Al Lail (Waktu Malam)
amirfath.com, Tadabur Surah Al Lail (92), Des 2020 – Diberi nama surat Al Lail karena dibuka dengan sumpah wallaili idzaa yaghsya (demi malam ketika gelapnya menutup siang).
Adapun hubungan surat ini dengan surat Asy Syams sebelumnya bahwa pada surat Asy Syams Allah berfirman: qad aflaha man zakkaha waqad khaaba man dassaaha dan pada surat ini Allah menyebutkan sifat masing-masing dari golongan yang beruntung (aflaha) dan yang rugi (khaaba)”:” faamaa man a’tha… waamma man bakhila…“
- (ayat 1-3) Pembukaan surat, Allah bersumpah dengan tiga hal: (a) dengan malam ketika gelapnya menutup siang. (b) dengan siang ketika menampakkan segala sesuatu. (c) dengan Dirinya Yang menciptakan laki-laki dan perempuan.
- (ayat 4-11) Allah menegaskan bahwa perbuatan manusia bermacam-macam, ada yang baik dan ada yang buruk, ada yang beriman dan ada yang kafir, masing-masing akan mendapatkan balasan yang setimpal, (perhatikan Al Hasyar 59:20, As Sajdah 32:18, Al Jatsiyah 45:21): (a) Adapun orang yang menginfakkan hartanya, bertakwa dengan mentaati perintahNya dan menjauhi laranganNya, serta membenarkan hari Kiamat dan mempersiapkan diri untuknya maka segala urusannya akan dipermudah menuju kebahagiaan. (b) Adapun orang yang bakhil dan merasa cukup dengan kelezatan dunia dan mengabaikan kelezatan akhirat, serta menghindar dari pahala yang Allah persiapkan, bahkan ia mendustakan akhirat, maka Allah mempersulit jalan hidupnya di akhirat kelak dan akan mengantarkannya ke dalam api neraka. Semua harta yang ia simpan akan menjadi sia-sia dan tidak bisa membela ketika harus masuk ke dalam api neraka.
- (ayat 12-13) Setelah menjelaskan bahwa manusia ada yang beriman dan ada yang kafir, Allah lalu menegaskan bahwa itu tidak mempengaruhi apa-apa terhadap kekuasaanNya, Allah tetap Maha Kuasa sekalipun mereka semuanya mengingkariNya, Karena Dialah yang mempunyai Dunia dan Akhirat.
- (ayat 14-21) Allah memberikan ancaman bagi mereka yang tidak mentaatiNya dengan api neraka yang membara. Api tersebut tidak mau membakar kecuali Al Asyqaa (orang-orang kafir dan orang yang terus bergelimang maksiat) yang mendustakan para nabi dan risalah yang dibawanya, serta mereka berpaling darinya. Adapun orang-orang yang bertakwa (Al Atqaa) ia akan dijauhkan dari api neraka. Yaitu mereka yang (a) menginfakkan hartanya di jalan Allah (b) membersihkan dirinya dari dosa dan kemaksiatan (c) hanya mengharapkan ridhaNya dalam berinfak. Sungguh orang seperti ini akan mendapatkan ridha Allah sebagaimana yang ia harapkan.
Tafsir Al Hikmah
Dr. Amir Faishol Fath.