Thursday, July 17

An Nashr (pertolongan)

amirfath.com, Tadabur Surah An Nashr (110), Des 2020 – Pada permulaan surat Allah berfirman idza ja anashrullah, karenanya surat ini diberi nama an Nashr artinya pertolongan.

Korelasi dengan surat sebelumnya: ketika Allah memberitahukan diakhir surat sebelumnya (al Kafiruun) tentang perbedaan Islam yang dibawa Rasaulullah saw dengan agama orang-orang kafir, dalam surat ini Allah menegaskan bahwa agama mereka akan runtuh dan sirna sedangkan agama Islam akan menang dengan dibukanya kota makkah (fathu Makkah) di mana manusia dari berbagai kabilah dan penjuru berbondong-bondong masuk Islam.

Nikmat Fathu Makkah (dibukanya kota mekkah)(1-2)

Allah berfirman: idza ja anshrullahi wal fath artinya apabila telah terwujud bagimu hai Muhamad pertolongan Allah dan kau mendapatkan kemenangan atas orang-orang yang memusuhimu (kaum Quraisy), dan kota Makkah dibuka untukmu, maka bertasbihlah dengan memuji nama Tuhanmu, dan minta ampunlah kepadaNya. Kalimat nashr disandarkan kepada Allah menjadi nasrullah, padahal semua pertolongan pasti dari Allah, hal ini menunjukkan bahwa pertolongan yang satu ini adalah suatu kehormatan khusus.

Nikmat kemenangan Islam adalah nikmat yang paling agung. Tidak ada nikmat yang lebih besar dari pada nikmat terwujudnya pertolongan dan kemenangan. Terutama dalam hal ini nikmat dibukanya kota Mekkah sebagai ibukota Umat Islam di dalamnya terdapat (Ka’bah) sebagai kiblat seluruh kaum muslimin. Dan dari nikmat dibukanya kota Makkah, mulailah manusia dari kabilah-kabilah Arab maupun dari berbagai penjuru di dunia, berbondong-bondong memeluk Islam. Inilah kemenangan hakiki. Orang-orang Islam di manapun berada bisa melaksanakan ibadah haji dengan tenang ke tanah suci tersebut. Suatu kehormatan yang tak terhingga. Karenanya kemenangan ini harus disambut dengan tasbih dan istighfar.

Mensyukuri nikmat(3)

Allah berfirman: Maka jika kota Makkah sudah dibuka dan Islam sudah tersebar, bersyukurlah hai Muhamad dengan memperbanyak tasbih dan mintalah ampun kepadaNya. Rasulullah adalah manusia yang paling utama telah diperintahkan untuk beristighfar (minta ampun) padahal beliau ma’shum (dijaga) dari segala kesalahan, maka umatnya harus lebih banyak beristighfar yang memang tidak pernah luput dari salah dan dosa.

Innahuu kaana tawwaba sebesar apapun dosa, Allah akan tetap mengampuni bila sang hamba benar-benar mau minta ampun kepadaNya. Dalam ayat tersebut Allah telah menyebut dirinya dengan pernayataan yang sangat tegas: Innahuu kaana tawwaba ini menunjukkan bahwa Allah benar-benar akan menerima taubat sang hamba yang benar-bertaubat kepadanya.

Ibn Abbas mengatakan bahwa surat ini adalah isyarat kedekatan ajal Rasulullah saw. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa ketika surat ini diturunkan Rasulullah saw berkhutbah: inna ‘abdan khayyarohullah bainaddunya wa bayna liqooihi wal akhirati, fakhtaro liqoallah (sesungguhnya seorang hamba telah Allah berikan pilihan kapadanya antara dunia atau bertemu denganNya dan akhirat, maka ia memilih menemui Allah). Para shahabat telah telah paham dari khutbah tersebut, bahwa tugas kenabian sudah selesai, dan Rasulullah selalu memperbanyak tasbih dan istighfar yang menunjukkan bahwa perkara dakwah telah sempurna. Itu menunjukkan kematian Rasulullah saw. semakin dekat.

Imam Muslim meriwayatkan dari Aisyah bahwa ia melihat Rasulullah saw. selalu memperbanyak tasbih dan istighfar. Aisyah bertanya: Aku melihat kau selalu kau selalu meperbanyak tasbih dan istighfar, mengapa? Rasulullah menjawab: Allah Tuhanku memberitahukan kepadaku bahwa jika aku melihat tanda-tanda kemenangan pada umatku agar aku meprbanyak tasbih dan istighfar. Aku telah melihat kota Makkah dibuka, dan manusia berbondong-bondong masuk Islam. Lalu Rasulullah membaca surat An Nashr tersebut.  

About Post Author