Sunday, August 3

At Thariq (Yang datang di malam hari)

amirfath.com, Tadabur Surah At Thariq (86), Des 2020 – At Thariq artinya bintang yang cahayanya menembus, disebut Thariq karena ia datang dan nampak pada malam hari. Allah bersumpah diawal surat dengan kalimat At Thariq, itulah yang menyebabkan surat ini diberi nama At Thariq.

Kaitannya dengan surat-surat sebelumnya, pertama tampak dari kesamaan sumpah Allah dengan langit. Kedua dari kesamaan pembahasan tentang hari kebangkitan dan tentang posisi al Qur’an dalam menentang orang-orang musyrik yang mendustakan al Qur’an dan hari kiamat.

Adapun pokok-pokok kandungan surat ini sama halnya seperti surat-surat makiyyah lainnya; (a) keimanan terhadap hari kebangkitan, hari perhitungan dan pembalasan. (b) penetapan bahwa Allah kuasa menciptakan manusia dari tidak ada, sebagai bukti bahwa Ia kuasa pula

mengembalikannya setelah kematian. Untuk lebih jelasnya, mari sama-sama kita men tadabburi makna ayat-ayatnya:

          1- (1-4). Pembukaan: Allah bersumpah dengan langit dan bintang yang nampak pada malam hari bahwa seluruh manusia tidak ada yang lepas dari penjagaan para malaikat dalam segala perbuatannya: perbuatan baik atau maksiat. Penjaga pada hakikatnya adalah Allah tetapi malaikat menjaga atas perintahNya (QS. Ar Ra’ad 13/11, Al An’aam 6/61, Al Infithar 82/10-11 dan ayat-ayat lainnya).

          2- (5-10). Allah mengingatkan manusia dengan awal penciptaannya sebagai dalil bahwa Allah kuasa untuk mengembalikan mereka pada hari kebangkitan. Hendaknya manusia berfikir, bahwa ia diciptakan dari setetes air mani laki-laki yang keluar dari tulang sulbi dan air mani wanita yang keluar dari tulang dada, lalu masuk ke dalam rahim. Dari kedua campuran air itu terbentuklah seorang manusia. Jika Pencipta manusia pertama adalah Allah, maka Ia pasti kuasa untuk mengembalikan dan membangkitkannya lagi di hari kiamat. Hari yang akan menyingkap semua bentuk rahasia, ditampakkan dan di deklarasikan, maka terbongkarlah semua perbuatan yang dulu ditutup-tutupi. Pada hari itulah semua yang benar dan yang salah, yang haq dan yang bathil akan nampak jelas. Dan pada hari itu pula manusia menemukan dirinya sangat lemah tidak berdaya, tidak ada kekuatan internal (dzatiyah) maupun kekuatan eksternal (kharijiyah) yang bisa menopangnya. Artinya pada hari itu tidak satupun manusia yang mempunyai penolong baik dalam dirinya maupun dari lainnya.

          3- (11-14). Allah bersumpah lagi dengan langit  yang menahan awan di mana darinya tercurah air hujan. Dengan air itu bumi menjadi hidup dengan tumbuh-tumbuhan, kemudian kembali ke langit lagi dan begitu seterusnya. Allah juga bersumpah dengan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan, pepohonan yang berbuah, bahan bakar, bahan baku (besi-besian) dan kekayaan alam lainnya. Allah bersumpah dengan keduanya bahwa Al Qur’an adalah pemisah antara yang haq dan bathil, pengingat yang bijaksana dan petunjuk jalan yang lurus, dan ia tidaklah main-main atau senda gurau karena siapa saja yang mencari petunjuk dari selainnya niscaya ia akan sesat dan celaka.

          4- (15-17). Kemudian Allah mengancam orang-orang kafir yang mendustakan Al Qur’an, mereka merencanakan tipu daya kejahatan kepada Rasulullah untuk menghancurkan risalah yang dibawanya dan menghalangi jalan menuju Allah. Mereka mengatakan bahwa Al Qur’an itu hanya dongeng orang terdahulu, Muhamad hanyalah tukang sihir atau penyair. Dan mereka merencanakan untuk membunuh Rasulullah. Tetapi kuasa Allah lebih kuat, Dia mengatur siasat lain sebagai balasan tipu daya bagi mereka. Allah memerintahkan RasulNya untuk menangguhkan penghancuran mereka, menunggu sampai datangnya azab bagi mereka karena tidak lama lagi mereka akan mendapatkan kekalahan. Pada saat yang ditentukan, Allah membuktikan ancaman tersebut pada perang badr dimana orang-orang beriman mendapatkan kemenangan dan orang-orang kafir mendapatkan kekalahan yang menyakitkan. Itupun mereka masih akan mendapatkan azab yang jauh lebih pedih lagi di hari kiamat. Ini jelas merupakan ancaman bagi orang –orang yang mengikuti jejak mereka dan mengajak untuk mendukung program mereka. Wallahu a’lam bishsshawab.

                                                          Tafsir Al Hikmah

                                                          Dr. Amir Faishol Fath MA.

About Post Author