B
amirfath.com, Kamus Ahli Tafsir (02), Jan 2021 –
AL BAQILLAANI, …..- 403H. Nama lengkapnya Muhammad bin Thayyib, bin Muhammad Al-Baqillani. Seorang ahli ilmu Kalam. Tegas pendirian. Tidak ada kamus takut baginya. Al-Baghdadi menyebutkan, suatu hari Raja Adhadullah mengutusnya ke Raja Ramawi. Mendengar hal itu Raja Ramawi tahu pribadi Al-Baqillani yang tidak mungkin bersujud atau menunduk sebagai ungkapan rasa hormat kepadanya. Raja Ramawi berfikir bagaimana supaya Al-Baqillani menunduk saat menghadapnya. Ia segera mengubah model pintu yang mengarah kepdanya. Tingginya direndahkan. Sehingga tidak mungkin bagi setiap orang yang masuk melalui pintu itu kecuali menunduk. Setibanya Al-Baqillani di sana, rupanya ia telah menangkap isyarata itu. Ia masuk dengan cara lain. Bagian belakang tubuhnya ia dahulukan. Jadi ia masuk dengan membelakangi Raja. Kamudian ia berdiri tegak menghadapnya. Di sini terlihat kecedasan dan ketegaran Al-Baqillani.
Ibnu Khallikan berkisah; Al-Baqillani bermazhab Asy’ari secara akidah. Ia suka berdebat. Dan kalau sudah berdebat, tidak mau berhenti.
Tapi Al-Baqillani mempunyai halaqah ( lingkaran studi ) yang besar di Baghdad. Hidupnya penuh ibadah, amal baik, membela agama, dan menulis hal-hal yang berkaitan dengan dasar-dasar agama. Diantara karya-karyanya; Al inshaf fiima yhibbu i’tiqaduhu walaa yjuzul jahl bihi, I’jazul Qur’an dan at-Tamhid firraddi alal mulhidah, walmua’ththilah, warrafidhah, walkhawarij .
Kepustakaan: Lihat Tarikhu Baghdad, Al-Baghdadi, vol.5, hal. 279, Wafayatul A’yaan; Ibnu Khallikan, vol. 2 hal. 278.
AL-BURHAN, lengkapnya, Al-burhan fi uluimil qur’an, ditulis oleh Imam Az-Zarkasyi. Tidak ada perbedaan pendapat bahwa buku ini milik Az Zarkasyi. Dalam bidang ilmu-ilmu Al-Qur’an, buku ini adalah yang pertama, yang paling lengkap. Sebelumnya, hanya buku-buku parsial, mengupas tema-tema tertentu mengenai ilmu-ilmu Al-Qur’an. Di makaddimahnya, Zarkasyi menerang kan, ia tidak menemukan satu bukupun yang mengupas ilmu-ilmu Al-Qur’an secara komprehensih. Karenanya ia kemudian terdorong untuk menulisnya. Di antara tema-tema penting ia kupas; gaya ungkapan Al-Qur’an, Mukjizat Al-Qur’an, Etika membaca Al-Qur’an, Keterkaitan ayat-ayat dan surat-surat Al-Qur’an, Hal-hal yang sekilas kurang jelas dalam Al-Qur’an. Metode yang dipakai, pendekatan ilmiyah. Zarkasyi, tidak menyebutkan pendapat kecuali menyebut siapa yang mengatakannya. Pendapat-pandapat para ulama terdahulu ia rangkum dalam buku ini secara tematis dan rapi. Masing-masing tema menawarkan pandangan-pandang an yang jelas mengenai ilmu-ilmu Al-Qur’an. Anda ketika membacanya, akan dihantarkan kepada selintas sejarah dan perkembangan dari masing-masing ilmu, kemudian pembagiannya dan persoalan-persoalan yang terkandung di dalamnya. Refrensi yang paling banyak dijadikan rujukan oleh Zarkasyi dalam menulis buku ini; Jamiul bayana, Al-Raghib Al-Ashfahani,505H. Tafsir Al-Murrir Alwajiz, Inbu Uthiyah,451H. Al-Burhan fi Mutasyabihil Qur’an, Abul Ali Azizi,494H. Lihat Al-Burhan fi ulumil Qur’an, Az-Zarkasyi, Tahqiq, Dr. Yusuf Abdurrahman, Darul Ma’rifah, Bairut, 1994M.