolis dalam Al-Qur’an, Rahasia ayat-ayat, Hidangan Allah di bumi, Studi Kritik atas berepa mufassir dan madzhabnya, Dari Kashir hingga Palestina, Tragedi politik dunia Arab, Masyarakat Arab sebagaimana mestinya dan lain sebagainya.
Kepustakaan : Takmilah Mu’jamul Mu’allifien, oleh Muhammad Khair Rama- dhan Yusuf, hal.: 63-67.
Abdul Husain Dust Ghaib Asy Syirazi, (….-1402H/….-1982M), Seorang ahli tafsir Syiah terkemuka. Sebuah riwayat menyatakan bahwa ia mati terbunuh. Di natara karya-karyanya : Nabi dan Al-Qur’an, Hati Al-Qur’an, Adfab dalam Al-Qur’an (tafsir atas surah Al Hujurat), Tafsir Surah Al Hadid, Tafsir Surah Yasin, dan lainnya.
Kepustakaan : Takmilah Mu’jamul Mu’allifien, oleh Muhammad Khair Rama- dhan Yusuf, hal.: 270.
Ali Al-Hamdus Shaleh, (1333-1415H/1914-1994M), seorang ahli tafsir, dilahirkan di desan Anizah, sejak kecil sudah menghafal Al-Qur’an, dan belajar buku-buku utama, melalui seorang syeikh Abdur Rahman bin Nasir As Sa’di. Setekah itu belajar di Ma’had Al Ilmi di Riyadh, kemudian masuk Kuliah Syariah, lalu Al Ma’had Al Ali lilqadah, dan dalam semua proses itu ia nampak sebagai contoh seorang pelajar yang rajin dan disiplin.
As Shalihi, termasuk salah seorang yang memulai pendirian perpustakaan besar di Anizah. Pada tahun tujuhpuluhan ia bekerja di Darul Ifta’, di bidang perbukuan, lalu mendirikan Yayasan An Nur di bidang percetakan dan penjilidan, yang merupakan salah satu percetakan tertua di Riyadh
Di antara karya-karyanya : Adh Dhau’ul Munir alat Tafsir, Riyadh 1415H, Nawatut Tafsir lijuz ‘amma, Panggilan untuk menghormati syiar-syiar agama, dan lainnya.
Kepustakaan : Takmilah Mu’jamul Mu’allifien, oleh Muhammad Khair Rama- dhan Yusuf, hal.: 381-382.
Ali Nasuh At Thahir, (1324-1402H/1906-1982M), seorang mufassir, juaga ahli dibdinag pertanian. Dilahirkan di Yafa, pernah belajar di Universitas Ilmu Pengetahuan di Sorbun, Paris. Di saat yang sama belajar di bidang politik ekonomi. Pada tahun 1933, mempelajari tentang pohon Zaitun di Palestina. Pada tahun 1942, terpilih sebagai seorang peneliti perkebunan.
Setelah itu ia pindah ke Jordn Timur, untuk menjalani tugas sebagai direktur umum di bidang pertanian dan pertambangan, setelah itu sebagai Menteri Pertanian, pembangunan selama tiga kali. Pada tahun 1964, menjabat sebagai Duta Besar Kerajaan Jordan di Iran.
Karya-karyanya, selain tafsir banyak berkaitan dengan masalah pertanian : Syrah-surah awal dalam Al-Qur’an, 1954, Ruhani Yang kekal : sebuah tinjauan filosofis, 1960, Macam-macam kurma Palestina, 1933, Pohon Zaitun, 1947, Cerita-cerita dalam Al-Qur’an, Tafsir Surah Al-Baqarah, Al Imran, An Nisa’ dan Al Fatihah dan lainnya.
Kepustakaan : Takmilah Mu’jamul Mu’allifien, oleh Muhammad Khair Rama- dhan Yusuf, hal.: 393-394.