Tuesday, September 2

Ketika Bersin, Menguap, Tidur, Izin dan Mengucapkan Salam

amirfath.com, Opini (06), Des 2020 –

1. Ketika Bersin

Rasulullah saw. mengajarkan bahwa seseorang ketika bersin hendaknya menutup mulutnya dengan telapak tangannya atau dengan sehelai kain, dan merendahkan suara bersinnya. Lalu mengucapkan alhamdulillah. Bagi yang mendengar: memngucapkan yarhamukallahu (semuga Allah melimpahkan rahmatNya kepadamu), lalu dijawab dengan yang bersin: yahdiikumullahu wayushlihu baalakum (semoga Allah memberikan hidayah kepadamu dan memperbaiki keadaanmu).

2. Ketika Menguap

Rasulullah saw. mengajarkan agar seseorang ketika menguap hendaklah berusaha menahannya sebisa mungkin, sebab pada saat seseorang menguap syetan mentertawakannya. Rasulullah bersabda: Sesungguhnya Allah menyukai orang yang bersin dan benci kepada orang yang menguap.

3. Ketika Tidur

Rasulullah saw. biasanya tidur di awal waktu dan bangun untuk salat malam pada sepertiga malam terakhir. Biasanya berwudhu’ dan bersiwak terlebih dahulu, dan tidur miring ke kanan berbantal lengan tangan kanannya. Biasanya membaca doa: bismikallahumma ahyaa wa amuut (dengan namaMu ya Allah aku hidup dan mati).

4. Ketika Idzin

Rasulullah saw. mengajarkan bahwa idzin masuk rumah atau menamu ke rumah orang lain bisa dilakukan dengan mengucapkan salam sampai tiga kali. Bila setelah tiga kali tidak ada jawaban, maka hendakklah ia pergi meninggalkannya. Bila ternyata ditanya siapa? Jawablah dengan menyebut nama fulan bin fulan, atau menyebut julukannya yang sudah di kenal. Bila ternyata jawabannya di suruh pulang, maka hendaklah ia segera pulang. Bila ternyata diizinkan, maka masuklah dengan salam, lalu minta idzin masuk.

5. Ketika Mengucapkan Salam

Rasulullah saw. mengajarkan agar seseorang mengucapkan salam kepada kawan yang ditemuinya di mana saja ia berada. Dan bagi yang mendapatkan salam hendaklah membalasnya dengan salam yang sama atau lebih lengkap lagi. Bentuk ucapan salam yang selalu Rasulullah saw. ucapkan: Assalaamu alaikum warahmatullahi (semoga keselamatan dan rahmat Allah diberikan kepadamu) kadang menambahnya dengan wabarakaatuhu (juga semoga keberkahan Allah dilimpahkan kepadamu). Adapun bentuk jawaban salamnya: walaikumus salaam warahamatullah wabarakaatuhu.

Rasulullah mengajarkan agar mengucapkan salam kepada anak kecil, kekek tua dan wanita tua dari kerabatnya. Bila berjalan ucapkanlah salam kepada yang duduk. Bila mengendarai kendaraan ucapkan salam kepada yang berjalan kaki. Bila sendirian ucapkan salam kepada orang-orang yang banyak. Bila menjawab salam, jawablah dengan ucapan yang dapat di dengar oleh yang megucapkan salam.  Tidak pernah Rasulullah saw. menjawab salam dengan isyarat tangan atau kepala, kecuali ketika salat.

Setiap masuk masjid atau rumahnya Rasulullah saw. mengucapkan salam. Setiap masuk rumahnya di waktu malam, Rasulullah mengucapkan salam dengan suara sedang, di dengar oleh yang bangun dan tidak sampai membangunkan yang tidur.

Rasulullah saw. seringkali menitipkan salam supaya di sampaikan kepada seseorang yang ada di tempat lain. Rasulullah saw. juga menerima titipan salam dan menyampaikannya kepada orang yang dimaksud. Bila menjawab titipan salam Rasulullah saw. mengucapkan: alaika wa alaihissalam (semoga keselamatan untukmu dan untuknya juga).   

About Post Author